
" Apa yang anda lakukan" Hentak permaisuri yang masih memegang pipinya.
"Aku bisa saja melaporkan ini kepada Yangmulia, aku juga tidak peduli status kau sebagai ibu suri"
" Laporan kan, dan katakan bahwa aku menampar mu! Maka bersiaplah untuk mendapatkan hukuman yang setimpal karena kau sudah berani menampar calon ibu dari pangeran" Tegas permaisuri yang sudah mengetahui bahwa Yoona sedang mengandung.
" Maksud anda" Tanya permaisuri tercegang, bahkan selir lain yang belum mengetahui bahwa Yoona sedang hamil juga ikut tercengang.
" Ya! Selirr Yoon sedang mengandung anak dari Yangmulia Raja" Jelas ibu suri yang membuat Alura semakin kesal dan dengan cepat meninggalkan tempat itu.
________
" Kau tidak apa-apa? " Tanya ibu suri dengan sedikit menyentuh dan membelai lembut perut Yoona.
" Aku baik-baik saja! Tapi, bagaimana anda bisa mengetahuinya" Yoona sedikit penasaran.
" Pagi ini, Yangmulia sendiri pergi mengahadap Ayahhanda agung, Dia memberitahu bahwa kau sedang mengandung dan meminta izin kepada Ayahhanda Agung karena dirinya akan segera memberitahu rakyat bahwa selirnya sedang mengandung"
" Lalu?" Yoona penasaran dengan jawaban.
" Sebelumnya aku ingin minta maaf, bukan nya ingin merendahkan mu. Tapi, hanya anak dari Permaisuri yang bisa diberitahukan kepada rakyat" Ibu suri melanjutkan pembicaraan nya dan mengajak Yoona untuk dduk menepi dari keramaian.
" Apakah kau keberatan"
"Ahh tidak, aku tidak keberatan dengan keputusan ini" Yoona berusaha menutupi kesedihannya, karena bagaimanapun dirinya hanyalah seorang selir biasa.
" Baiklah! Aku hanya ingin menyampaikan itu saja. Sebaiknya kamu bisa lebih hati-hati dalam menjaga kehamilan mu"
Ibu suri tersenyum dan melanjukan langkah meninggalkan Yoona.
_________
" Nona! Apakah kau baik-baik saja?"Mora datang menghampiri Yoona yang masih terlihat sangat murung duduk disebuah kursi yang langsung menghadap kearah danau.
" Aku baik Mora "
" Mora boleh kah aku bertanya satu hal".
" Ya! katakan Nona"
" Apakah Selir yang lain nya sedari dulu dianggap rendah"
" Itu memang sudah menjadi peraturan istana seperti itu nona. Bahkan bayi yang dilahirkan oleh selir juga tidak akan diangkat menjadi Raja" Mora menjawab dengan datar sampai tidak sadar dengan ucapannya yang mungkin bisa saja menyakiti hati Nonanya, Yoona.
" Nona maafkan aku ! Aku tidak seharusnya berbicara seperti itu"
" Tidak apa-apa Mora. Aku mengerti maksud mu" Ucap Yoona dengan sedikit menepuk bahu Mora dan melangkah meninggalkan Mora.
@@@@
Yoona yang kini merasa sedikit sedih berjalan tanpa arah, dan melarang Mora untuk mengikutinya.
Dirinya masih tidak mengerti dengan perantaraan istana, Yoona bahkan mulai mengahawatirkan nasib anaknya yang bahkan belum lahir.
" Malang sekali kamu nak" Ucap Yoona dengan mengelus lembut perut nya.
" Andai saja, Aku tidak terjebak dalam tubuh ini, mungkin saja kau tidak akan pernah ada. Andai saja aku bisa menahan untuk tidak Jatuh cinta dengan Yangmulia mungkin kau tak akan sesedih ini" Yoona perlahan menetes kan Air mata.
" Aku hanya khawatir dengan bagaimana nasib mu nanti jika aku kembali kedunia ku! Sedangkan kau disini hanya sebagai pangeran biasa, Pasti akan banyak orang yang tidak akan peduli padamu" Yoona terus saja menghawatirkan nasib bayi nya. Hingga akhirnya dia tidak sengaja menabrak dada bidang milik seorang pria didepannya.
Pria itu adalah Himcan!
" Apa yang sedang kau fikirkan? kenapa berjalan sendiri dan terus berbicara sendiri" Tanya Himcan yang khawatir terhadap Yoona.
