INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Bab 6. Tempat yang indah.



Kinaya pun langsung saja melepas kelinci itu, dan perlahan hanya mengikuti langkah pria itu dari belakang .


Hinga akhirnya mereka tiba di tepi sungai yang mengalir pelan, dan dihiasi banyak dedaunan kering yang sedang berguguran.


Pangeran lalu mendekat ke tepi sungai, menyeka air dan berusaha membersihkan luka pada kelinci itu.


Sedangkan Kinaya, masih saja terpesona melihat pemandangan yang begitu indah kali ini. Matanya sedari tadi hanya terpana melihat ketampanan pria yang begitu lembut memperlakukan hewan.


Pria itu menyadari bahwa Kinaya sedari tadi menatap nya. ia lalu memercikkan air kearah kinaya.


Kinaya langsung saja tersadar dari lamunannya, ia perlahan mencoba mendekati pria itu, yang sedang kelihatan kebingungan karena harus membalut luka, kelinci itu dengan apa?.


Lalu, dengan sigap langsung saja kinaya merobek sedikit bagian bawah baju nya dan mengikat pelan di bagian luka kelinci tadi.


Sementara itu sang pangeran justru merasa ini tidak asing dengan sikap Kinaya kali ini. Seketika saja ia langsung teringat gadis yang mengobati lukanya malam itu.


Lalu pangeran Ingin memastikan nya lagi, ia perlahan lebih mendekatkan tubuhnya kepada Kinaya, wangi ini, wangi yang sangat menenangkan. Lalu perlahan satu tangan nya melingkar di bagian leher Kinaya, dan sedikit demi sedikit mencoba membuka baju di bagian leher belakang Kinaya.


Perlahan mata nya terpana melihat kulit putih mulus milik Kinaya. dan perlahan mencoba mencari bagian tanda lahir itu.


Dan benar saja, pangeran melihat tanda berwarna hitam yaitu tanda lahir milik gadis yang sudah menyelamatkan nya malam itu, lalu menyadari bahwa gadis ini adalah Kinaya.


Kinaya mendorong tubuh pria yang sedari tadi mendekati nya.


“Dasar pria mesum” Cetus Kinaya seraya bangkit dari duduk nya.


Pria itu pun langsung berdiri seraya meminta maaf atas apa perlakuan tidak sopan nya.


“Ya sudah aku maafkan” Ucap Kinaya sambil merebut kelinci yang masih berada di tangan pria itu. Lalu bergegas meninggalkan pria itu.


Namun pangeran masih saja mengikuti Kinaya dari belakang.


“Katakan siapa namamu? tanya pria itu.


“Kinaya”


“Nama yang indah seperti orang nya”


“Lalu sekarang katakan siapa nama anda?” tanya Kinaya.


“Rio” jawabnya berbohong.


Mereka lalu melangkah kembali kaki mereka hingga tiba di sebuah pandopo tua di tengah hutan. Mereka istirahat sebentar disana.


Lalu sedikit berbincang. Rio menyarankan untuk melepaskan kelinci itu, namun Kinaya tidak mau melepaskan nya dan sangat ingin merawat kelinci itu.


“Tapi, dia akan tersiksa jika kamu ingin merawat nya” Jelas pangeran.


“Tapi aku tidak bisa melepaskan nya” saut Kinaya.


Akhirnya setelah berdebat yang lumayan lama, bisa memutuskan bahwa mereka akan memelihara kelinci itu disini dan akan sering berkunjung untuk melihat pertumbuhan nya. Juga dengan cara begini kelinci itu bisa mendapatkan sedikit perlindungan.


Lalu mereka perlahan meninggalkan tempat itu, saat di perjalanan ingin keluar dari hutan tiba-tiba saja perut Kinaya berbunyi ,(kelaparan).


Lalu tidak lama pria itu mengeluarkan busur panah nya seolah akan memanah.


“Apa yang kau lakukan, kamu akan melukai hewan yang lain nya” Ujar Kinaya yang berfikir bahwa pria ini akan berburu kembali.


Ternyata Kinaya salah, karena pangeran membidik kan busur panah nya kearah pohon apel liar di dalam hutan.


