INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Kenapa Yangmulia?



Hingga keesokan harinya, Yoona sudah terbangun terlebih dahulu.


Yonna menatap begitu dalam ke arah Yangmulia, yang masih terlelap di samping nya.


" Yangmulia, yang bodoh! bagaimana bisa dirinya masih tertidur di kamar selirnya. Bahkan di saat semua prajurit sedang mencari nya di luar" Gumam Yoona perlahan beranjak dari tempat tidur karena mendengar suara riuh dari luar.


Yoona melangkah dan membuat pintu, memberi tahu pelayan yang berjaga didepan kamar nya untuk memberi tahu bahwa Yangmulia sedang tertidur di dalam.


" Nona bagaimana bisa Yangmulia bersama anda" Tanya pelayan penasaran.


Namun Yoona hanya menutup pelan pintu nya dan masuk kembali kedalam kamar.


Tapi, seketika dirinya merasa egois jika tetap membiarkan Yangmulia berada dikamar nya. Karena bagaimanapun Yangmulia adalah Raja semua rakyat.


Yoona perlahan mendekati tubuh Yangmulia, duduk di tepi ranjang, lalu mengoyah kan pelan tubuh Yangmulia.


" Tuan ku! Sebaiknya anda bagun. Karena di luar sudah sangat riuh mencari keberadaan Anda" Yoona membelai lembut rambut suaminya.


Tapi, Yangmulia justru menarik Yoona kedalam pelukannya, mendekap bagitu erat tubuh Yoona.


" Tuan, Apa yang kau lakukan "Lirih Yonna berusaha melepaskan diri.


" Sebentar saja! aku mohon" Bisik mesra Yangmulia ke telinga Yoona.


Yoona hanya patuh dan terus saja menyentuh wajah Yangmulia. Menyentuh matanya, hidupnya hingga bibirnya.


" Mengapa kau bisa begitu sempurna" Lirih Yoona menyadari suaminya benar-benar tampan.


" Tentu saja! Aku adalah seorang Yangmulia mana mungkin tidak sempurna" Ucapnya seraya mempererat pelukannya.


" Dasar!" Yoona menepuk pelan pundak Yangmulia.


" Aw,awww" Desis Yangmulia.


" Aku hanya memukul mu sedikit" Ucap Yoona kembali membelai rambut Yangmulia.


" Tu-an! kenapa tubuh mu sangat panas?" Yoona memiringkan tubuhnya. Lalu memengang tubuh Yangmulia yang sangat panas itu.


"A-ku tidak tahu" Desi Yangmulia dengan nafas terputus.


" Mungkin saja kau masuk angin! Karena kehujanan semalam tuan ku" Yoona berusaha beranjak dan mencari pertolongan dari luar. Namun Yangmulia mengehentikan nya dan menarik kembali tubuh Yoona kepelukannya.


" Tu-an biarkan aku keluar" Yoona memohon agar Yangmulia melepaskan nya.


" A-ku tidak apa-apa! Jadi tinggalkan aku" Nafas Yangmulia semakin pendek.


"An-da masih bisa bilang tidak apa-apa?" Yoona kembali memarahi Yangmulia saat menatap wajah Yangmulia sudah memucat, bahkan tubuhnya sudah sangat teramat lemah, Juga deru nafas nya sudah tidak beraturan.


" Aku harus keluar! Aku mohon lepaskan aku"


Yoona memaksa Yangmulia, dan beranjak turun dari kasur.


" Tunggu! Jangan beritahu siapapun aku mohon" Lirih Yangmulia.


" Lalu aku harus memberi tahu siapa tuan ku" Hentak Yoona yang sangat khawatir.


" Cukup beri tahu kasim ku saja"


Yoona yang mendengar kan itu dengan sigap mencari keberadaan kasim kepercayaan Yangmulia. Sedangkan dirinya berlari kearah dapur berusaha mencari sesuatu yang bisa ia olah untuk bisa menurunkan panas.


" Nona kenapa anda masuk dapur! seharusnya anda tidak berada disini" Pelayan dapur berusaha melarang nya, karena wanita bangsawan tidak perlu memasak dan masuk kedapur


Yoona tidak peduli, ia terus saja menerjang masuk.


" Cepat berikan ku jahe! dimana kalian meletakkan nya" Ucapnya dengan penuh amarah yang bercampur kekhawatiran.


@@@@@@


Sedangkan disisi lain permaisuri seperti biasanya sedang mencari Yangmulia.


Kali ini, dirinya sudah mengetahui Yangmulia bermalam dengan Yoonahe.


Dirinya tidak mencari keberadaan Yangmulia kali ini. Tapi dirinya justru mencari Yoona.


Dalam perjalanan menuju kamar Yoona, Permaisuri dan anna melihat mora berlari tergesa-gesa menuju arah dapur.


Permaisuri dengan saran Anna justru mengikuti Mora dari belakang.


" Anna Kenapa kita harus mengikuti pelayan bodoh seperti nya"


"No-na jika seorang pelayan berjalan dengan sangat tergesa-gesa berarti dirinya menunju kearah Nyonya nya, Nona."


Mendengar ucapan Anna, mereka mengikuti Mora hingga Mora masuk kedapur.


" No-na apayang anda lakukan disini" Tanya Mora.


" Mora aku terpaksa melakukan ini, karena di dapur istana belakang tidak memiliki bahan Yang kucari" Yoona menjelaskan dengan tergesa.


" Mengapa tidak meminta ku mengambilkan nya untuk mu, Nona?"


Seketika saja permaisuri masuk diantara perdebatan Mora dan Yoona yang di saksikan banyak pelayan lainnya.


Plakkkk


Permaisuri menampar Yoona.


