INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
panah beracun



Setelah menyelesaikan sarapan, Yangmulia lalu mengajak Yoona kesebuah ruang didalam rumah.


"Tuan ku tempat apa ini?"Tanya Yoona yang berjalan dibelakang Yangmulia memasuki ruangan itu.


" Ini ruangan rahasiaku?"Lirih Yangmulia yang terus masuk lalu mencari tempat untuk menyalakan lampu.


"Wahhhh" Yoona terpana saat melihat sekeliling ditempat ia berdiri dipenuhi banyak pakaian sederhana bahkan sudah sangat jadul..u


"Kita akan pake ini sekarang sayang?" Ujar Yangmulia memberikan Yoona satu set baju hand⁷uk lusuh berwarna coklat muda.


"Apa ini?" Ucap Yoona yang sedikit merasa heran.


"bukan kah kita akan hidup seperti rakyat biasa"  Ujar Yangmulia, yang kini mendekat kepada Yoona.


" Emmm..Tapi apakah aku tidak boleh memakai pakaian mil kuku 88777ik ku"


"Tentu saja tidak nona! Kau bukan selir istana disini, kau hanya istri dari Pedagang biasa" Canda Yangmulia seraya menunjukkan gaun yang akan dikenakan nya.


*


*


Yonna sudah selesai menganti pakaiannya, lalu keluar menuju ruang tengah untuk menunjukkan penampilan nya kepada Yangmulia.


"Tuan ku bagaimana menurut mu" Tanya Yoona seraya memutarkan badannya, menunjukkan gaun lusuh yang dipakai nya.


Yangmulia kini hanya mematung, dan sedikit tercengang dengan mulut yang terbuka.


"Tuan...ku....! Apakah kau mendengarkan aku! Hello"


"Eehhh" Yangmulia tersadar dari lamunannya, lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kearah Yoona.


"Apakah ini tidak cocok untuk ku? Apakah aku sangat jelek mengunkan ini?Ahh aku akan pergi menggantinya saja,  jika anda tidak menyukainya" Pertanyaan beruntun yang terus-menerus ditanyakan Yoona kepada Yangmulia, yang masih saja tercengang melihat Yoona.


"Kenapa kau tidak berbicara katakan sesuatu?"


Yangmulia seketika saja, menarik tengkuk Yoona dan memiringkan wajahnya, Lalu mengecup lembut bibir ranum berwarna merah muda itu. Yoona yang mendapat serangan mendadak dari Yangmulia langsung saja memejamkan matanya, dan membalas serangan Yangmulia.


*


*


Setelah melakukan ciuman yang begitu begitu panjang Yangmulia lalu melepaskan Yoona dan mendorong sedikit kebelakang tubuh Yoona, lalu kembali menatap penuh kegembiraan kearahnya.


"Kenapa kau begitu sempurna?"


"Aaaa.. kau jangan mengejeku" Rengek Yonna dengan sedikit menepuk-nepuk bahu bidang milik Keizen.


"Aku serius kau terlihat sangat cantik hari ini, mengunakan baju ibuku" Lirih Yangmulia yang kini kembali menarik Yoona kedalam pelukannya.


"Benarkah ini baju ibu mu" Tanya Yoona dengan mengangkat sedikit kepalanya, dan menatap kepada manik berwarna grey milik suaminya itu.


"Iya! Ibu selalu mengunakan gaun itu saat kembali kedesa"


" pasti ini adalah gaun kebangaan miliknya? apakah aku boleh memakai nya seperti ini" Tanya Yoona memastikan.


" Tentu saja sangat boleh, karena kau adalah menantunya..."Lirih Yangmulia yang masih saja menatap kagum penampilan Yoona hari ini.


"Baiklah kalau begitu! Kemana kita akan pergi hari ini tuan ku"


Yangmulia langsung menarik tangan Yoona dan mengajak kesebuah pasar tradisional.


Disana sedang terjadi keributan yang sangat riuh sehingga menjadi tontonan para pedagang dan pengunjung disana.


Yoonna sangat ingin mengehampir dan melihat secara dekat, Namun seketika saja Yangmulia menarik tangan Yoona seraya berkata.


"Itu akan berbahaya!"Hentak Yangmulia.


"Tapi, aku kasihan melihat wanita itu!" Rengek Yoona seraya menunjuk kearah seorang wanita yang menjadi tontonan itu.


"Kenapa wanita itu keras kepala sekali"Pekik Yangmulia yang dengan sigap berlari kearah keributan.


"Apa yang kalian tertawakan?"Tegas Yoona seraya berusaha menutupi tubuh wanita yang kini sedikit terbuka dibagian tengkuknya karena bajunya yang sedikit disobek.