Kinaya terheran melihat pria itu kenapa memanah apel, namun pria itu tidak menghiraukan nya dan perlahan melangkah mendekati pohon apel itu, Lalu mengambil apel yang jatuh karena anak panah nya tadi. dan langsung memberikan nya kepada Kinaya.


Kinaya bukan lah orang yang mudah percaya akan omongan orang lain, ia enggan memakan apel tersebut, Karena berfikir pria ini sedang membohongi nya dengan berkata tidak beracun, tapi sebenarnya beracun,  dan bagaimana pun ini bukan dunia nya ia tidak boleh asal percaya kepada orang lain.


“Kenapa tidak memakan nya” Tanya pengeran.


"Emmmm" Kinaya bingung harus berkata apa.


Lalu pangeran itu mengerti bahwa Kinaya tidak mempercayai nya, dan ia pun mengambil kembali apel dari tangan kinaya lalu memakannya.


“Apa yang kau lakukan itu punya ku” pekik Kinaya. yang berusaha merebut apel itu kembali.


Pangeran Pun hanya tersenyum melihat Kinaya yang takut di racuni tapi di posisi lain ia sangat kelaparan.


“maaf kan aku bukan aku ga percaya kepada anda,tapi.”


“iya aku mengerti lain kali juga jangan mudah percaya kepada orang lain di sini”usul nya.


Eummm” jawab kinaya seraya terus saja menikmati apel itu.tanpa sadar kinaya memakan apel yang bekas di gigit pangeran.


(udah ciuman tanpa sengaja ni kalau gini).


Mereka akhir keluar dari hutan itu, namun pangeran masih saja mengikuti kinaya, hingga akhirnya tiba di gerbang istana.


“kenapa kau pergi ke istana,?tanya pria itu.


“aku memang berkerja di istana”.jawab kinaya seraya perlahan masuk kedalam istana.


Dan ternyata di pintu gerbang pun, salah satu prajurit ada yang menyadari bahwa pria itu adalah pangeran yang sedang meyamar.


Dan mempersilahkan pangeran masuk kedalam istana.


Pangeran tiba di istana ia bergegas masuk dan menganti pakaian nya agar ratu agung tidak melihat nya.


Tiba-tiba saja dari luar seseorang mengetuk pintu.


Terdengar suara prajurit .


“beri hormat kepada ratu agung”.


Ratu agun memasuki ruangan pangeran, ia meminta pangeran untuk bersedia melakukan pernikahan istana. karen hanya dengan cara begini pangeran lebih bisa di hormati oleh rakyat.


Pangeran sebenarnya tidak ingin menerima ini. Karena ia sudah terlanjur jatuh cinta kepada wanita yang bernama kinaya.


Namun biar pun demikian ia tidak dapat menjadi kan kinaya ratu, karena ia hanya seorang rakyat biasa dan pelayan istana.


Pangeran sendiri pun tidak memiliki pilihan lain, ia dengan terpaksa menyutujui permintaan ibu suri, dan pendeta istana pun akan mencari tanggal yang pas untuk melakukan pernikahan istana ini.


Pernikahan ini tidak di dasari oleh cinta, karena bagaimanapun mereka menikah hanya untuk kekuasaan masing-masing.


Tidak lama setelah ibu suri keluar dari ruangan itu pangeran pun keluar dari ruangan itu lalu menuju kehalaman belakang istana. untuk bertemu dengan keponakan nya dero.


Namun, tiba-tiba langkah nya terhenti.karen melihat kinaya melangkah ke arah yang sama. dan pangeran pun memutuskan untuk bersembunyi. lalu membuat kasim istana keheranan dengan sikap aneh pangeran.


“apa yang sedang anda lakukan tuan”- tanya nya.


“jangan berisik”ucap pangeran seraya menutup mulutnya dengan telunjuk tangan nya.


Pengeran sebenarnya tidak ingin kinaya mengetahui bahwa ia adalah seorang pangeran.


Dan ia akan tetap berusaha mendekati kinaya dengan status nya sebagai rakyat biasa.