INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Jangan menggoda ku



Sementara Yangmulia belum juga kembali Yoona merobek bagian bawah baju nya lalu mengikat kan pada bahu Pengawal Joen berharap setidaknya racun tidak akan cepat menyebar sampai Yangmulia kembali untuk membawa penawar.


" Aku mohon, Yangmulia cepet lah" Ujar Yoona yang terus saja  mengosok-gosokan tangan nya dan turus saja melirik kearah hutan, berharap Yangmulia cepat kembali.


"Pengawal Joen, bertahan lah" Lirih Yoona dengan ekspresi penuh khawatir, Hingga akhirnya Yangmulia dengan nafas terangah datang dan dengan sigap, menumbuk dadaunan yang dibawanya dari dalam hutan lalu membalurkan nya pada bagian tangan pengawal Joen yang terluka.


" Nona! Tolong berikan obat ini kepada Yangmulia juga" Desis Pengawal Joen dengan sedikit menahan rasa sakitnya tapi dirinya sempat melihat bahwa Yangmulia juga terluka.


" berikan tangan anda" perintah Yoona yang meminta Yangmulia mengulurkan tangannya.


"Aku tak apa"Lirih Yangmulia, yang masih saja mengobati luka Pengawal Joen.


Namun Yoona tetap memaksa dengan menarik, lalu memainkan sedikit semi sedikit baju Yangmulia, hingga akhirnya luka besar di bahu Yangmulia membuat Mereka tercengang, bahkan matanya membola sempurna.


"Bagaimana bisa kau bilang anda baik-baik saja"Marah Yoona yang mengambil sedikit tanaman obat itu, lalu menabuhinya ke luka goresan besar ditangan Yangmulia.


"Sssss" Desis Yangmulia kerena Yoona tidak berhati-hati.


"Maafkan aku! Aku tidak sengaja" Ujar Yoona yang masih saja fokus mengobati luka goresan Yangmulia.


Setelah mengobati Yangmulia dan Pengawal Joen mereka semua kini kembali menuju ketempat tinggal Yangmulia dan Yoona.


" Kau sebaiknya menginap disini saja" Usul Yangmulia kepada pengawal Joen.


"Tapi, bagaimana dengan istana" Lirih pengawal Joen.


"Ini sudah terlalu larut, jadi akan sulit untuk kembali"


" Baiklah"  pengawal Joen hanya mematuhi ucapan Yangmulia.


Sementara itu, Yoona sedang sibuk di dapur untuk membuat kan makan malam untuk Yangmulia, pengawal Joen dan dirinya.


"Yoona! " panggil Yangmulia saat mencium bau enak dari arah dapur.


"Ya tuan ku! Aku sedang memasak lebih baik istirahat saja dikamar, akan ku pangil jika sudah siap" Teriak Yoona yang mengira Yangmulia berada diruang tengah, padahal Yangmulia kini Sudah berada tepat dihadapan nya.


" Kenapa berteriak? " Tanya Yangmulia yang tersenyum menatap kearah Yoona yang sedang kesusahan dengan rambut nya yang terurai.


"Ahhh! Mengagetkan ku saja" Ucap Yoona yang menjadari Yangmulia kini sudah berada tepat dihadapan nya.


Yangmulia lalu mendekat kearah Yoona, dan mengambil sebuah karet gelang lalu menguncir rambut Yoona yang sedari tadi mengagunya.


" Terimakasih" Ucap Yoona dengan tersenyum manis menghadapkan wajahnya kearah Yangmulia.


"Tidak masalah" jawab datar Yangmulia.


"Tapi...! Aku hanya sedikit ragu? Apakah istri ku ini benar-benar bisa memasak" Tanya Yangmulia yang kini berdiri disamping Yoona.


Yoona yang mendengar itu, langsung saja menatap sisinis kearah Yangmulia.


" Tuan ku, Yangmulia Keizen yang tercinta! Sebaiknya anda duduk saja  dan melihat saja"perintah Yoona yang kini mendorong tubuh Keizen untuk duduk dikursi.


" Baiklah nona Yoonahe saya akan duduk dan patuh kali ini"  ujar Yangmulia, yang kini hanya duduk dan melihat kearah punggung Yoona yang sedang teramat sibuk dengan masakanya.


"Ahhh enak sekali hidup seperti rakyat biasa, berjalan-jalan bersama istri, lalu makan malam romantis berudua" Lirih Yang mulia  yang terdengar samar oleh Yoona.