"Hei nona apa yang ingin anda lakukan?"


"Apakah anda juga ingin bersenang-senang dengan kami" Ujar salah bos dari para pemuda itu. Yoona seketika melirik sinis kearah pria itu. Mata Yoona membola sempurna saat melihat pria bertubuh kekar dengan badan yang dipenuhi tato menatap dengan begitu kejam kearahnya.


"Kenapa bisa pria itu" Yoona, sedikit demi sedikit Yoona memundurkan langkahnya. Saat dirinya mengigat pria itu adalah pria yang terakhir kali ia hajar dihuntan rimba pada waktu itu. Yangmulia yang melihat Yoona sedikit ketakutan langsung saja dengan sigap menerjang beberapa warga yang sedari tadi mengahalangi jalannya.


"Apa yang kau lakukan! Cepat kita harus pergi" Lirih Yangmulia ditelinga Yoona yang membuat Yoona hanya menggelengkan kepala pelan.


"Kita tidak bisa berbuat apa-apa disini!" Bisik pelan Yangmulia.


"kenapa...?"Tanya Yoona dengan lirih.


" Mereka bisa saja ada yang mengenali ku! Dan jika kita ketahuan diisini, kita akan berakhir sampai hari ini saja" Ujar Yangmulia mengigatkan Yoona, Karena bagaimanapun mereka kesini sedang menyamar dan menjalankan hidup seperti rakyat biasa.


"Hei tuan! Apakah kau juga ingin menjadi pahlawan kesiangan " Ejak beberapa dari mereka.


"Berhenti bicara " Pekik Yoona seraya mengambil panah, dan busur yang sedari tadi dibawa Yangmulia.


"Yoona apa yang kau lakukan "Yangmulia tercegang menatap kearah Yoona yang kini mengarahkan Panah itu kehadapan Bos para penjahat itu, yang juga pernah mengejar Yoona hingga tersesat ketengah hutan.


"Enyahlah kalian semua"Pekik Yoona yang semakin liar mengarahkan kesemua para penjahat.


"Apa yang akan kau lakukan?"Hentak Yangmulia yang kini memegang Yoona dari belakang dan mengarahkan senjata panah keatas. Saat Yoona melepaskan nya senjata itu justru melayang keatas. Semua seketika menjadi tercengang disaat senjata yang dilepaskan kelangit kini kembali turun mengarah kearah Yoona.


"Yoona awas" Tariak Yangmulia, yang dengan sigap menarik Yoona lalu mendekap begitu dalam tubuh wanitanya.


____


Melihat kejadian itu semua penjahat melarikan diri saat salah satu dari mereka mengenali Yangmulia Keizen karena topi yang dipakai nya sedikit tergeser.


"Berhenti kalian jangan lari" Pekik Yoona yang kembali ingin mengejar.


"Hentikan! Yoona hentikan, dengarkan aku! Aku mohon"Lirih Yangmulia yang kembali mendekap dengan hangat tubuh Yoona.


"Jangan berulah lagi! Aku hampir saja tidak bisa melihat mu" Bisik sedih Yangmulia Kepada Yoona. Yoona yang mendengarkan itu, langsung saja membalas pelukan Yangmulia.


"SUDAH SEMUANYA BUBAR" Seru beberapa pemuda yang berada disana.


*


*


*


Yoona dan Yangmulia kini menepi dari keramaian dan duduk disebuah kursi di tepi sungai.


"Tuan ku maafkan aku?Aku hanya tidak terima mereka mempermalukan wanita begitu" Lirih Yoona karena memang tidak suka jika melihat orang yang terlalu merendahkan wanita seperti tadi.


"Aku tahu! Sudah sekarang tak apa"Ucap Yangmulia yang kini mencium pucuk kepala istrinya.


"Dan, satu lagi...? Jangan pernah mengunakan panah ku?" pinta Yangmulia.


"Kenapa? Apa kah, anda meragukan bakat memanah ku"Tanya Yoona yang merentangkan pelukannya dan menatap dengan begitu dalam manik mata Yangmulia.


"Kenapa kau bisa bergitu bodoh "Ucap Yangmulia seraya menyentil jidat Yoona.


"Aawww" Desis Yoona.


"Kuberi tahu, kalau panah milikiku beracun, jadi Jangan sembarangan melepasnya keorang lain" Bisik Yangmulia dengan sedikit memiringkan kepalanya.


"Apaaaa!" Yoona tercengang dengan sedikit berteriak , Namun Yangmulia dengan sigap menutup mulut Yoona.