I'M Sorry My Baby

I'M Sorry My Baby
Jangan Seperti Ini!



Clara membelalakkan matanya saat melihat sosok yang saat ini berdiri di hadapannya, seketika hati Clara terasa sesak.


"Kalian ngobrol dulu ya, nanti biar Rico yang menyuapimu. Oke." ucap Mama Clara mengecup kembali pucuk rambut Clara dan melangkah meninggalkan keduanya.


Kini di kamar hanya ada Clara dan Rico, keduanya saling menunduk tak dapat melihat paras satu sama lain.


Clara yang masih sangat sakit hati dengan perselingkuhan Rico, sedang Rico sudah tak ada kekuatan lagi untuk menatap Clara.


Dirinya sangat merasa bersalah dengannya, Rico sudah berusaha menolak permintaan Mama Clara. Akan tetapi, mamanya terus memohon dan akhirnya Rico menuruti kemauannya.


Beberapa saat hanya keheningan yang tercipta, keduanya sibuk dengan pemikiran masing-masing.


"Maaf, Mamamu menyuruhku untuk kemari. Aku tidak bisa menolaknya," ucap Rico, berusaha memecahkan keheningan.


"Papa dan Mama sangat mengharapkan hubungan kita," ucap Clara tanpa ekspresi.


"A-aku tau, papa mamaku juga," ucap Rico menundukkan kepala.


"Sampai kapan kau ingin bersembunyi?" tanya Clara.


Rico hanya terdiam, lidahnya sangat kelu untuk menjawabnya. Otaknya masih membatu tak dapat memikirkan jawaban yang tepat


"Seberapa hebatnya wanita itu di ranjang?" tanya Clara.


"A-aku ...."


"Seberapa indah lekuk tubuhnya?"


Tak ada jawaban dari Rico, dirinya mencoba menjelaskan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman.


"Jadi lebih sexy mana?" tanya Clara sambil membuka kancing bajunya satu persatu.


"Clara, itu bukan seperti yang kau bayangkan." ucap Rico memalingkan wajahnya.


"Kenapa kau menghindar, bukankah ini yang kau mau?" ucap Clara


"Tutup pintunya," ucap Clara dengan nada mendesah.


Menatap Clara yang tidak bisa berfikir jernih, Rico turun dari ranjang Clara dan menutup pintu. Tak hanya itu, dia mengunci pintu dari dalam.


Kemudian memutar tubuhnya, pandangannya seperti singa lapar yang hendak menerkam mangsanya saat ini juga.


Clara meneguk liurnya, awalnya Clara hanya menggertak Rico. Akan tetapi, dia tidak menyangka kalau Rico akan melakukan hal yang dia perintahkan.


Rico melangkah mendekati Clara, semakin dekat langkah, semakin cepat detak jantung Clara. Dan Akhirnya Rico sudah mulai menaiki ranjang.


Dia membelai lembut pipi Clara dan menyondongkan tubuhnya mendekat, embusan nafas hangat Rico sudah menjalar di tengkuk Clara.


Tidak di pungkiri, saat ini Clara sudah sangat ketakutan.


"Jadilah dirimu sendiri dan jangan berbuat seperti ini, kau tidak tau saat aku benar-benar lapar." bisik Riko. kemudian duduk di posisi semula.


Riko menatap lekat Clara yang memalingkan wajahnya, dia tau apa yang dirasakan Clara saat ini. Rico berusaha jujur dengan semua hal yang dia rasakan.


Toh semuanya juga sudah terbongkar, tak ada lagi yang perlu di tutupi lagi.


Rio menghembuskan nafas kasar dan menatap Clara, tampak mata Clara yang mulai berkaca.


"Aku mencintaimu, sangat. Tapi aku juga tidak bisa meninggalkan sikap asliku."


"Kita berbeda, dan tak akan dapat di satukan. Kamu terlalu baik untukku. Bahagia Lah dengan duniamu. jangan merubah duniamu untukku." ucap Rico meraih nampan yang berisi bubur.


