INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Hukaman



Hari sudah berganti pagi.


Siang ini di bawah terik mentari yang tak terlalu panas, dengan terbangan angin sepoi-sepoi yang berhembus syahdu.


Sebagian dari semua wanita muda, kerjaan dan beberapa selir dari yang mulia sudah berkumpul di area sulaman, milik Nona Jung.


Permaisuri Alura juga ikut serta di sana.di area terbuka di tepi danau nan indah.


" Heii kau!!!" pekik Permaisuri yang terburu melangkah mengahampiri Yonnhe yang sedang sibuk dengan sulaman kain sutra berwarna biru muda di tangan nya itu.


" Sa_ya nona" jawab Pelan Yoona memegang dada nya.


" IYa kau! Gadis murahan dengan wajah buruk rupa yang kau tutupi itu" Permaisuri berjalan memutar mengelilingi tubuh yonnahe.


"Bisakah kau membuka penutup wajah mu ini" Permaisuri semakin lancang, kini ia hampir saja menarik cadar penutup wajah Yoona.


Namun Yoona dengan sigap berusaha menapih tangan permaisuri.


" Maaf nona! Tapi saya tidak bisa membuka ini.


Yonnahe perlahan mundur, karena tidak ingin Permaisuri mengetahui bahwa dirinya adalah Kinaya.


"Apa jangan-jangan..!! Wajah mu sangat jelek. dan kau,, segaja menutupi nya dengan kain putih itu agar kau bisa masuk ke istana dan menjadi selir yang mulia" Fitnah Permaisuri.


Ucapan Permaisuri membuat semua orang yang ada disana menatap sinis ke arah Yoona.


Mereka berbisik-bisik mengatai wajah yonna yang buruk rupa itu.


Mereka semua hanya sekedar menyimpulkan saja, tanpa melihat wajah cantik milik gadis itu.


Kinaya tanpa sadar mengempalkan kedua tangannya dan hendak menampar permaisuri sialan itu.


Namun dengan sigap tangan nya di tahan oleh Mora, sang pelayan. Karena mora tahu, jika yoonhe melakukan itu kepada permaisuri. Yonnahe mungkin saja akan di keluarkan dari istana.


"Kau lihat,! seorang pelayan biasa bisa menghentikan nona nya" Ejek permaisuri.


"kau memang pantas bergaul dengan pelayan. karna kau memang wanita rendahan dan sangat tidak pantas bersanding dengan yang mulia Raja, kasta mu sangat jauh di bawahku, aku heran mengapa mereka mengijinkamu menjadi selir di istana ini, maka tempat ini telah tercemar dengan kuman rendahan seperti kalian ucap Alura lantang dia berniat mempermalukan Yonna dan Mora di depan semua orang.


Orang-orang yang berada disana hanya menyimak tanpa ingin ikut campur urusan kedua wanita ini, terlebih pada Permaisuri Alura yang selalu membuat ulah karna kesombongannya.


Sementara Alura masih saja berbicara Yoona dan Mora justru meninggalkan Tempat itu.


*


*


*




Sudah beberapa hari belakangan ini, Yonnahe dengan bantuan pelayan nya mora berhasil mencuri dan membagikan makanan Kepada para warga yang kesusahan.



\*\*\*



Namun, beberapa pelayan Istana yang lain nya menyadari ada seorang pencuri di dalam Istana.



Berita tentang pencurian yang terjadi di dalam istana sudah sampai kepada yang mulia.



Dan Yang mulia hendak turun tangan sendiri untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan siapa pencuri yang mengambil makanan istana.



\_\_\_



Sementara itu permaisuri yang masih teramat kesal kepada Yonnahe. Diam-diam mengikuti nya bersama sang pelayan nya Anna. menyelidiki secara diam-diam siapa sebenarnya gadis yang wajahnya di tutup cadar itu, dan siapa sebenarnya Yonnahe itu.



Permaisuri dan anna memperhatikan setiap gerak gerik dari Yonnahe.



Lalu betapa terkejutnya Permaisuri Alura saat mendengar ucapan seorang gadis pelayan yang mengatakan bahwa seseorang sedang mencoba mencuri makanan di gudang penyimpanan istana.



