
Sedangkan di istana, Dero menuju ke arah dapur mencari wanita yang sudah menjadi pujaan hati nya itu, namun ia tidak melihat Kinaya di sana.
“ Apakah kau melihat Kinaya” tanya nya kepada pelayan Kell.
“Tidak, ia tidak pergi bekerja melainkan dayang Nila yang datang untuk mengantikan nya” Jelas Kel kepada Dero dengan muka yang sedikit cemberut. Karena memang yang lain tidak suka melihat Dero dengan Kinaya. Karena semenjak adanya Kinaya, Sikap asli Dero yang suka menggoda pelayan muda perlahan mulai menghilangkan, dan hanya terfokus pada Kinaya saja.
Dero terlihat sangat gelisah, ia berjalan seolah tidak berarah dan tanpa sengaja menabrak pangeran.
“Apa yang terjadi, mengapa tidak melihat jalan” Tanya pangeran yang merasa aneh dengan sikap sepupunya ini.
“ Ahh tidak, aku hanya sedikit tidak enak badan, jangan khawatir.” Jelas Dero menepuk bahu Keizen dan melangkah pergi.
“ Aneh sekali” gumam pangeran.
Pangeran Lalu memerintahkan kasim kepercayaan nya untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi kepada Dero.
Sementara itu, pangeran kembali ke kantor istana, dan menghadiri sebuah pertemuan yang sangat penting.
Semua Wajah yang berada di dalam ruangan itu terlihat sumringah saat pangeran memasuki ruangan itu. Pangeran tampak bingung mengapa semua orang terlihat bahagia menatapnya.
“ Putra ku, hari ini adalah hari yang sangat bagus, aku akan segera turun tahta, maka kamu akan menjadi penganti ku” Ucap yang mulia membelai lembut wajah pangeran.
“Benar yang Mulia pangeran, karena petuah istana juga sudah memutuskan bahwa anda akan segera naik tahta” Ucap pejabat lain nya.
Namun, pangeran antara senang dan tidak, Karena jika ia sudah mulai naik tahta, maka Jatuh cinta normal seperti rakyat biasa tidak akan mudah di lakukan nya. Meskipun begitu ia tetap tersenyum dan berusaha untuk mengabdi untuk negeri ini.
******
Pertemuan sudah selesai di laksanakan, dan pangeran akan segera melakukan upacara penaikan tahta 2 hari yang akan datang.
***
Pangeran kini sudah kembali berada di halaman belakang istana. Menikmati udara segar dan menjernihkan pikiran. Karena bagaimanapun, menjadi raja bukan lah hal yang mudah.
Lalu tidak lama kemudian Kasim datang menghampiri nya.
“ Bagaimana” Tanya pangeran pemasaran terhadap sikap aneh Dero.
“ Tuan Dero sedang mencari seorang pelayan istana tuan”Jelas kasim Kim.
“ Pelayan istana?” pangeran tercengang.
“ Kenapa dia mencari seorang pelayan, biasa juga tidak pernah peduli bahkan tidak pernah mengingat pelayan mana yang sudah di rayu nya” Pertanyaan aneh yang seketika terlintas di benak nya.
Pangeran semakin penasaran ia lalu melangkah kan kaki nya menuju ruangan Dero, ia memasuki ruangan itu namun tidak melihat Dero di sana.
Lalu tak lama seorang pelayan masuk dan memberi tahu pangeran bahwa Dero pergi keluar istana.
Lagi dan lagi pangeran semakin merasa heran dengan apa yang sebenarnya terjadi kepada Dero. Pangeran Ingin meninggalkan istana, namun Ratu agung menghentikan langkah nya, seraya berkata tidak baik bagi seorang putra mahkota yang akan segera naik tahta masih berkeliaran di luar, Lebih baik untuk tetap tinggal di dalam istana saja.
Pangeran tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya tunduk dan patuh karena bagaimanapun uncapan ratu adalah perintah baginya.
**
Hari Sudah berganti malam, pangeran sendang berdiri di sudut istana menatap bulan nan indah malam ini. Namun seketika matanya teralihkan saat melihat kearah pintu gerbang yang sedang di buka.
Tampak masuk, seorang pria dengan keadaan kepala menuduk kebawah, dengan tubuh yang kelelahan.
Dero, pangeran dengan sigap mengahampiri nya.
“ kemana saja kau? aku mencari mu sepanjang hari” Tanya pangeran.
