
Ibu suri ini sedang menyantap makanan yang dibuatkan langsung oleh Yoona.
" dayang Meng kemarilah" ucapnya memerintah kepada Dayang Meng.
" ada apa nyonya" dayang meng bergegas menghadap dengan sedikit membungkukkan kepalanya.
"Siapa yang memasak ini"
"itu dibuatkan langsung oleh selir yoon sendiri khusus untuk anda.
" Selir Yoon memasak? bukankah keluarga bangsawan shik tidak ada yang bisa memasak karena larangan memasak di keluarganya"
"betul nyonya. Tapi, mendiang nona jung sudah memperbolehkan selir Yoon untuk memasak"
" Ada apa nona? Apakah, makanan itu tidak enak? apa anda ingin mengganti menu Jika ia maka saya akan meminta pelayan dapur untuk segera memasak nya kembali untuk anda" Tanya kembali Dayang Meng.
"tidak! aku sangat menikmati makanan yang dibuatkan Selir Yoon untukku.
aku belum pernah merasakan makanan seenak ini"
"jika anda menyukainya saya akan meminta selirion untuk memasaknya untuk Anda setiap hari"
"Tidak perlu merepotkanny. bukannya kau juga tahu kalau wanita itu bukanlah selir biasa"
"maksud anda Nyonya"
"Rumornya di antara semua selir yang sering menghabiskan malam dengan Yangmulia Raja"
"ternyata itu yang membuat permaisuri sangat marah
tapi apa Kau tahu alasan wanita itu selalu menutup wajahnya"
"kabarnya dia akan membukanya jika suaminya melihatnya dan sekarang yang mulia sudah melihat wajah asli dari gadis itu"
"kau benar tapi kenapa dia masih saja menyembunyikan wajahnya di balik penutup itu"
"apa jangan-jangan benar yang dikatakan Alura"
"Maksud anda nyonya?"
"Alura. permaisuri itu datang kepadaku dan berkata jika Yoonahe telah memalsukan identitasnya
aku mengenal dengan baik ayahnya Yonshik semenjak pernikahan Jung dan himchan dilaksanakan"
" Lalu?"
"Cepat Panggil Yoona untuk segera menghadap kepada ku" perintah ibu suri kepada ada Dayang Meng.
@@@@
Yoona bersama dengan Mora, masuk ke dalam ruangan Ibu suri.
"Kau boleh keluar dan tinggalkan Nonamu di sini" ucap Ibu suri memerintah agar Mora meninggalkan mereka berdua.
"Anda memanggilku Ibu suri? apakah makanan yang kubuatkan tidak enak apakah tidak sesuai dengan seleramu" Tanya Yoona dengan sedikit membungkuk karena menghormati Ibu suri.
'aku bukan memanggilmu untuk membahas hal itu"
"Lalu" Yoona sedikit ketakutan dirinya mulai menggempalkan tangannya dan keringatpun perlahan mulai bercucuran dari dahinya saat ibu suri ini berputar melihat setiap sudut dari tubuh Yona.
"Ada apa Ibu suri sepertinya ini sangat canggung" Gumam Yoona secara pelan karena takut menyinggung wanita itu.
"Ah, tidak! aku hanya penasaran denganmu.
" kenapa aku"Yona sedikit kebingungan.
"Kenapa kau selalu menutup wajahmu?"
"aaaa! ini aku akan segera membukanya jika yang mulia kembali"
"Kenapa harus menunggu yang mulia, bukankah dia sudah melihatmu". Tanya ibu suri yang mulai mengintrogasi Yona.
"Aku hanya tidak nyaman jika membuka penutup wajahku ini"Yoona memegang penutup wajahnya dengan sedikit menahan karena takut jika Ibu suri akan bertindak kasar seperti yang dilakukan permaisuri kepada dirinya.
"Kau! seharusnya tidak perlu menutupi wajahmu karena aku adalah ibu mertuamu"
Yona masih kebingungan harus bagaimana sekarang.
