
" Ternyata kau ingin melakukan ini Nona. Baiklah kami akan melayani mu malam ini"
mereka mulai berani menyentuh dagu Yoona yang sudah tidak berdaya itu.
Namun Tiba-tiba saja hal yang tak terduga terjadi. Kedua pria itu kini sudah tewas, karena seseorang mengarah kan busur panah lalu mengenai 2pria hidung belang itu.
Yoona yang tercegang dengan separuh sadarnya dan masih saja memegang kepala nya. Secara perlahan membuka mata dan mentap ke arah seorang pria yang begitu gagah jalan menuju ke arahnya.
" Mengapa kau sangat ceroboh dan mengapa pula seorang wanita berjalan sendiri malam hari kemana para pelayan itu" Pria itu yang kini mengendong Yoona terus saja mengomelinya.
"Apa pedulinya kau. Turunkan saja aku disini" Yoona terus saja menepuk -nepuk dada bidang milik pria itu.
Pria itu kini sudah menurunkan Yoona, merebahkan gadis itu di sebuah kursi kayu di di depan rumah milik warga.
" Minum ini" Ucap pria itu memberikan botol berisi air.
Yoona dengan sigap meraih botol itu, meminum seteguk air. Hingga akhirnya menyadari rasa sakit di kepalanya sudah tidak terasa begitu sakit lagi.
" Aku bertanya kepada mu? kenapa kau pergi sendiri" Hentak pria itu kepada Yoona.
" Tidak ada urusan dengan anda Yangmulia " Yoona menunduk hormat lalu melangkah pergi.
" Mau kemana kau" Hentak yangmulia lagi.
Yoona lalu menarik tangan Yangmulia, saat melihat dari kejauhan para warga sedang di sandra.
" Cepat sedikit" Ucap Yoona pelan meminta Yangmulia untuk lebih berhati-hati.
Yangmulia saat di gemgam Yoona merasa sebuah kenyamanan dari tangan wanita ini.
" Kenapa dia saat mengengam ku rasanya familiar gini" Batin yang mulia yang sedari tadi tidak mengalihkan pandangannya.
" Heloo Tuan, sempat-sempat nya ada melamun. Hadeuh..." Lirih Pelan Yoona.
Yoona sedang berusaha bersembunyi untuk mencari situasi yang pas agar bisa membantu warga yang di sandara itu. Sedangkan yangmulia masih terpesona menatap Yoona. Terlebih lagi Yangmulia sudah mengetahui alasan mengapa Yoona mencuri, setelah menyelidiki nya sendiri.
" Hei tuann,,," Lirih pelan Yoona.
" Apa! Ada apa? " Yangmulia tersadar dari lamunannya.
" Aishh sudah kubilang jangan berisik" Yoona membalikkan tubuh, menutup mulut yang mulia dengan tangan nya.
Mata mereka saling bertaut, nafas mereka saling menderu. Yang mulia yang penasaran dengan wajah dari Yoona ini lalu melingkar kan sebelah tangan nya pada pinggang Yoona, lalu menarik nya agar sedikit lebih dekat.
Tapi karena kecerobohan Yoona yang berusaha mundur dan lepas dari dekapan Yangmulia membuat mereka ketahuan.
" Siapa disana.." Ucap penjahat yang melihat keberadaan mereka disini.
Mereka lalu di todong dengan sebuah pedang meminta mereka untuk maju. Yangmulia yang baru menyadari sedang terjadi penyadaran dengan sigap langsung mencoba melawan penjahat itu.
" Apa yang dia lakukan ( Yoona menepuk jidatnya) Dia bahkan tidak membawa pedang nya"
Lalu benersaja. Ternyata para preman itu bertambah banyak, dan mengepung Yangmulia.
" Sudah kuduga ini pasti aka terjadi. mengapa ada Yangmulia bodoh seperti dia" Gumam Yoona.
Yoona lalu menerjang menerobos para pria dewasa yang bertubuh besar itu sedang mengapung yang mulia, dan kini dirinya juga ikut terperangkap.
" kenapa kau kesini. menyulitkan saja" Gumam Yangmulia kepada Yoona.
