INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Di asingkan.



Mora sudah selesai mengamas pakaian Yoona, dan lalu meminta Yoona untuk bersiap dan segera menganti pakaiannya.


***


Yoona kini sudah menganti pakaiannya dengan pakaian wanita sederhana berwarna putih sedikit kekuningan itu.


" Mora, apa harus mengunakan pakaian seperti ini" Yonna memutar kan tubuh nya.


" Tentu nona"


Yoona hanya patuh dan tak bertanya lagi, kini ia sudah duduk di menghadap kaca berusaha memasang hiasan rambutnya.


" Nona apa yang sedang kau lakukan" Mora mengambil hiasan rambut dari tangan Yoona.


" Aku hanya ingin menghias rambut ku"


" Kau tidak bisa melakukan itu Nona, Jika seorang wanita yang di asingkan di larang membawa aksesori wanita bangsawan" Mora menjelaskan.


" Aaaaaam Mora! Aku benci ini"


Yoona melangkah keluar dari ruangan nya dengan sangat tergesa, hingga akhirnya ia kaget saat melihat, Himcan dan Jung sudah berada di depan Pintu kamar nya.


" Yoonaaa." Jung yang terlihat sangat pucat itu memeluk Yoona erat.


" Eonii. Tubuh mu" Yoona menyadari suhu tubuh Jung yang panas.


" Khuk"


"khuk" Batuk Jung, yang lalu tersenyum kepada Yoona, dan perlahan mengelengkan kepalanya seakan dia baik-baik saja.


Yoona yang merasa khawatir terhadap Jung lalu perlahan mendekat Himacan, dan lalu bertanya.


" Tuan, bisakah aku tidak pergi mengasingkan diri? Aku hanya ingin disini dan menjaga Eonni"


Himchan hanya terdiam, menatap begitu dalam mata Yoona.


" Aku baik-baik saja yoona. Percaya lah padaku (Jung menurunkan dagunya) kau harus tetap melakukan pengasingan ini".


" Ta-pi Eoniii" Rintih nya.


" Eonni mu benar kau harus tetap pergi" Saut Himchan.


" Aku tidak ingin pergi mengapa kalian memaksa ku" Hentak Yoona.


Lalu seketika saja suara seorang lelaki yang tak asing terdengar.


" Kau boleh tidak pergi" Ucap yang mulia melangkah maju, menuju Yoona.


" Sudah kuduga, kamu pasti tidak sejahat itu Ryo" batin Yoonna yang merasa Yangmulia akan bebaik hati kepada nya. Namun perkiraan nya salah, karena Yangmulia Justru berkata.


" Jika tidak ingin pergi, maka terima saja hukuman mati" Tegas nya.


Semua yang ada di sana tercengang mendengar perkataan itu, dan Himchan dengan sigap menerkam dan hendak memukul yang mulia karena berkata seperti itu.


" Hentikan, aku akan pergi" Yoona yang merasa semakin membenci Yangmulia lalu berjalan menuruni tangga, menuju Tandu yang sudah di siapkan di gerbang utama istana.


" Eonni! Jaga dirimu" Yonna yang memaksakan tetap tersenyum di hadapan Jung.


Lalu sebelum Yoona benar-benar masuk kedalam tandu ia menatap penuh harap kepada Himchan, Himchan menyadari itu dan sangat merasa bersalah karena tidak bisa membantu Yoona.




Yoona, yang kini sudah berada di dalam tandu yang secara perlahan mulai menjauh dari istana.



" Nona apa kau baik-baik saja" Mora mengetuk jendela tandu itu karena merasa khawatir kepada Yoona. Yang sedari tadi hanya terdiam tanpa suara.



" IYA" Jawab datar Yoona yang sedang menyeka air mata dari matanya, yang sedari tadi jatuh membasahi pipinya.



\*



\*



\*



Mereka kini sudah sampai. Menyadari tandu itu sudah berhenti, Yoona bertanya kepada mora.



" Mora, apakah aku sudah sampai"



Mora, membuka pintu Tandu itu. Lalu secara perlahan memengang tangan Yoona yang sedang mencoba keluar dari tandu.



" Mora, tempat apa ini" Tanya Yoona saat menatap kesekitar. Melihat sekeliling hanya ada perpohonan berwarna hijau di sekitar jalanan kecil itu.