"kau lepaskan saja penutup wajahmu aku tidak akan mempersalahkan bagaimanapun bentuk dari rupamu"
"Bukan begitu aku hanya tidak biasa" yoona pangkalan dicari alasan.
"lepaskan saja"
Ibu suri semakin lancang dan menarik penutup wajah Yoona.
"Maaf aku tidak sengaja melakukannya" bohong Ibu suri.
"ah tidak apa-apa" ucap Yona yang masih menunduk karena berusaha menyembunyikan wajahnya. karena dirinya takut Ibu suri akan mengenalinya sebagai kinaya, meskipun sebelumnya ibu suri tidak pernah bertemu dengannya kecuali pada saat dirinya memenangkan hadiah memasak sup untuk yang mulia.
"Lihat aku" perintah ibu suri dengan menaikkan dagu Yona menggunakan tangannya.
Yona menengah mengangkat kepalanya menatap Ibu suri.
"Kenapa wajahmu tidak asing apakah kita pernah bertemu" Ibu suri sudah tidak menyadari bahwa Yoona adalah Kinaya gadis pelayan itu.
"Tentu saja Kita pernah bertemu saat pernikahan mendiang Eoniku Jung. Bukankah kita pernah bertemu Ibusuri" Yoona berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Kau sudahboleh keluar sekarang"
perintah ibu sering meminta Yoona untuk keluar.
Yoona keluar dengan sedikit kebingungan, Kenapa Ibu suri ingin melihat wajahnya apakah wanita ular itu memberitahu jika dirinya adalah Kinaya.
tidak penting sekarang karena lagi pula dan Untung saja Ibu suri tidak mengenalku sebagai kinaya.
" Nona Apa yang terjadi kenapa ibu suri memanggil anda" Tanya Mora kepada Yona.
"Tidak Mora, dia hanya memuja makananku" Ucap Yoona berbohong kepada Mora karena tidak ingin Mora juga ikut khawatir.
" Aku tidak yakin sepertinya Ibu suri sebelumnya belum pernah menguji makanan siapapun" Ucap Mora dengan datar.
"bukan masakanku sangat enak? kau juga tahu Mora, bagaimana bisa dia tidak memuji makananku"
"Anda memang sangat beruntung Nona" Ucap Mora dengan tersenyum.
@@@@@
sedangkan di sisi lain permaisuri sedang sibuk mengumpulkan bukti agar ibu suri mempercayainya.
alura dengan bantuan ana akhirnya mengumpulkan orang-orang yang pernah melihat kinaya sebelumnya termasuk wanita paruh baya yang pernah menolong kinaya saat itu.
"Ibu suri permaisuri ingin menghadap"Ucap pelayan memberitahu Ibu suri yang berada di dalam ruangannya.
Ibu suri melangkah ke depan membuka pintu dan keluar dan betapa terkejutnya dia saat melihat beberapa pelayan sudah berbaris di depan pintu ruangannya.
"Apa ini Kenapa kalian tidak bekerja, dan malah berkumpul di depan ruanganku"
"hormat Ibu suri" Ucap mereka serentak dengan menundukkan kepalanya.
kami diminta permaisuri alura untuk menghadap anda.
Alura membahas dan menjelaskan kepada Ibu suri tentang bahwa telah memasukan identitas, Karena sebenarnya dirinya adalah pelayan istana.
setiap ucapan yang keluar dari mulut alur Ibu suri sejenak berpikir bahwa dirinya pernah bertemu dengan Yoona bukan saat pernikahan Jung dan HimChan melainkan pada saat dirinya memberikan uang pada kinaya mendapatkan kemenangan memasakan sup untuk Yangmulia.
Ibu suri yang masih sedikit tercengang dan masih tidak mengerti apa yang terjadi sekarang meminta Yoona untuk segera menghadapnya.
