
Reno dan Clara menikmati tiap detik yang semakin bergelora, tanpa mereka sadari. Mereka telah hanyut terbuai kedalam permainan mereka sendiri.
Reno melepas kecupannya, memberi sedikit ruang untuk Clara bernafas. Mata mereka saling beradu pandang.
"Maaf, aku janji ini untuk pertama dan terakhir," bisik Reno.
Jangan tanya bagaimana reaksi Riko, berulang kali dia mengepalkan tangannya. Dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.
Jangankan melakukan hal panas seperti ini, bahkan saat dia bersamanya dulu. Clara hanya memberikan sedikit kecupan, itupun juga terpaksa.
Reno dan Clara menikmati tiap detik yang semakin bergelora, tanpa mereka sadari. Mereka telah hanyut terbuai kedalam permainan mereka sendiri.
Reno melepas kecupannya, memberi sedikit ruang untuk Clara bernafas. Mata mereka saling beradu pandang.
"Maaf, aku janji ini untuk pertama dan terakhir," bisik Reno.
Clara kembali memejamkan matanya, entah mengapa hatinya merasa sedih saat mendengar ucapan Reno barusan.
Dia kembali menekan leher Reno dan mendaratkan kecupan bergelora. Melihat Clara memainkan bibirnya begitu indah, membuat Riko semakin termakan amarah.
Dia tak mampu duduk dengan tenang lagi, dia beranjak dari kursi dan melangkah mendekati sepasang kekasih yang sedang memadu cinta
Riko hendak meraih pundak Clara, secara bersamaan Reno memutar posisi. Sehingga Riko hampir terjatuh karena senggolan bahu Reno.
Terdengar suara pintu yang terbuka, tampak beberapa scurity yang datang dari balik pintu.
Clara yang sebelumnya menikmati bibir manis Reno segera tersadar, dia melepaskan bibirnya dan berbalik badan.
Wajah Clara semakin pucat, ingin rasanya dia terjun dari tebing untuk menutupi rasa malunya.
"Ma-Maaf Bu, tadi ..." Ucap scurity ragu, sepertinya mereka datang di waktu yang tidak tepat.
Semua scurity menundukka kepala, mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Jantung Reno mulai di pompa cepat, kakinya mulai lemas dan tak mampu menopang tubuhnya.
Apa yang aka terjadi padanya besok? Padahal dia sudah berusaha keras untuk menutupi kenyataan ini.
Dia masih tetap membelakanginya semua orang, dia tidak punya cukup nyali untuk menatap wajah penuh tanya para scurity.
"Aku masih tetap tidak percaya kalau kalian ada hubungan, semua akan terbongkar. Cepat atau lambat!" Ucap Riko sambil melangka keluar ruangan Clara.
Satu persatu orang meninggalkan rumah kerja Clara, setelah semua pergi dan hanya menyisakan dia seorang di dalam.
Clara segera melangkah ke kursi dan menghempaskan tubuhnya.
"Astaga, aku harus bagaimana ya Tuhan." Ucap Clara memijat pangkal hidungnya.
***
Sedangkan di luar ruangan, beberapa scurity menatap aneh ke arah Reno. Raut wajah mereka sudah mengatakan pertanyaan yang menari-nari di otak mereka masing-masing.
Reno hanya terdiam dan melangkah di belakang Riko, dia harus memastikan kalau pria ini tidak akan membuat kekacauan lagi.
Hingga sampailah mereka di area parkir, beberapa scurity pergi dan meninggalkan Reno dan Riko.
"Jangan senang dulu, lo tuh cuma pelampiasan doang di mata Clara." ucap Riko menunjuk dada Reno.
Reno hanya tersenyum kecil, bahkan dia tidak pernah berpikir untuk mendapatkan cinta Clara walaupun hanya secuil.
Dia sudah sangat sadar diri, berapa jauhnya kasta mereka dan tak mungkin untuk dapat berjajar.
"Terimakasih sudah Anda ingatkan, jadi Anda bisa pergi sekarang juga." ucap Reno santai.
"Ingat baik-baik, gue pasti bisa ngrebut Clara dari Lo!" ucap Riko dengan lantang.
"Ya, silahkan. Asalkan jangan memaksa, kasihan istriku kalau harus terpaksa mencintai mu lagi!" Reno membuang pandangannya.
Riko melangkah pergi dengan menahan amarah yang membara, kemudian merogoh ponsel yang berada di sakunya.
"Kita lanjutkan rencana selanjutnya," ucap Riko kepada seorang di ujung sambungan.