INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Kenapa aku ada di tubuh nona Yoon?



“ Kenapa, dia bisa mengetahui aku tersesat" Gumam Kinaya.


"Apa jangan-jangan dia yang nolongin aku malam itu, ahh tapi tidak mungkin “ Duga Kinaya.


Kinaya kembali kerumah, malam ini rumah terlihat sangat ramai tidak seperti biasanya, entah apa yang sedang terjadi.


Kinaya lalu menghampiri pria tua dan wanita tua, yang kini terlihat sangat kebingungan di kelilingi oleh lima orang pria dewasa yang bertubuh kekar sedang mengintrogasi pria tua dan istrinya itu.


Kinaya sama halnya dengan mereka, ia sangat kebingungan saat ini, dan dengan sedikit keberanian perlahan mencoba bertanya.


“ Apa yang sedang terjadi” Tanya nya penasaran.


“Nona yoon” Ucap salah satu dari pria dewasa yang bertubuh besar itu.


“ No-na Yoon, maksudnya” Tanya Kinaya merasa heran.


“ Ya anda nona Yoon, yang sedang kami cari, akhirnya kami bisa menemukan anda” Ucap nya senang.


“Aku?" Kinaya perlahan mulai mundur, ia tidak maksud mereka kenapa memanggilnya nona Yoon.


Tiba-tiba saja suara seorang wanita terdengar dari ujung jalan.


“Berhenti mencari kami menemukan nya” Sontak saja suara itu terdengar oleh beberapa pria dewasa lainnya yang memang sedang mencari di sekitar rumah warga lain nya.


Kinaya semakin tercengang, dengan apa yang sedang terjadi kini. Ia lalu mengunakan bahasa tubuh nya, seolah bertanya apa yang sedang terjadi kepada wanita tua itu.


Namun, nihil nya wanita tua itu hanya sekedar menggeleng kan kepala, seolah tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.


“ Nona Yoon, anda tidak kenapa-kenapa?" Tanya wanita muda tadi, yang berasal dari rombongan pria bertubuh besar.


Wanita itu, kini kedua tangan nya sudah berada di pipi Kinaya. Ia terus saja memeriksa tubuh Kinaya, perlahan mencoba memutar kan tubuh Kinaya.


Kinaya kini terlihat semakin kebingungan.


“Apalagi ini? Aku bahkan belum bisa keluar dan masih terjebak di dunia novel ini, dan apa ini sekarang, siapa mereka sebenarnya, dan siapa nona Yoon yang mereka maksud itu” Batin Kinaya yang kini mulai ketakutan.


“ Nona” sapaan wanita mudah itu menyadarkan lamunan Kinaya.


“ Hahhhh” Jawab Kinaya kebingungan.


“ Sebenarnya apa yang sedang terjadi” Pria tua itu perlahan mulai membersihkan diri dan bertanya.


“ Mohon maaf tuan atas kekacauan ini" Ujar wanita muda.


" Sebenarnya gadis yang anda tolong ini adalah nona Yoon, putri dari bangsawan desa hutan bambu”  Jelas nya menunjuk ke arah Kinaya.


“ Bangsawan Yoonshik” Jawab pria itu tercengang.


Lalu saat mendengar nama yoon Shik di lontarkan, beberapa warga lain nya perlahan mulai mendekati rumah mereka.


Bangsawan Yoonshik adalah Bangsawan terkaya di desa hutan bambu, juga bangsawan yang sangat di takuti oleh rakyat biasa, karena memang keluarga nya, terlihat sangat angkuh dan sedikit sombong kepada rakyat biasa.


Tiba-tiba wanita muda itu mencoba menjelaskan apa yang sedang terjadi. Tentang nona Yoon ( Kinaya), memang sudah menghilang beberapa waktu lalu di hutan di atas bukit saat sedang memanah. Sepertinya tubuhnya, jatuh kebawah jurang sehingga bisa berada di desa ini.


Sementara itu Kinaya semakin kebingungan.


“ Apa ini?, apakah aku masuk ke tubuh orang lain? Seperti kisah film fantasi, Apa ini perpindahan jiwa. ahhh tidak.” pertanyaan pertanyaan aneh mulai muncul di benak nya.


“ Nona Yoon, kembali lah bersama kami” Ajak mereka.


“ HAhhh kembali?” lagi dan lagi Kinaya tersadar dari lamunannya.


