INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Siapa gadis bercadar itu?



***


Tidak lama setelah yang mulia pergi meninggalkan Kinaya.


Himchan datang menghampiri Kinaya yang terlihat kesal.


" Yonnahe, kenapa malam-malam berdiri disana. bukan kah kau juga tau? kalau dibawah sana ada seseorang yang bunuh diri beberapa tahun yang lalu" Himcan berbohong dan menakuti Kinaya.


Kinaya langsung saja bergegas naik dan mengikuti Himchan dari belakang.


" Rupanya bodoh juga" Batin Himchan menertawakan Yoona.


" Hei tuan dari mana anda malam-malam begini" Tanya Yoona.


" Aku hanya tidak sengaja lewat" bohong Himchan, yang sebenarnya sedari tadi ia memang mencari keberadaan Yonna.


"Kau kenapa kau belum tidur, dan masih berkeliaran disini sudah malam begini"Tanya nya kepada Yonna.


" Aku tidak bisa tidur" Jelas Yoona


Himchan tiba-tiba memberhentikan langkah nya. Yoona yang berjalan di belakang nya, sedari tadi tidak melihat kedepan dan hanya tunduk kebawah, seperti biasa ia selalu menabrak dada bidang Himcan.


"Awwwww" Ucapnya mengelus dahinya yang tak sakit itu.


" Mau melakukan sesuatu?" Tanya Himchan yang kini tubuh nya semakin mendekat dengan tubuh Yoona.


"Me,,,, lakukan apa? ini sudah larut" Gumam Yoona merasa heran seraya memalingkan wajahnya , karena tak kuasa menatap wajah pria tampan yang kini sangat dekat dengan wajah nya.


" Tidak bisa, ini hanya bisa di lakukan malam hari" Bisik Himchan ketelinga Yonna.


Langsung saja Himchan menarik tangan Yoona untuk bergegas membawa nya kesuatu tempat.


*****


"Dimana kita sekarang?, kenapa harus menutup mata seperti ini" Tanya Yoona yang merasa heran.


" Kau diam saja" perintah Himchan yang kini tangan nya berada di bahu Yonna.


Yoona Sebenarnya sedikit risau sekarang, apa yang akan di lakukan seorang pria dan wanita malam- malam begini sambil menutup mata begini.


" Kita sudah sampai, buka lah mata mu" Ucap Himchan.


Yoona perlahan membuka, kain hitam penutup matanya, Ia membuka pelan matanya, dan betapa terkejutnya saat melihat taburan bintang yang sangat indah di langit. Namun ini terlihat dari jarak yang sangat dekat.


"waahhhh" Yoona terengah dan melangkah pelan mendekati pilar pembatas di depan.


" Hati-hati" Ucap Himchan.


" Dimana kita berada sekarang? kenapa ada tempat yang indah ini di istana?" Tanya Yoona yang kini membalikkan tubuhnya dan menatap kearah Himcan yang berbeda di belakang nya.


" Kita berada di menara Domsan, tempat tertinggi di istana, Apa kau suka" Tanya Himcan.


Yoona hanya, mengangguk dan kembali fokus menatap bintang- bintang yang terlihat indah di angkasa.


Tubuh nya mulai merasa kan kedinginan, karena angin malam yang semilir menembus pakaian tipis miliknya.


Himchan, yang menyadari itu, lalu menuju masuk kedalam ruangan kecil yang berada di sana. Mengambil sebuah kain tebal dengan bahan bulu berwarna putih dan membalutnya pada bagian pundak Yoona hingga menutupi sebagian dari tubuhnya.


Yoona dengan cepat kembali menatap ke arah Himchan, dengan tersenyum lebar kepadanya nya.


mereka menikmati suasana hening malam ini, hanya ada mereka saja disana.


" Kau mau turun, malam sebentar lagi akan berganti pagi? tidak baik jika terlalu lama berada di luar" Usul Himchan.


" Yahhh, padahal masih pengen disini" Ucap kecewa Yoona.


" Kita bisa berkunjung kembali lain kali" Ujar Himchan, mengengam tangan Yoona. Lalu menarik nya untuk turun.