" Kita hampir sampai nona"



" Mora, apa itu? mengapa para pengawal membawa tandu itu pergi dan meninggalkan kita disini" Yoona tercengang saat tandu yang membawa nya tadi berbalik arah kembali ke istana, sedang kan mereka di tinggal kan di hutan.



" Nona sebelah sini" Mora menunjukkan arah, melewati semak belukar.



Dan betapa terkejutnya Yoona, saat melihat sebuah desa yang sangat asri terpampang di depan matanya.



" Mora kita dimana" Tanya nya dengan ekspresi kagum.



" Kita di Desa Merto, Nona"




" Nona hati -hati" Pinta Mora, yang merasa heran mengapa Nona nya terlihat begitu bahagia menatap tempat ini, padahal ini hanya Desa biasa yang terletak di bagian selatan istana.



Bagaimana Yoona tidak kagum, karena yang berbeda di tubuhnya adalah Kinaya. Kinaya seorang gadis modern yang selalu hidup di area perkotaan, jarang sekali ia melihat pemandangan yang begitu menakjubkan ini.



" Mo,,.ra kemari lahh. Aku sangat senang berada di sini" Yoona berlari secara memutar-mutar kan tubuh nya, Sehingga tidak sengaja menabrak seseorang yang berjalan ke arah nya.



" Maaf! Maaf , aku tidak sengaja" Yoona menuduk.



" Tidak apa-apa nona. Upps sebentar, seperti nya aku tidak pernah melihat mu nona?



" Ya! karena aku baru saja dari is\_".



" Ismat" Mora memotong perkataan Yoona.



Yoona hanya diam dan mengiyakan perkataan Mora. meski pun ia merasa heran. Mengapa Mora tidak mengatakan yang sebenarnya saja.



" Kami duluan Nona" Ucap Mora yang menarik tangan Yoona, mengajak nya pergi meninggalkan wanita yang di tabrak Yoona baru saja.



" Nona maaf kan saya" Mora yang merasa bersalah karena sudah bersikap tidak sopan terhadap Yoona.



" Tidak apa-apa Mora. Tapi, Mengapa kau tidak bicara yang sebenarnya saja"



" Seorang selir yang sedang mengasingkan diri harus merahasiakan identitas asli nya Nona"



"Eumm pantes saja"



" Nona sebelah sini kita hampir sampai" Ucap Mora yang membuka kan gerbang sebuah rumah.



" Mora, Rumah siapa ini. Mengapa kita masuk kesini"



Rumah itu adalah Rumah khusus yang di siap kan istana untuk Selir yang sedang menjankan hukuman mengasingkan diri. Disana Selir tetap di berikan beberapa pelayan istana yang bertugas.



" Nona akhirnya kau datang" Ucap seorang paruh baya yang di tugaskan istana untuk menjaga Selir Yoona.



Yonna yang mengenali suara itu dengan sigap langsung saja memeluk wanita paruh baya itu.



" Nona kau tidak baik melakukan ini" Wanita itu melepaskan Yoona.



Yoona lalu membuka penutup wajah nya, dan wanita itu tercegang saat menyadari Yoona adalah Kinaya.



" Kau baik-baik saja. aku sangat merindukan mu" Ucap wanita itu yang tersenyum sumringah kepada Yoona.



" Ya aku baik-baik saja" Yoona membalas senyuman nya.



" Bagaimana bisa kau menjadi Selir Yoon" Tanya wanita itu.



" ceritanya sangat panjang. akan ku beritahu nanti" Yoona berbisik ketelinga wanita itu.



Sedangkan itu Mora yang melihat ini hanya terdiam tidak mengerti apa-apa, dan apa yang sedang terjadi.



" Mora aku mengenal wanita ini. dia adalah orang yang telah menyelamatkan ku" Yoona merangkul wanita itu.



Ya! wanita itu adalah wanita tua ibu dari Risa yang sudah memberikan nya tumpangan hidup. Saat kinaya baru saja masuk kedalam Dunia novel ini.



\*\*\*\*\*\*\*



Di istana.



Yangmulia masih saja mencari keberadaan kinaya yang sudah menghilang semenjak kejadian malam itu.



" Kemana perginya kamu. Apakah kau tidak merindukan ku" Gumam Yangmulia dengan wajah penuh kehawatiran berdiri di sudut danau tempat terakhir ia bertemu Kinaya.