Maka dengan sigap permaisuri Alura menuju ke arah ruangan itu. Saat tiba di sana betapa terkejutnya Alura . Saat melihat seorang pria sedang memegang kasar tangan pencuri itu.



" Kau!!! Ternyata kau seorang pencuri" Pekik Permaisuri menunjuk ke arah Yonnahe yang kini tangannya di ikat ke belakang badan dengan kasar oleh Pangeran ke 4.



Yonnahe hanya mendukan wajah nya, berusaha sebisa mungkin agar permaisuri tidak membuka cadar nya.



"Aku selama ini sudah menduga. Bahwa kau! memang benar-benar seorang gadis murahan" Permaisuri mengangkat dagu Yoona dengan jari telunjuk nya. Bahkan hampir saja menarik penutup wajah itu.



Namun, Tiba-tiba ..




Seruan pelayan terdengar dari arah luar.



Semua yang berada di ruangan itu tunduk, serta Yoona juga  ikut patuh tunduk.



Namun secara perlahan ia mencoba melirik ke arah yang mulai, karena ia sangat penasaran setampan apa wajah pria itu.



" Apa ini! Dia yang mulia? Bagaimana Ryo seorang yang mulia. Ahsss, Apalagi yang belum ku tahu" Batin kinaya penasaran saat mengetahui pria yang bersama nya malam itu adalah Yangmulia.



" Kauu! Bukan kah kau selir yang mulia"



Ucap Dero yang hampir saja memukul Yoona karena kecewa ,mengapa bisa seorang Selir mencuri makanan.



" Hentikan" Perintah yang mulia.  Lalu menarik paksa tubuh Yoona dan dengan seenaknya ia lempar ke tanah di luar ruangan itu.



" Apa ini? Dia yang mulia?. Berarti selama ini aku ditipu olehnya. dan sekarang, Dia akan menghukum ku"  Batin kinaya yang secara perlahan matanya ikut menetes airmata yang sudah tak terbendung. Apalagi mengingat pria yang begitu kasar ini, adalah pria yang mengambil kesucian nya malam itu.



\_\_\_\_



Sementara itu disaat suasana sudah sangat tengang dan yang mulia dengan amarah nya.



Mora,  Justru berlari sekuat tenaga berusaha memberi tahu Himacan bahwa nona nya sedang dalam masalah.



Himchan! Yang mendengar kabar itu bergegas menuju area lapangan istana. Karena tahu jika disana akan di laksanakan hukuman untuk seseorang yang mencuri.



Dan benar saja, Himchan dan Mora tiba disana.



Terlihat di tengah lapangan nan luas itu, seorang gadis bercadar sedang di ikat tangannya di atas kepala, serta cambukan besar yang akan segera mendarat di bahu nya.



" Katakan untuk apa kau mencuri makanan"



Tanya seorang Algojo yang memegang cambuk besar.



Namun kinaya hanya bungkam tidak menajawab apapun. Karena tidak ingin Mora dan para warga yang tidak bersalah itu akan mendapatkan hukuman juga. Terlebih lagi rasa kecewanya, karena pria yang ia cintai sudah membohongi nya dengan status palsu nya hanya sebagai seorang Cendikiawan biasa.



" Hentikan" Triakan Himchan memberhentikan cambuk yang hendak mendarat itu, serta kinaya yang sudah memejamkan matanya, mengingat cambukan yang pertama tadi sangat meyakinkan nya.



"Yang mulia... mengapa kau? menghukum gadis ini" Himchan menghadap yangmulia yang sedang menyaksikan hukuman itu.



"Dia sudah mencuri! Dan dia pantas mendapatkan itu" Jawab datar yang mulia.



"Tapi  dia seorang selir mu. Apa salahnya bertanya? untuk apa ia melakukan nya"



" Aku sudah bertanya. Namun ia hanya bungkam"



Himchan yang mendengar itu perlahan menaiki tangga dan mendekat ke Yoonahe.



"Yonna, Mengapa kau melakukan ini"



Namun Yoonahe masih bungkam dengan mengelengkan kepalanya, dan terus saja menangis, sehingga membasahi penutup wajah nya itu.



"Kau sudah lihat saudara ku...gadis itu memang sengaja melakukan nya" Yangmulia berkata seperti itu, setelah di hasut oleh permaisuri yang memang tidak suka terhadap Yoonahe.