I'M Sorry My Baby

I'M Sorry My Baby
Aku Sudah Putus



Pagi yang cerah Clara mulai membuka matanya dia menatap cahaya matahari yang masuk dari sela-sela gorden kamarnya yang sedikit terbuka.


Sudah kurang lebih 3 hari dia berbaring di atas kasur, karena ini pula dia tau bagaimana kondisi mamanya. Kalau Sebelumya dia acuh dengan pernikahan, kini dirinya mulai memikirkan hal ini.


Kondisinya sudah membaik, dan itu artinya dia mulai siap menerima semua masalah yang akan datang menghampirinya, dan yang lebih penting menyelesaikan masalah satu persatu.


Masalah Rico yang telah membohonginya mentah-mentah, serta tugas kantor yang pastinya sudah menumpuk.


Hari ini Clara memutuskan untuk masuk bekerja, karena kerjaan di kantor pasti sangat banyak. Entah masalah apa yang menumpuk di sana yang jelas Clara ingin masalah itu segera selesai, kalau bukan dia siapa lagi?


Mendengar putrinya ingin masuk kerja, mamanya menghadangnya. Dia masih sangat khawatir akan kondisinya Clara saat itu, ingin sekali dia menarik Clara Untuk segera risen.


Dia sudah menawarkan pekerjaan dia kantornya ataupun kantor papanya, tapi Clara terlalu keras kepala. Dia tak ingin ada nama kedua orangtuanya di karirnya.


Harusnya memang dia harus berbangga dengan keputusan putrinya, tapi dia sungguh tidak tega dengan keputusan anaknya.


Akan tetapi, buka Clara namanya kalau tidak keras kepala. Bahkan mamanya tidak bisa menghalang keputusan Clara untuk masuk kerja.


Pada akhirnya Mama Clara mengalah dan mengizinkan Clara untuk masuk kerja, hanya dengan beberapa syarat yang harus Clara penuhi, yaitu harus ada sopir yang menemaninya


Clara sudah siap dan duduk di ruang tamu, Papa dan mamanya saling bertatapan hingga akhirnya mereka menyampaikan satu hal.


"Papa dan mama nggak memaksamu untuk segera menikah Nak, yang penting kau harus bahagia dengan kehidupanmu," ucap Mama.


Sayangnya semua itu hanya bohong, kemarin Clara tidak sengaja mencuri dengar saat mamanya sedang mengobrol dengan teman-temannya. Awalnya obrolan itu biasa saja tapi beberapa menit kemudian bagaikan secobek sambal yang membakar lidah.


Lidah Clara sampai gatal ingin membalas ucapan mereka, untung saja namanya mengobrol dengan laptop, jadi dia tau siapa yang mengejeknya dan merendahkan mamanya.


Setelah kejadian itupun mamanya juga sering murung, terlebih papanya yang mulai sibuk mencari jodoh untuknya. Sudah seperti sayembara saja.


"Aku akan bahagia melanjutkan hidupku maa, dan jangan harapkan Rico," ucap Clara.


Sebenarnya sangat sulit bagi Clara mengucapkan semua kebenaran ini. Tapi, diabtak mau kedua orang tuanya semakin terluka.


"Aku putus dengan Rico, dia selingkuh dengan wanita lain?" ucap Clara dengan mata berkaca.


Bagai tersambar petir di siang bolong, kedua orangtuanya tak menyangka hal ini aka. terjadi. Terlebih mamanya yang sudah terlanjur koar-koar kalau pernikahan anaknya akan di laksanakan bulan depan.


"Tuh kan bener, untung aku udah ngumumin cari mantu," ucap Papa Clara, yang memang sejak awal sudah tidak menyetujui hubungan mereka.


"Ih, temen Papa kan udah tua semua, lagian kenapa sih nggak di lanjut sama Rico aja. pasti kalian salah paham sayang, Rico orangnya baik kok," ucap Mamanya membujuk.


"Udah jangan dengerin Mama, Rico tuh nggak bener. Sama temen papa aja. udah mapan, baik ganteng-ganteng," ucap Papa sudah seperti seles motor.


"Temen papa tuh tua semua, tega papa kalau Clara jadi janda muda." ucap Mama melotot.


"Nggak papa lah, kan ada warisan. Nanti biar Clara cari suami lagi," kekeh Papa.


"Astaghfirullah, Mama sama Papa apa-apaan sih," ucap Clara meninggikan suaranya.


"Ini Non bekalnya, obatnya sudah Mbok simpen di dalem," ucap Mbok Yem.


"Iya Mbok makasih, Clara mau berangkat dulu," ucap Clara beranjak dari kursinya.


Clara melangkah menjauhi Papa mamanya, sesekali terdengar teriakan mamaya yang memanggil Clara. Sayangnya Clara sudah sangat pusing untuk menanggapi saran Papa dan mamanya.


Dia memilih untuk segera berangkat ke kantor, dia melangkah menuju halaman depan rumah. Mobil yang di tumpangi Clara sudah siap di sana.


Clara berangkat ditemani sopir disampingnya, pak sopir menatap Clara dengan senyuman penuh arti.


"Udah sehat Non?" tanya pak supir.


"Iya Pak, bete banget di rumah," jawab Clara.


"Bete, apa kangen?" goda Pak sopir.


"Wah, Bapak udah berani godain aku ya," ucap Clara tersenyum simpul.


Pak Bejo adalah sopir keluarga clara dia bekerja dengan keluarga Clara sudah cukup lama, yang dia ingat saat dirinya TK, pak Bejo sudah ada disini.


"Lagian nggak ada yang di kangenin Pak? Semua cowok brengsek semua," ucap Clara sebal.


"Tapi cowok yang kemarin nggak," ucap Sopir.


"Kata siapa? Emang Bapak tau dari mana?" tanya Clara lagi.


BERSAMBUNG.....