Wanita muda ,itu lalu meminta izin kepada wanita tua dan pria tua itu.


Hingga akhirnya benar- benar pergi dari rumah itu, dan Pria tua.


“Tidak bisa nona kita harus segera kembali, karena ayah dan ibu anda sudah sangat khawatir” Pinta wanita muda itu.


“Sudah ku katakan aku tidak mau, pergi saja kalian” Hentak Kinaya.


...“Baik, jika Anda tidak ingin kembali. Maka kami akan melaporkan bahwa keluarga ini yang sudah menculik anda, sehingga membuat mereka mendapatkan hukuman” Ancam wanita itu lagi...


“ Apa yang kau katakan” Tanya pria tua itu.


Namun, Kinaya merasa ini tidak benar, jika ia bersikeras berada disini maka nyawa keluarga yang sudah menerima nya ini akan terancam.


“ Baikk aku akan ikut bersama kalian, tapi biar kan aku berbicara sebentar dengan keluarga ini” Mohon Kinaya.


Lalu wanita muda mengizinkan Kinaya. Mereka kini sedang berbicara sangat serius di dalam rumah kecil itu.


“ Kalian tidak perlu khawatir aku akan baik-baik saja”  Ujar kinaya.


“ tapi,,,” Ucap wanita tua itu.


“Kalian jaga diri dan aku akan segera kembali ketempat ini lagi” Kinaya menyakinkan mereka.


Namun tetap saja rasa takut nya tidak bisa disembunyikan, air mata pun perlahan sudah mulai mengenang di sudut matanya.


“Boleh aku minta sesuatu lagi” Ujar kinaya pada wanita muda itu.


“ ya katakan”


Kinaya lalu meminta koin emas dari mereka dan memberikan nya juga istri nya hanya bisa menatap ke arah Kinaya yang perlahan mulai menjauh dari hadapan mereka.


Kinaya terus saja berfikir kemana ia akan pergi kali ini, malam sudah mulai larut, mereka mendaki sebuah bukit disana hingga akhirnya mereka tiba di sebuah gerbang bertuliskan desa hutan bambu.


“Tempat apalagi ini? seperti nya benar aku masuk kedalam tubuh wanita ini, karena tidak mungkin jika aku berada di dunia novel dengan tubuh ku sendiri, tapi mengapa ini sangat mirip dengan tubuh ku sendiri” Pertanyaan- pertanyaan aneh yang lagi- lagi mengangu nya.


Kini, Kinaya sudah memasuki desa itu, rumah- rumah yang terlihat berjajar rapi. Serta terlihat beberapa warga yang masih saja sibuk dengan anyaman nya.


“ Nona kita sudah sampai” Ujar salah satu pria bertubuh besar.


Mereka kini sudah tiba di sebuah rumah khas jaman kerajaan yang terlihat sangat besar dengan di hiasi banyak lampu-lampu yang berjejeran terpasang di sudut atap rumah.


“Wahh ternyata masih banyak yang Indah lagi di dunia novel ini, dan ini sama persis dengan apa yang di gambar kan di novel itu, tapi dengan nona Yoon itu kenapa jadi aku” Kinaya mencoba berfikir.


Tidak lama kemudian seorang gadis muda, seperti nya seorang pelayan datang menghampiri Kinaya seraya sedikit berteriak bahwa nona Yoon sudah kembali.


“ Siapa ini?” Tanya Kinaya Berbisik kepada wanita muda yang mengajak nya kembali tadi.


“Dia dayang Mora, pelayan pribadi anda, apakah tidak mengenalnya?”


“ Aww aku tidak bisa mengingat nya, kepala ku sedikit sakit” Bohong Kinaya.


“ Mora cepat bawa nona Yoon ke kamar nya dan aku akan memberi tahu tuan Shik” Ucap wanita muda itu.


“Baikk, nona silahkan kemari”  Titah Mora menunjukkan arah.


Kinaya hanya mengikuti pelayan itu, ia hanya berjalan di belakang nya.


Namun Mora terus saja berbicara.


“ Nona aku sangat khawatir terhadap anda? Apakah anda baik- baik saja? “ Banyak pertanyaan yang di lontarkan gadis itu.


“ Mora bisa kah kita berbicara lagi besok” Kinaya berusaha menghindari pertanyaan Mora, karena ia bingung apa yang harus di jelaskan.


“ Baik lah nyonya,” Mora hanya patuh.