I'M Sorry My Baby

I'M Sorry My Baby
Keputusan Mama Papa



Kedua orang tua Clara membatu mendengar jawaban putrinya, dengan mudahnya dia memtuskan tanpa berpikir lebih dulu.


"Kamu bercanda kan?" tanya Mama menatap Clara.


"Nggak Maa, kami ada alasan lain kok." jawab Clara enteng.


Beberapa menit kemudian, Reno melangkah menuruni tangga. Kali ini penampilannya jauh berbeda, dengan piyama tidurnya.


Melihat semua orang menatapnya lekat, membuat jantung Reno berdebar kencang. Sepertinya akan terjadi suatu hal yang tidak dia inginkan.


Reno duduk di kursi kosong dekat Clara, Reno memainkan matanya. Memberi kode pada gadis di sampingnya.


Tadi dia tidak sempat memberikan instruksi,


"Kok canggung banget ya, kita makan dulu yuk." ucap Mama Clara.


"Oke Ma," ucap Clara semangat.


Reno mulai menikmati makanan di hadapannya. meskipun ujung matanya menatap lekat kedua orang tua Clara.


Berulang kali Reno melempar pandangan ke Clara, sayangnya dia tetap sibuk dengan makan malamnya. ingin rasanya Reno memutar kepala Clara agar bisa menoleh ke arahnya sebentar.


Dia tak tau topik apa yang akan di bahas malam ini,


"Sabar dong, nanti bisa di lanjut lagi. Maaf ya kalau kami ganggu," ucap Mama Clara saat melihat Reno berulang kali menatap putrinya.


"Nggak Maa, saya hanya khawatir kalau Clara tersedak. Makannya lahap banget." kekeh Reno.


Clara menghentikan acara makannya, dan menoleh ke arah suami sesaatnya itu. Ternyata dia mengalami banyak kemajuan, dan sekarang sudah mulai berani mengolok di depan kedua orang tuanya .


"Ah, Mas bisa aja. Perhatian banget." ucap Clara menatap Reno dan menginjak kaki Reno.


Rasa indah itu mengalahkan rasa sakit pada kaki yang sedari tadi di injak oleh Clara, pandangannya masih lekat menatap sosok cantik di hadapannya.


"Ya sudah, kita makan malam dulu, setelah itu ngobrol." Ucap Papa Clara melerai pembicaraan yang nantinya tiada habisnya.


Semuanya kembali menikmati makan malamnya, hingga akhirnya acara makan malam selesai. Mbok Yem membereskan peralatan makan.


Untuk sesaat mereka terdiam, semua terlihat canggung saat ini. terlebih Reno. Wajahnya sudah seperti tawanan yang di interogasi..


"Kami akan menyuruh Reno untuk bekerja di perusahaan Papa," ucap Mama Clara.


Mendengar ucapan Mama, Clara terbelalak. Mangapa keputusan nya sangat mendadak seperti ini, tanpa meminta pendapat dulu kepada Clara.


"Kok mendadak banget si Pa ... emangnya kenapa?" tanya Clara.


Papa dan Mama Clara saling berpandangan sesaat dan melemparnya ke Clara.


"Kami tidak pernah menolak hubungan kalian, tapi profesi Reno sangat tidak cocok untuk kami. Maaf Reno kami bukan bermaksud untuk merendahkan, tapi kau pasti tau kan posisi Papa Clara. jadi akan lebih baik Reno bekerja di kantor papa lebih dulu." ucap Mama menjelaskan sambil melempar pandangan ke Reno dan Clara.


Mereka berharap akan penjelasan mereka dapat diterima dengan baik. Mereka tak memandang status, tapi posisinya terlalu jauh. Bila mereka memiliki jalan keluar, mengapa harus mengambil langkah sulit?.


Sekian lama mereka menunggu putrinya untuk setuju menikah, jadi mereka tak mau mempersulit keadaan


"Bagaimana Reno?" tanya Mama Clara.


"Saya akan menaruhnya di bagian kepala wilayah, jadi pekerjaannya cukup mudah dan bisa belajar sedikit demi sedikit," ucap Papa Clara menatap Reno mantap


Baru kali ini dia mendengar papa Clara mengeluarkan suara,


"Papa aku ...