" Kau diam saja" Ujar Yoona yang dengan cepat menendang satu persatu pria yang sedang mengepung mereka.
" Dia sebenarnya wanita apa pria" Gumam Yangmulia, merasa kagum.
" Kenapa kau hanya diam saja cepat bantu aku"
Yooona kini berlari menuju kearah Mora dan beberapa warga yang masih bertekuk lutut di tanah, dengan tangan yang di ikat di belakang.
" Nona apa kau baik-baik saja" Ucap mora yang dengan sigap memeluk Yoona.
" Aku baik-baik saja mora. Sudah tidak perlu menangis lagi" Yoona memengang kedua pipi Mora.
Yooona setelah selesai membantu warga untuk melepaskan ikatan Kepada mereka. Lalu beberapa di antara mereka!
" Terimakasih Nona sudah membantu kami"
Ucap warga serentak.
Yoona hanya tersenyum. Namun dayang Meng yang juga berada disitu jalan mengahampiri Yoona, lalu berbisik pelan.
"Hukuman mu menghapus dosa akan ditambah karena kau tidak mau mendengar pesanku untuk tetap di rumah"
" Tapi A- ku hanya ingin membantu warga" Pekik Yoona kepada Dayang Meng yang sudah mulai menjauh dari hadapannya.
" Nona. Bagaimana bisa anda bersama dengan Yangmulia?" Bisik Mora disela-sela perjalanan mereka kembali kerumah.
" Ceritanya panjang Mora! Tapi kenapa pergi Yangmulia sekarang Mora?"
" Mungkin saja dia sudah kembali keistana nona. Karena bagaimanapun ia tidak bisa muncul di hadapan warga dengan menggunakan pakaian biasa. Juga, jika di antara warga ada yang mengenali Yangmulia. Maka anda juga sudah ketahuan.
Maka kita tidak bisa mengasingkan diri didesa ini lagi Nona"
" Ouuh untung saja di sudah pergi" Yoona berjalan santai dan meninggalkan Mora di belakang.
" No-na kekuatan mu sudah kembali. Kau bahkan bisa mengalahkan para preman itu"
Kinaya hanya tersenyum. mengingat gadis Yoona he dan kekuatan nya selalu membantu dirinya dalam kesulita.
@@@@@
Hingga akhirnya mereka tiba di rumah. Himchan sudah menanti penuh kekhawatiran di depan pintu masuk rumah itu.
" Tuann bagaimana kau bisa ada disini" Tanya Yoona seraya berlari menuju ke arah Himchan.
" Ada yang melaporkan ke istana, jika desa tempat Selir mengasingkan diri, terjadi penyandaraan"
" Aku baik-baik saja" Yoona tersenyum kearah Himcan.
" Tuan apakah kau sudah makan? bagaimana kalau aku memasak untuk mu sebagai ucapan terimakasih karena kau sudah jauh-jauh kemari" Yoona menarik tangan Himchan mengarah menuju ke arah dapur.
" Sudah lama sekali aku tidak memakan makanan buatan mu" Himchan tersenyum.
" Maaf Tu- an bisakah untuk tidak diam saja!
Bisakah an-da membantu saya" Canda Yoona kepada Himchan.
Namun Himcan menganggap serius. Lalu dengan sigap bagun dan mencoba memotong sayuran yang akan di masak Yoona.
" Tu- an apa yang kau lakukan" Yoona menatap nasib sayuran yang di potong Himchan bahkan sudah tidak berbentuk sekarang.
" Aku membantu mu" Jawab Santai Himchan melanjutkan perkerjaan nya memotong- motong sayuran
Karena Himacan, tidak mau mendengar Yoona. Yoona pun akhirnya berdiri di belakang Himchan memegang dari arah belakang pisau yang sedang berada di tangan Himcan, lalu secara perlahan memotong sayuran itu bersama. Mata Himchan sedari tadi hanya terfokus kepada Yoona, ia bahkan tidak melihat ke arah sayuran.
Yoona yang menyadari itu dengan spontan langsung saja melepaskan tangan nya. Lalu secara perlahan mendorong pundak Himchan, meminta nya untuk duduk saja.
" Tuan lebih baik anda duduk manis saja"
Ucap Yoona menepuk bahu Himchan.