Himchan lalu mengantar kan nya hingga sampai di depan pintu kamar nya.


" Kau masuk saja, aku akan pergi jika kau sudah masuk" Ujar Himchan.


Yoona kini sudah hampir melangkah kan kakinya memasuki ruang kamar nya. Namun seketika berbalik dan menuju kearah Himchan.


" Terimakasih tuan" Iya hanya sebatas untuk mengucapkan itu lalu bergegas masuk kembali.


****


*


*


Hari baru sudah dimulai.


Semua Selir dan beberapa pelayan, serta permaisuri dan ibu suri sudah berada di tempat itu.


Sebuah aula outdoor dengan banyak pilar-pilar, berwarna putih yang terpasang kokoh.


Semua orang terlihat sangat sibuk mengurus penampilan nya.


Sebagian masih saja sibuk membereskan sanggul nya, dan banyak juga yang memastikan gaun nya. Ada juga yang masih sibuk membenarkan riasan.


"Harap tenang, acara akan segera dimulai" Ucap dayang Hong membuka acara.


Semua mata tertuju arah depan.


Menatap cantik nya dewi bumi, sang permaisuri Yangmulia Raja, Yang tampak menawan dengan balutan gaun khas wanita kerajaan.


Sementara itu, di sudut aula. Di area masuk seorang gadis pelayan, terlihat sangat sibuk dengan wajah yang penuh ke khawatiran.


" Bagaimana ini? Aku harus bagaimana kemana perginya Nona" Gumamnya seraya mengucek ujung pakaian nya.


Tidak lama, Semua pria istana.


Para lelaki bangsawan dengan balutan baju istana yang mewah. Dan memiliki ketampanan yang luar biasa.


Mereka kini semua , sudah bersiap menyaksikan acara yang akan digelar sangat megah ini. Namun Mora masih saja berdiri di pojokan dengan penuh harap Yonna tidak melarikan diri.


Tapi, Sekarang acara sudah di mulai dengan Irama musik yang saling berhubungan.


Ke 9 Selir, kini sudah berada di tengah aula dan akan segera memulai pertunjukan ini yang akan di buka dengan tarian para selir.


Saat semua orang yang berada disana merasa heran, mengapa hanya ada 9 Selir saja. Bukan kah seharusnya ada 10 selir.


Kemana Selir dari keluarga Yonna?.


Nona Hong yang menjadi pemimpin pemilahan Selir, mencoba bertanya kemana perginya Selir Yonna dari keluarga yoon.


Namun tidak mendapatkan jawaban.


Lalu, karena semua para tamu sudah berkumpul. maka dayang hong tidak dapat menghentikan acara tersebut.


Sembilan Selir yang lain sudah mulai mengahentak kan kaki dan mengoyang kan tubuh nya, memainkan tarian yang memang sudah di pelajari nya beberapa hari lalu.


Sementara itu dayang Hong, masih tampak sibuk bersama Mora mencari keberadaan Yonnahe.


Himchan dan jung istrinya, Menatap kesetiap sudut mencoba menahan keponakan nya itu yang tidak terlihat di antara para Selir muda lainnya.


Namun di tengah kesibukan mereka mencari Yonnahe, dan diantara keriuhan tarian yang di bawakan para Selir.


Muncul lah seorang wanita, yang memiliki tubuh gemulai dengan menutupi wajahnya dengan kain putih seperti cadar, bergabung kedalam pasukan tari para selir.


perlahan, mengikuti setiap gerakan yang dilakukan mereka.


Dayang Hong dan Mora merasa lega, mereka menyadari bahwa itu adalah Yonnahe yang sedang mereka cari sedari tadi.


****


Semua pasang mata tertuju pada paras wanita itu, yang tetap terlihat cantik meski menutupi nya dengan cadar penutup wajah nya itu, dan hanya tampak bola mata nya yang berwarna kecoklatan, menambah kecantikan yang dimiliki Yonnahe.


Permaisuri berbisik kepada Anna.


"Anna siapa wanita di sebalik kain putih itu"


" Itu, Nona Yonnaa, putri dari bangsawan yoonshik.


Permaisuri, merasa terasingi melihat salah satu Selir yang mulai yang lebih cantik itu.