"Maksud anda Tuan ku? Aku tidak begitu mendengar?" Tanya Yoona yang penasaran.


" lupakan dan lanjukan saja perkerjaan mu"


@


@


"Mohon maaf selir Yoon! Hamba tidak membantu" Ucap Pengawal Joen dengan sedikit membungkuk memberi hormat kepada Yoona.


"Tidak masalah, kau terluka, sebaiknya cepat habiskan makananmu lalu kembali beristirahat" usul Yoona kepada Pengawal Joen.


"Betul apa yang dikatakan selir Yoon, Aku kali ini setuju dengan nya" Balas Yang mulia kepada pengawal Joen.


Setelah selesai makan malam, pengawal Joen langsung masuk kedalam kamar, bagitu juga dengan Yoona dan Yangmulia yang kini sudah berada didalam kamar.


"Yoona" Panggil Yangmulia, yang kini sudah merebahkan badannya yang teramat lemas diatas Kasur.  Sedangkan Yoona kini masih asik menyisir rambutnya didepan cermin.


" Kenapa tuan ku...?"


"Kemarilah..."


Yoona lalu datang menghampiri dan duduk tepat disamping tubuh Yangmulia.


"Ada apa?" Tanya Yoona yang merasa heran dengan sikap suaminya yang begitu manja, dan terus saja menarik tangan Yoona ka dalam pelukannya.


" Aku hanya ingin kau disini! Naik lah," Lirih Yangmulia dengan menepuk-nepuk kasur kosong disebelahnya meminta agar Yoona duduk disana.


Yoona hanya patuh dan duduk disana, Namun tak lama Yangmulia justru menarik paha Yoona, lalu tidur diatasnya.


"Kenapa kau begitu manja tuan ku" Tanya Yonna yang kini membelai lembut puncak kepala suaminya itu.


"Aku hampir saja kehilangan mu hari ini, jadi aku mohon jangan pernah berfikir untuk meninggalkan aku" Pinta Yangmulia seraya terus saja mencium telapak tangan Yoona.


"Baik! Aku tidak akan meninggalkan anda" Jawab bohong Yoona yang terus saja membelai lembut rambut Yangmulia Keizen.


"Maafkan aku, aku mungkin tidak akan lama berada disini" Lirih Yoona yang memang sudah berfikir bahwa setelah selesai melahirkan bayi mereka Yoona akan kembali kedunia aslinya.


Bahkan untuk saat ini juga Yoona mengajak Yangmulia untuk hidup didesa hanya untuk menikmati waktu bersama dengan pria yang dia cintai, juga Yoona akan berusaha sebisa mungkin untuk memulihkan semua kekurangan gizi yang masih merajalela disini, sehingga ditahuh depan tidak ada lagi kekurangan gizi yang terjadi pada anak balita.


________


Malam kini sudah berganti pagi, Yoona sangat Engan untuk terbangun, dirinya bahkan masih ingin terlelap lebih lama didalam dekapan Yangmulia yang masih sangat bagitu hangat dicuaca yang sedingin ini.


" Yoona, kau sudah bangun" Lirih Yangmulia yang terbagun karena pergerakan Yoona.


"Eummm,, Tapi aku masih ingin tidur" lirih Yoona dengan suara parau khas bangun tidur.


" Baiklah, tidurlah lebih lama lagi" Ujar Yangmulia yang kini mendekap lebih erat tubuh Yangmulia.


"Tuan ku..."Lirih Yoona.


"Emmmm"


"Apakah kita bisa begini terus"


"Tentu saja bisa, bahkan hingga kita menjadi tua, aku akan terus mendekap hangat tubuh istriku yang cantik ini"


" Kenapa kau menggoda ku"Tanya Yoona dengan sedikit mengelitik perut Yangmulia Keizen.


" Aku tidak menggoda mu, aku serius mengatakanya" Balas Yangmulia dengan memberikan kecupan mesra di pucuk kepala Yoona, yang membuat Yoona semakin nyaman dan mendekap lebih erat lagi tubuh suaminya, yang bahkan wangi tubuhnya sudah menjadi wangi yang paling menenangkan dan begitu nyaman untuk Yoona.


Hingga akhirnya Yoona dan Yangmulia kini terlelap kembali hingga matahari siang sudah menyusup masuk tidak mampu membangunkan suami istri yang sedang berbunga-bunga karena cinta yang begitu suci.