" Ahh aku hanya ingin sendiri saja" Yoona yang menyadari pria yang didepannya adalah Himchan, dengan sigap dirinya langsung menyeka air mata yang sedari tadi membasahi pipinya.
" Kau menangis" Tanya Himchan yang dengan sigap mengambil tangan Yoona dari pipinya.
" Aku hanya kelilipan" Ujar Yoona yang berusaha berbohong karena tidak ingin Himcan khawatir.
"Kenapa anda bisa berada disini tuan"
"Sebentar! Kenapa kau berjalan hanya sendiri. Kemana perginya pelayan wanita mu Mora?" Himchan berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Tadi aku hanya ingin sendiri jadi membiarkan Mora untuk tidak mengikuti ku"
" Aku kesini juga mau sekalian bertanya apakah kau benar sedang mengandung" Tanya Pelan Himcan, yang membuat Yoona memberhentikan langkahnya.
" Kau juga susah tahu"
" Eummm! Tapi, kenapa kau tidak terlihat begitu senang?"
" Aku hanya khawatir dengan bagaimana nasibnya nanti! Bukan kah dia tidak bisa menjadi putra mahkota"
" Kau benar! nasih anak ini akan sama seperti ku dulu, Yang bahkan tumbuh tanpa kasih sayang ayah ku, karena bagaimanapun aku adalah anak yang dilahirkan dari seorang selir biasa" Himcan sedikit merasa sedihh merasa sedih ketika mengigat kejadian saat itu.
" Maafkan aku, aku bukannya sengajaa ingin mengungkit nya" Ujar Yoona pelan dengan sedikit membelai lembut bahu Himcan.
" Aku juga tidak keberatan" Jawab Himchan lantang.
" Dan! Teruntuk bayimu, kau tidak perlu khawatir jika dia lahir. Karena bagaimanapun aku akan terus berusaha memberikan kasih sayang yang cukup untuk nya"
Ucapan Himchan sedikit menenangkan Yoona.
" Aku percaya padamu" Yoona hanya tersenyum dan melanjukan langkahnya yang disusul Himchan.
@@@@@
Seketika saja, disaat Yoona dan Himcan sedang tertawa riang . Tiba-tiba saja Dero datang mengahampiri.
" Akhirnya aku bisa menemukan mu! Aku sudah mencari mu sadari tadi" Ucap Dero dengan nada sangat kelelahan.
" Kenapa kau terlihat begitu capek! Apakah ada yang mengejar mu" Tanya Himacan dengan menatap kearah belakang Dero.
" Aku hanya khawatir saat mengetahui Kinaya pergi sendiri"
" Kau khawatir kenapa? Dan apa mencariku" Tanya Yoona yang tidak mengerti dengan maksud Dero.
" Ehh tunggu! kenapa kalian terlihat begitu akrab" Dero berusaha mengalihkan pembicaraan karena bingung harus menjawab apa untuk pertanyaan Yoona.
" Dia adalah keponakan mendiang istri ku Jung, jelas saja aku akrab dengan nya! Bukan kah begitu Yoona? " Ucap Himcan.
" IYa benar! Dan kau belum menjawab pertanyaan ku Dero "
" Ahh tidak perlu dibahas! Aku hanya sangat merindukan mu" Ujar Dero yang berusaha memeluk Yoona. Namun dengan sigap Himchan menarik Yoona agar Dero tidak bisa menggapainya.
" Kau!" Dero Murka kepada Himcan, dan Yoona hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku kedua saudara kerajaan yang aneh ini.
________
Dari arah kejauhan ternyata Permaisuri Alura melihat mereka bertiga. Lagi dan lagi dirinya merasa tersaingi oleh Yoona.
"Bisa-bisanya wanita itu tertawa bahagia"
Alura semakin murka dan mengempalkan kedua tangannya serta menatap penuh amarah kearah Yoona.
" Awas saja! dan lihat apa yang akan aku lakukan! Untuk sekarang berbahagialah. Karena itu tidak akan lama" Permaisuri Alura semakin murka dan ingin sekali rasanya dirinya menampar Yoona lagi. Lagi pula Alura juga masih tidak terima dengan Ibu suri yang lebih memihak Yoona dari pada dirinya. Bahkan ibu suri menampar nya di depan semua selir lainnya.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
* Kira-kira apa yang akan dilakukan Permaisuri Alura?
Baca terus kelanjutan kisahnya.
jangan lupa like dan favorit nya😍
Buat lihat visual silahkan mampir ke ig Aothor : @cutrahmi19.
Buat yang masih setia baca terimakasih.