Dero tercengang mendengar perkataan pangeran yang mengatakan mencari nya sepanjang hari, karena jarang sekali sepupu nya ini sebegitu nya mencari Dero.
“Untuk apa mencari ku” Tanya Dero yang penasaran.
Pangeran kebingungan, ia tidak tahu harus menjawab apa, karena kecerobohan nya mengatakan mencari Dero.
“ Aneh sekali” Gumam Dero.
“ Ehhh sudah katakan saja dari mana kau seharian” Tanya pangeran lagi sembari berjalan di belakang dero.
“ Aku hanya sedang mencari seorang wanita yang waktu ” Ucapan Dero terputus, karena hampir saja ia mengatakan bahwa ia sedang mencari gadis yang di minta pangeran untuk mencari nya beberapa waktu lalu.
“ Waktu” Pekik pangeran.
“ Ahh sudah malam aku mau istirahat” Jelas Dero meninggalkan pangeran.
“Wanita mana yang membuat Dero begitu peduli” batin pengeran”
" Ahh sudah lebih baik aku menemui wanita itu, Kinaya."
Pangeran melajukan kakinya menuju ke arah paviliun pelayan, namun aneh nya ia tidak melihat gadis yang ingin temui. Rasanya ingin sekali bertanya, Namun status nya sebagai pangeran dan putra mahkota yang akan segera naik tahta maka akan muncul gosip baru di istana.
Pangeran membalikkan tubuhnya, namun ia terkejut saat seorang pelayan berdiri di belakang nya.
“ Ampun yang mulia, aku kira anda Tuan Dero” Ucap wanita itu dengan nada tinggi, Wanita ini adalah Kal.
Pangeran memberikan isyarat padanya untuk berbicara pelan, maka ia tidak akan mendapatkan hukuman dari pangeran, dan pelayan kal pun hanya mengangguk kepalanya.
“ Katakan apa maksud mu tuan Dero” Tanya Pangeran pelan.
“ Tuan dero, sedari siang selalu bolak balik arah dapur dan arah sini yang mulia” jelas dayang Kal.
“ Untuk apa di kedua arah itu?” Tanya pangeran semakin penasaran.
“ Ia mencari seorang dayang istana bernama Kinaya” ujar Kal.
“ Kinaya?"
“ Apakah anda mengenal nya yang mulia” Tanya Kal.
“ Tidak, memang nya kemana perginya gadis itu, mengapa Dero terus mencari nya” Tanya pangeran seolah tidak tahu siapa Kinaya.
“ Semenjak pulang kemarin sore, ia tidak kembali ke istana hari ini, dan justru dayang Nila yang Menggantikan nya” Dayang kal menjelaskan dengan detail.
Pangeran Lalu meninggalkan tempat itu dan meminta Dayang Kal merahasiakan bahwa pangeran berbicara dengannya kepada Dero.
“ Kemana perginya gadis itu, apakah ia di kejar preman murahan itu lagi” gumam pangeran bergegas mengambil kuda untuk segera meninggalkan istana. Namun karena printah raja yang memerintah prajurit untuk tidak membuka kan gerbang untuk pangeran, maka ia tidak bisa keluar untuk melihat Kinaya.
Sementara itu di rumah bangsawan Shik, Kinaya yang duduk di sudut kamar menatap ke arah jendela, seraya berharap untuk bisa segera keluar dari dunia ini.
Tak lama, Mora memasuki ruangan itu, lengkap dengan satu nampan makan malam untuk putri Yoona.
“ Nona makan malam mu sudah datang” Ujar Mora.
“ Kau makan saja aku tidak ingin memakan nya” pinta Kinaya.
Mora mendekati Kinaya yang terlihat sedih, seraya bertanya.
“ Apa yang mengagu mu nyonya!”
“Aku ingin pulang” jawab datar Kinaya.
“ Tapi ini rumah anda”
“Maksud ku,,, ehh bisakah kau beritahu hubungan ku dengan ibu ku” Tanya Kinaya mengalihkan pembicaraan mereka.
“ Nona, Mun adalah ibu tiri anda, yang ingin sekali menyingkirkan Anda, saya tahu mungkin saat ini anda lupa ingatan, tapi saya mohon anda untuk tidak melupakan itu Nona” pinta Mora.
Kinaya kebingungan apa lagi ini, mesteri apa yang sebenarnya terjadi kepada nona Yoona mengapa akhirnya membuat Kinaya terjebak dalam tubuhnya.
“ Aku ingin memakan saja” ujar Kinaya yang tidak mengerti harus berkata apa dengan omongan Mora tadi.