I'M Sorry My Baby

I'M Sorry My Baby
Clara Bukan, Bu!



Clara memasang wajah sebal dan segera berdiri di sebuah pintu.


"Kamu mandi dulu, nanti biar Pak Bejo yang antar baju buat kamu pakai." ucap Clara membuka pintu.


"Baik Bu," ucap Reno menganggukkan kepala lirih.


"Clara, bukan Bu." ucap Clara saat Reno melangkah melewatinya.


"Iya Clara, maaf." ucap Reno.


Reno masuk di sebuah kamar, di dalam sudah ada ranjang empuk yang cukup luas. Terdapat juga sebuah Tv yang lengkap dengan speaker aktif.


Tidak ketinggalan ada kulkas dan AC yang melengkapi kemewahan kamar ini.


"Ini kost apa kamar sih? gede banget," gumam Reno.


Dia segera melangkah dan membuka pintu, sepertinya di sanalah kamar mandi berada. Melihat ada sebuah keset yang ada di depan pintu tersebut.


Perlahan Reno membuka pintu, mata Reno semakin tercengang saat melihat isi kamar mandi yang tak kalah mewah.


Di sana sudah ada bath up dengan ukuran cukup luas, Reno melangakhkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.


Dia mencoba memutar salah satu kran, dan yang mengalir adalah aliran air panas. Melihat itu Reno terperangah.


"Orang kaya enak bener, pengen air hangat tinggal putar aja." ucap Reno tersenyum lebar.


Reno segera melepas bajunya dan masuk ke bath tub, dia segera membersihkan diri. Mencoba menikmati kenikmatan orang kaya sesaat.


Di kamar yang berbeda, Clara sedang bingung mencari sebuah baju yang cocok untuk Reno. Sebenarnya ada banyak sekali baju kakaknya, tapi tidak mungkin dia memakinya. Karena Mamanya sangat jeli dengan barang-barang rumah.


Hingga Clara teringat dengan sebuah kotak kado yang berada di lemarinya. Dia segera berlarian kecil menuju kamarnya, dan membuka lemari.


Dia membuka beberapa laci dan tumpukan baju, mencari sebuah kotak yang beberapa hari ini dia simpan.


Matanya semakin berbinar ketika melihat sebuah kotak warna coklat dengan pelastik yang kemilau, terbiasa tali pita berwarna hitam di sana.


"Nah ini dia," ucap Clara semangat.


Dia segera mengambil kotak tersebut dan berlarian menuju kamar tamu, tempat dimana Reno saat ini sedang membersihkan tubuhnya dari keringat.


Tanpa mengetuk pintu Clara segera membuka pintu kamar, tubuhnya membatu. Matanya terbelalak ketika melihat pemandangan di hadapannya.


Punggung kokoh yang lebar terpampang di hadapannya, perlahan punggung itu berputar dan menampakkan barisan otot kotak yang masih basah. Di tambah dengan sosok tampan yang saat ini menampakkan rambut basah kuyup.


Clara dengan susah payah meneguk liurnya, berusaha untuk tetap sadar dan melempar pandanganya. Sayangnya, otak dan hatinya saat ini tidak singkron.


Matanya masih ingin menatap sosok **** di hadapannya, meskipun hatinya sangat malu melakukan hal yang amat memalukan ini.


"Clara ... Bu Clara ..." ucap Reno sambil melambaikan tangan di Clara.


"Pakai baju itu dan segera keluar, aku akan menunggu di bawah," ucap Clara yang menghentikan langkahnya sesaat dan keluar kamar.


Sampai di luar Clara menenangkan jantungnya yang berdegup kian kencang, wajahnya sudah memerah seperti tomat matang.


Sementara di dalam kamar, Reno perlahan membuka sebuah kotak yang di beri oleh Clara. Di dalamnya terdapat sepasang out fit yang cukup keren, dilihat dari kainnya. Barang ini pasti sangat mahal.


Reno segera memakainya dan melihat pantulannya di kaca yang tak jauh dari tempatnya berdiri, dia memutar tubuhnya kemudian tersenyum kecil.


"Kau pasti bisa Reno, semangat." ucap Reno menyemangati dirinya sendiri.


Dia segera membuka pintu dan melangkah menuruni tangga, Mbok Yem yang melihat keberadaan Reno membuat langakahnya terhenti sejenak.


"Mas Supir?" tanya Mbok Yem.


"Eh Mbok," ucap Reno segera mendekati Mbok Yem dan meraih tangannya dan mengecup lembut.


Melihat ini membuat hati Mbok Yem tersentuh, tanpa disadari matanya berkaca.


"Mas kesini sama siapa?" tanya Mbok Yem.


"Mau nganter Bu Clara jemput Nyonya mbok," ucap Reno lembut.


Saat pertama kali melihat Mbok Yem, Reno seperti melihat sosok ibunya. Wanita yang lembut dan tatapan mata yang teduh.


"Hey, masih mau nunggu berapa lama lagi sih? Mama sudah nunggu nih," ucap Clara sedikit berteriak.


"Yasudah, saya pergi dulu ya Mbok," ucap Reno lembut.


Dia segera berlarian kecil keluar rumah, di luar sudah ada Clara yang berdiri di depan mobil. Yang pastinya dengan wajah yang penuh amarah.


Reno segera masuk ke mobil dan duduk di belakang setir, Clara segera masuk dan duduk di samping Reno.


Mereka melaju meninggalkan rumah megah tersebut, sesekali Clara mencuri pandang ke arah Reno. Bayangan beberapa menit yang lalu saat ini sukses menghantuinya dan selalu berputar-putar di otaknya.


"Maaf, Bu Clara sakit ya?" tanya Reno lirih.


"Kenapa?" ucap Clara dengan menahan amarah.


"Muka Bu Clara merah banget, saya nyalain AC nya ya," ucap Reno sambil memutar tombol AC.


Clara membuang pandangannya ke luar jendela, mencoba menenangkan otaknya yang mulai berkelana jauh.


'Astaga, sejak kapan aku jadi mesum seperti ini?' batin Clara.


BERSAMBUNG....