
hari sudah berganti dan malam sudah berlalu hari ini tepat 3 hari setelah kematian Jung, dan hari ini juga Yoona sudah dibebaskan dari pengasingannya dan bisa kembali ke istana hari ini.
wajahnya tampak girang meski sesekali dirinya menyesali karena tidak bisa melihat Jung untuk terakhir kalinya.
" Mora, apakah Eoni akan membenci ku" tanyanya di sela-sela perjalanan, Kepada Mora pelayannya .
mendengarkan ucapan itu, Mora hanya bisa menjawab
" tidak Nona! tidak mungkin nyonya Jung akan membenci anda"
"tapi aku sudah melakukan kesalahan kepadanya Mora, aku bahkan tidak melihat dirinya untukmu terakhir kali.
"itu bukan salahmu Nona! karena Yangmulia lah yang sebenarnya berasalah kali ini.
Mora, mengucapkan itu berusaha menenangkan Yoona agar tidak terus-menerus menyalahkan diri sendiri.
namun mendengar ucapan tersebut justru membuat yunahe semakin membenci yangmulia, terlebih lagi karena dirinya lah Yoona tidak bisa melihat Jung untuk yang terakhir kali.
@@@@@
mereka ini sudah tiba di istana Yona dengan sekuat tenaga langsung berlari menuju tempat pusaran terakhir milik jung.
" Eoni, maafkan aku. aku baru bisa datang sekarang" ucapnya menangis di atas pusara jung.
" Nona hentikan. jangan seperti ini" ucap mora berusaha membangkitkan Yuna dari pusara Jung.
di sisi lain yang mulia menatap penuh kasihan terhadap Yona yang menangis histeris di pusara Jung.
" nona sebaiknya kita harus segera pergi. Sepertinya akan turun hujan sebentar lagi" ucap Mora mengajak Yoona untuk segera meninggalkan tempat itu karena cuaca tidak memungkinkan mereka berlama-lama di sana.
''Aku tidak ingin pergi Mora, aku tetap akan tinggal di sini bersama Eoniii"
Yoona benar-benar merasa terpukul atas kehilangan Jung.
wanita yang sudah diangkat menjadi kakak dan ibu bagi dirinya, kini sudah pergi meninggalkan untuk selama-lamanya.
hujan perlahan mulai turun dengan sangat deras langit mulai menghitam dengan kabut yang semakin tebal.
Yona masih saja terpaku menangis di pusara Jung.
sedangkan yang mulia yang melihat kejadian itu. Melihat betapa susahnya Mora mengajak nonanya untuk segera beranjak.
yang mulia berlari menerjang hujan menggunakan jubahnya menutupi Yona agar tidak kehujanan.
Yoona tercengang melihat pria yang kali ini di samping nya adalah Yangmulia. Ia langsung saja beranjak dari duduknya lalu berdiri dan berjalan menerjang hujan Tanpa memperdulikan Pria yang di samping nya itu. Yang tidak lain, ialah Yangmulia.
" Nona kau akan pergi ke mana" tanya Mora yang mengikuti Yona.
namun yang mulia menghentikan mora dengan berkata "biar aku saja yang mengurusnya"
di tengah langit yang sangat hitam dan hujan yang semakin deras Yoona dan yang mulia berlarian tanpa arah.
"Mengapa kau terus mengikutiku, aku membencimu"
" Kau bisa sakit jika terus-terusan bermain hujan seperti ini" ucapan Yangmulia terdengar samar, karena air hujan yang tidak berhenti turun.
"aku tidak peduli! dan juga juga apa pedulimu terhadapku? kau bahkan tidak mengizinkanku kembali di saat terakhir aku melihat Eoni ku". teriak Yoona Seraya berlari semakin jauh dari hadapan yang mulia.
namun Yoona tidak peduli akan hal itu, ia terus saja menerjang hujan karena hanya dengan cara begini dia bisa menangis tanpa terlihat oleh orang lain.
Namun karena kesalahan yang diperbuat oleh nya, yang tidak sengaja menendang batu besar dan lalu membuat dirinya tersandung hingga jatuh ke tanah.
yang mulia yang melihat itu dengan sigap datang menghampiri lalu memangku Yona menidurkannya pada paha miliknya.