" Apa yang anda lakukan" Yoona kaget dengan perlakuan kasar permaisuri menampar nya.


" Masih bisa bertanya?"


" Aku tidak mengerti apa yang anda maksud nyonya permaisuri. Tapi, jika anda ingin bermain sekerang, aku tidak akan meladeni mu" Ucap tegas Yoona yang berfikir kesehatan Yangmulia lebih penting dari pada mengurusi wanita ular ini.


" Kau! benar-benar kurang ajar. Masih berani melawan ku, setelah semua yang sudah kau lakukan? Kau bermalam dengan Yangmulia, dan kau bahkan selalu bersembunyi di balik penutup wajah mu ini" Permaisuri semakin murka dan mendarat kan lagi tamparan kasar di pipi Yoona.


Yoona masih tidak menghiraukan nya dan melanjut kan kembali mengaduk sup jahe yang ia racing untuk menurunkan panas Yangmulia.


" Benar-benar wanita ****** ternyata!" Permaisuri hendak menarik dan melepaskan penutup wajah Yoona.


Namun Yoona dengan sigap menepis tangan permaisuri.


"Aku sudah berkata, aku tidak ingin bermain dengan mu sekerang" Yoona mempertegas omongannya dan hampir saja keceplosan memberi tahu Yangmulia sedang sakit.


" Baik! Kalau beri tahu dimana Yangmulia sekerang" Ucap permaisuri.


" Aku tidak tahu" Jawab Yoona datar dan bergegas meninggalkan dapur.


" Hei! kau" Pekik Permaisuri yang hendak mengikuti nya, Namun Seketika saja seorang pelayan memberi tahu bahwa Ibu suri, mencari nya untuk segera menghadap.


" Awas saja kau! aku akan bikin perhitungan dengan mu lain kali" Teriak permaisuri.


" hufff! Hampir saja aku ketahuan oleh permaisuri ular itu" Gumam nya pelan, Namun mora tidak sengaja mendengar nya.


" Maksud anda Nona?" Tanya Mora penasaran.


" Bukan apa-apa Mora"


Mereka lalu melanjutkan kembali langkahnya menuju kamar Yoona.


Yoona sudah membuka pintu dan hendak masuk, begitu pun dengan Mora juga hendak masuk. Tapi seketika Yoona melarang nya.


" Mora, maaf tapi sebaiknya kau tidak masuk" Ucap Yoona dengan tersenyum kepada Mora.


" Kenapa nona! bukan kah biasa nya aku bisa masuk" Tanya Mora yang merasa heran.


"Bagaimana aku menjelaskan kepada mu"


" Mora kemarilah" Yoona meminta Mora untuk mendekat, lalu dirinya perlahan membisikkan sesuatu ketelinga Mora.


" Tu-an ku barada didalam Mora" Bisik Yoona tersenyum kehadapan Mora.


Mora yang mengerti apa yang di maksud Nona nya , membiar kan Yoona masuk terlebih dahulu.


Yoona masuk dengan tergesa, dan sebelah tangannya memegang sup Jahe Yang sudah dibuat kan nya untuk Yangmulia.


@@@@@


Namun tiba-tiba saja dirinya merasa kaget, saat melihat Kasim, dan tabib istana tampak panik sedang memegang Yangmulia, yang terus saja memberontak.


Yoona tidak tahu pasti apa yang terjadi, dirinya berusaha secara perlahan mendekat kearah Yangmulia. Namun kasim seketika mengehentikan langkahnya.


" Nona, sebaiknya anda jangan mendekat! Karena ini sangat berbahaya" Saran kasim.


"Berbahaya?Apa yang sebenarnya terjadi"


"Dan, Ada apa dengan Yangmulia?"


Tanya Yoona penasaran, karena bagaimanapun ia mengira Yangmulia hanya terserang flu biasa.


Tapi apa ini? kenapa Yangmulia tampak begitu kesakitan. Tubuhnya bahkan sudah sangat lemah, bibir nya semakin pucat, dan keringat-keringat kecil mulai membasahi dahu Yangmulia.


" Kasim, Tolong Jelaskan apa yang terjadi" Yoona histeris saat melihat keadaan Yangmulia yang begitu mengahawatirkan.


" Nona, ini penyakit langka. Yangmulia sendiri sudah menangung ini selama bertahun-tahun, ia bahkan merahasiakan ini dari seluruh keluarga Istana. Sebenernya Yangmulia meminta saya merahasiakan nya dari anda. Tapi anda sudah melihat sendiri jadi terpaksa saya harus memberi tahu anda nona! Jadi saya mohon agar anda merahasiakan nya nona" Kasim menjelaskan kepada Yoona yang mulia menteskan air mata.


"Lalu kenapa kalian hanya diam saja" Tanya Yoona.


" Yangmulia melarang, siapapun untuk mendekati nya, ketika penyakit nya kambuh"


"Lalu bagaimana bisa menyembuhkan nya jika hanya diam saja" Hentak Yoona.


" Nona saya harap tenang! Tabib sendang meracik suntikan, dan akan segera menyuntikkan pada tubuh Yangmulia, maka dengan cara ini Yangmulia bisa berhenti sejenak dan tertidur, setelah beberapa jam ia akan kembali normal"


Namun Yoona yang sudah mendengar kan penjelasan kasim, masih tidak tega melihat Yangmulia yang begitu menderita itu. Dirinya kini mendekati tubuh Yangmulia bahkan tangan nya juga terus berusaha memeluk Yangmulia yang terus saja memberontak.


" Nona! Apa yang sedang anda lakukan. Itu sangat berbahaya" Kasim berusaha melepaskan Yoona dari Yangmulia.