Perlahan Rico menuntun wajah Clara untuk menatap nya, tampak mata yang mulai berembun. hanya satu kedipan saja, maka air itu akan segera jatuh.


"Selama ini rasa cintaku memang tulus untukmu, kau tau mengapa aku tidak ingin selalu bertemu denganmu?" ucap Rico sambil menyuapkan sesuap bubur.


Clara memalingkan wajahnya, dia tak berselera makan saat ini. Terlebih dalam situasi seperti ini, jangankan makan, untuk tetap duduk tegap saja Clara membutuhkan banyak tenaga.


"Aku tidak mau hilang kendali Clara, jadi aku memutuskan untuk mencari penggantimu. Aku tau aku jahat, tapi aku benar-benar tidak ingin merusak mu.''


"Kalaupun kita menikah, aku tidak menjamin akan berubah, jadi aku mohon. Jangan seperti ini!''


Clara masih diam seribu bahasa, dia tak tau apa yang harus di ucapkan. Yang jelas dia sangat kecewa, apapun alasannya. Dia sudah memberikan cinta sucinya dan itu berbanding terbalik dengan apa yang dia dapat.


'Selingkuh, ya selingkuh saja, jangan mencari pembelaan dengan seribu alasan.' batin Clara mulai muak.


"Sekarang aku mohon makan buburmu, dan aku akan pergi. Aku jelaskan semuanya ke kedua orang tua kita," ucap Rico enteng.


Astaga, bila Clara mempunyai kekuatan lebih, dia sangat ingin menampar pria yang saat ini berpidato di depannya.


Apa dia tidak tau bagaimana Clara menjaga cintanya, bagaimana usahanya untuk bertahan sejauh ini. Dan dengan gampangnya dia bilang, "Maaf kita tidak cocok.''


Rico masih menunggu Clara untuk membuka mulutnya, walaupun itu mustahil. Di lihat dari mata Clara sudah mencerminkan kebencian mendalam.


Sadar kalau penantiannya hanya sia-sia, dia segera bangkit dari kasur dan melangakhkan menuju pintu.


"Kalau aku bisa menjadi apa yang kau inginkan, apakah kau bisa menikahiku?" tanya Clara.


Seketika Rico berbalik, dia tak menyangka Clara akan mengucap demikian.


"Tidak, dan tidak akan pernah," ucap Rico tegas.


"Aku tidak ingin merusak wanita, setidaknya aku gila tapi masih waras. Jadi urungkan niatmu." ucap Rico memutar kunci pintu dan membukanya.


Langkah Rico terhenti sejenak dan kemudian berbalik badan.


"Lanjutkan hidupmu, aku tak pantas untukmu," ucap Rico kemudian melanjutkan langkahnya.


Clara menghirup nafas panjang, entah mengapa sedari tadi udara di kamarnya mendadak sesak. seakan oksigen terhirup oleh Rico.


Terdengar helaan nafas panjang, perlahan Clara menghapus tetesan air mata yang membasahi pipinya.


walaupun tidak banyak, tapi dia tak mau Mamanya akan khawatir. kalau Rico benar menjelaskan semuanya ke Mamanya pasti Mamanya akan kemari dan memeluknya erat.


Clara sedikit lega, meskipun hubungannya berakhir saat ini juga. Tapi Rico sudah mau menjelaskan semuanya dengan kedua orang tuanya.


Dia tak bisa membayangkan bagaimana dirinya harus menjelaskan kandasnya hubungan mereka yang sudah sejauh ini.


Tak lama kemudian terdengar hentakan kaki yang mendekati Kamar Clara, sepertinya itu langkah kaki mamanya. Karena sandal yang di pakai sedikit bersuara nyaring


Dan dugaan Clara benar, Mamanya datang memeluk Clara. Dan mengucapkan satu kata.


"Mama tak akan membiarkannya lepas darimu Nak.''


BERSAMBUNG.....