"Apalagi yang kau lakukan sekarang! aku benar-benar tidak ingin melihatmu" Yoona masih saja berusaha memberontak meskipun dirinya sudah sangat kesakitan saat ini.
yang mulia tidak menghiraukan Yona, iya lalu bangun dan menggendong tubuh gadis itu, membawanya menepi dari hujan yang masih saja deras .
"aku mohon turunkan aku" Yooona memberontak memukul memukul-mukul dada bidang miring Milik Yangmulia. Namun, pukulan itu tidak terasa sama sekali bagi yangmulia yang memiliki tubuh kekar dan sangat berotot.
yang mulia membawa Yona ke dalam kamarnya dan betapa terkejutnya dirinya saat melihat wajah asli Yona adalah Kinaya.
"Mengapa kau menyembunyikan ini kepadaku Aku sudah lama mencarimu "yangmulia mendekap lebih erat tubuh Yoona yang masih tidak sadarkan diri, dengan masih menggunakan pakaian basah nya.
" Yangmulia maaf mengganggu!tapi kami harus segera menggantikan pakaian nona, karena itu bisa membuat dirinya masuk angin"
ucap mora meminta yang mulia untuk segera keluar karena permintaan Yona kepada Mora agar apapun yang terjadi, Yangmulia tidak boleh melihat wajahnya. Namun kali ini sudah terlanjur dan yang mulia sudah mengetahui bahwa Yoona adalah Kinaya gadis yang selama ini dia cari.
Yangmulia mengerti maksut mora. dirinya perlahan melangkah keluar dengan pakaian yang masih basah itu.
semua mata penghuni istana terpaku menatap seorang Yang mulia Raja, rela untuk basah-basahan,menerjang hujan deras demi menyelamatkan seorang gadis yang bukan lain hanyalah selir yang paling dibencinya.
kabar tentang yang mulia dan Yoona sudah tersebar dan diterima oleh permaisuri membuat permaisuri sudah semakin murka dan sangat marah karena dirinya tidak rela jika cinta yang mulia lebih banyak untuk selirnya daripada dirinya.
permaisuri dengan sigap berjalan menuju ke arah kamar Yangmulia. melihat pria tampan suaminya itu yang kini sedang mengganti pakaiannya.
"Apa yang kau lakukan Tuan, kau bisa saja sakit jika menerjang hujan seperti itu" Ujar permaisuri.
" Hei kau ! Kenapa kau bisa masuk ke kamarku" Ucap Yangmulia saat melihat permaisuri berada di dalam kamarnya.
"a-ku istrimu. Aku punya hak atas mu, bahkan kita sudah bermalam bersama. jadi untuk apa kau malu kepadaku"
"Aku tidak malu kepadamu. Aku hanya tidak suka dengan sikapmu yang sembarangan masuk ke ruangan orang lain"
" Jadi sekarang aku mau minta kau untuk segera keluar" ini perintah.
Perintah Yangmulia membuat permaisuri murka dan keluar dari kamar itu .
terlebih lagi mendengar bahwa yang mulia sudah begitu peduli peduli kepada selirnya daripada permaisuri nya.
yang mulia di dalam kamarnya. diam-diam menangis terharu bahagia karena sudah berhasil menemukan hadis yang selama ini dia cari.
"Mengapa kau melakukan ini kepadaku. Aku sudah lama mencarimu, kenapa sekarang! dan kau pasti sangat membenci ku. terlebih lagi karena diriku keterlaluan kepadamu."
Yangmulia terus saja menyalahkan diri sendiri, bahkan air matanya perlahan mulai menetes membasahi pipi milik nya.
@@@@@@
sedangkan di kamar milik Yona dirinya sudah sadarkan diri.
"mora apa yang sebenarnya terjadi! aku hanya ingat terakhir kali aku terjatuh dan yang mulia bersama ku. apakah dia sudah melihat wajahku' tanya nya khawatir padamu.
Mora terpaksa membohong terlebih lagi dirinya tidak melihat dengan jelas apakah yang mulia sudah mengetahui wajah aslinya Yoona atau bisa jadi juga belum.