
Happy reading....
Clara tak menduga Mamanya akan berkata demikian. Bagaimana bisa dia menjalin hubungan dengan, seseorang yang sudah tidak bisa lagi bersamanya? sangat mustahil bagi Clara ingin sekali dia menjelaskan segalanya. akan tetapi, Clara tetap tak mampu mengatakan yang sesungguhnya kepada kedua orang tuanya.
Melihat mamanya terang-terangan mengatakan bahwa tidak ingin melepaskan Riko, berarti Riko belum menjelaskan apapun kepada kedua orangtuanya.
Clara mengalah nafas panjang dan menyuruh mamanya untuk keluar kamar, dengan alasan Clara ingin istirahat. Clara ingin menenangkan otaknya yang memanas saat ini.
Riko yang tiba-tiba datang, penjelasan yang tak mampu di terimanya, di tambah lagi dia masih hutang meluruskan masalah ini ke Mama.
Mamanya sangat mengharapkan hubungan ini, pasti sangat sulit baginya untuk menerima perpisahan Rico dan Clara.
***
Beralih di kantor, saat ini Reno sedang berada di ruangan administrasi, Reno mencoba meminta cuti dan gajinya. Syukurlah pihak kantor mengizinkan Reno untuk cuti. Dia tak menyangka, kalau niatnya di lancarkan. Sebab sangat jarang kantor memberi cuti saat mendadak seperti ini.
Hari ini adalah hari ulang tahun kekasihnya, dan dia ingin memberi kejutan untuknya. Dia mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah, tampak senyuman terukir indah di wajah tampan Reno.
"Wah, mau lamaran ya?" tanya kasir itu saat melihat kotak kecil yang di bawa Reno.
"Iya mbak, do'ain lancar ya," ucap Reno.
"Pasti dong, jangan lupa jajan ya," kekeh kasir tersebut.
"Oke mbak cantik," ucap Reno beranjak dari kursinya dan keluar ruangan tersebut.
Amplop coklat yang berisi lembaran uang tersebut segera Reno tarik di dalam jaketnya, dia melangkah keluar kantor dan menanti angkutan umum di tepi jalan.
Tak lama kemudian angkutan umum yang dia tunggu sampai, Reno segera naik dan melaju meninggalkan kawasan kantor.
Hanya beberapa menit, sampailah Reno di depan terminal. Hari sudah senja, Reno segera mencari bus yang menuju kampung halamannya. Jarak antara kota tempat dia tingga dan kampung halamannya lumayan jauh, butuh sekitar 12 jam perjalanan.
Sebenarnya perut Reno mulai keroncongan, akan tetapi mencari bis malam sangatlah sulit. Jadi Reno memutuskan untuk segera menaiki bus jurusan kampungnya yang kebetulan lewat.
Reno sudah tidak sabar dengan rencananya yang dia susun, dia berharap kekasihnya, Tasya. Akan suka dengan hadiah yang dibawanya. beberapa saat lalu Reno membeli sebuah cincin yang sangat cantik, dengan motif berbentuk hati, di balik cincin tersebut tersemat namanya dan nama kekasihnya.
Cincin itu Reno beri khusus untuk Tasya untuk, mengutarakan kesungguhannya dalam menjalin hubungan ini. Rencananya Reno akan segera melamar Tasya di depan kedua orangtuanya dan membawanya berkunjung kerumahnya.
Reno mendapat kabar kalau Tasya pindah ke desa sebelah, untung saja Juna selalu memberi kabar terupdate untuknya. Jadi dia bisa tau, sebenarnya dirinya merasa janggal. Kenapa saat Tasya pindah rumah, dia tak di beri kabar?
Di tambah lagi orang tuanya sangat ingin dia segera bahagia, dan memiliki kehidupan damai di desa. Sebenarnya kedua orang tuanya tidak setuju, kalau Putranya berkerja di kota yang jauh dan jarang pulang.
Ponsel Reno berdering, dia segera meraihnya dari balik jaket. Terpampang nama Juna disana, seutas terukir senyum di wajahnya.
'Baru aja di tinggal 1 jam, udah kangen aja,' batin Reno. Kemudian Reno menggeser tombol hijau.
"Reno, lo seriusan pulkam nih?" tanya Juna dengan nada khawatir.
"Iyalah, emang lo. yang mau Jomblo forever, together" ucap Reno dengan cekikikan.
"Emang bos ngizinin?" tanya Juna masih dengan jlnada khawatirnya.
"Kalau kantor nggak ngizinin, gue nggak bakalan ada di bis dong," jawab Reno.
"Apa! Lo udah di bis, sampai mana?" tanya Juna.
"Perbatasan kota, emang napa? mlMau nyusul?'' jawab Reno.
"Balik gih, nggak usah pulkam sekarang. Kerjaan lo masih banyak noh," ucap Juna.
"Gue kan cuti guys, udah deh bebasin diri lo Pumpung nggak ada gue. Oke ..." ucap Reno.
"Tapi _" belum sempat Juna melanjutkan kalimatnya Reno memutuskan sambungan sepihak.
Saat ini Reno sangat bahagia, rencana yang dia susun sudah 70% berjalan. Tinggal momen penting melamar Tasya, dan sesudahnya dia akan menetap di desa.
Reno adalah anak tunggal, dia sadar keadaan keluarganya saat ini. Ekonomi yang pas-pasan serta hanya memiliki sepetak rumah sederhana dan secuil lahan. Tapi dia sudah sangat bersyukur memiliki itu semua.
Dia tidak pernah meminta hal yang lebih dari batas kemampuan kedua orang tuanya, oleh sebab itu Reno mengadu nasip di kota, untuk menabung agar tidak merepotkan kedua orang tuanya lagi.
Tasya pernah bilang dia ingin acara yang megah saat pernikahannya nanti, oleh sebab itu, Reno bekerja dengan keras dan berusaha menabung, kerap kali Reno berpuasa untuk menekan pengeluarannya.
Terkadang Juna sangat kasihan kepadanya, itu yang menyebabkan dia selalu menghasutnya untuk tidak usah menikah dalam waktu dekat.
BERSAMBUNG....