*
*
Yoona yang ditemani dengan Mora melangkah dengan cepat menuju ruangan Ibu suri. Namun betapa terkejutnya dirinya sampai di sana ada beberapa pelayan yang mengenali nya sebagai Kinaya dan sengaja ia hindari sedang berdiri menetap dengan mata sinis ke arahnya.
"Ada apa Ibu suri ada memanggil ku" Ucap Yona pelan dengan masih menundukkan kepalanya.
"kau! sekarang juga buka penutup wajahmu itu, ini perintah" Hentak ibu suri mengagetkan semua orang yang ada di sana.
Yoona lalu dengan sedikit ketakutan membuka penutup wajahnya hingga semua orang kini melihat dirinya adalah Kinaya.
jelas saja semua orang merasa tercengang Bagaimana bisa seorang pelayan biasa seperti Kinanya bisa menjadi selir Yangmulia Raja.
Mora sama halnya dengan mereka yang tercengang dengan apa yang sedang terjadi saat ini.
"Aku sudah membukanya! Sebentar adaapa? Tanya Yona dengan ekspresi datar meskipun jauh dalam lubuk hatinya dia sangat ketakutan saat ini, terlebih lagi Yangmulia tidak ada disini dan alura sudah pasti akan menyiksanya kali ini.
Dia bisa bertindak apapun dengan gelar permaisuri yang dimilikinya, terlebih lagi dirinya adalah putri kerajaan.
"Kenapa kau memalsukkan identitas"
"Apa aku? Aku tidak memalsukkan identitas. Aku adalah Yoonahe"Tegas Kinaya yang merasa aman karena Yoonhe itu adalah Putri bangsawan.
"Tapi kami pernah melihatmu sebagai pelayan kau bahkan menjadi pelayan dari permaisuri"
"mereka berbohong" Kinaya berusaha membela diri.
"mereka tidak berbohong, karena aku sendiri Sekarang sudah mengingat bahwa kau memang seorang pelayan istana sebelumnya"Tegas Ibusuri.
Bagai disambar petir di siang hari benar-benar ketakutan dia bahkan sudah ketahuan saat ini namun bagaimana sekarang dia masih kebingungan harus apa sekarang.
"sebelumnya aku hilang ingatan makanya aku bekerja di istana karena aku tidak mengetahui bahwa diriku adalah Yoonahe" Yoona masih berusaha menyelamatkan dirinya.
"Jika kalian tidak percaya tanyakan saja pada pelayanku, Mora. Dia adalah pelayan yang sengaja aku bawa dari keluarga Yoonshik.
"benar! semua yang dikatakan oleh Nona, itu benar! karena memang Nona sempat mengalami mati sementara dan hilang di hutan. setelah ditemukan kembali dirinya bahkan Tidak mengenali dirinya sendiri. Ucap Mora dengan sedikit ketakutan.
"Semua yang dikatakan Gadis itu benar, aku adalah wanita yang menolongnya saat dia tidak sadarkan diri di hutan"
"bagaimana bisa aku berada di hutan" Tanya ibu suri.
"Aku sebenarnya tidak ingin mengatakan ini, tapi sekarang aku akan mengatakannya.
jadi malam itu aku menyadari bahwa diriku sudah diracun dan yang meracunku adalah ibu tiriku sendiri, aku berhasil lolos dan lalu berusaha mencari bantuan dan berlari ke arah hutan berharap seseorang menolongku malam itu. Namun ibu tiriku, tidak melepasku sampai di sana. Sehingga seorang pria bertubuh tinggi yang diutusnya mengejarku hingga sampai ke hutan.
Dan dari arah belakangku, dia terus saja menancapkan panah-panah ke arahku. Namun diriku berhasil menghindarinya hingga akhirnya aku terpeleset dan jatuh dalam curang curang itu"
Yoona bercerita dengan sedikit meneteskan air mata.
dirinya sendiri Tidak tahu apa yang barusan dia katakan karena itu semua murni muncul dari ingatan nya.
Sepertinya ingatan Yoonahe sudah sedikit mulai kembali.