I'M Sorry My Baby

I'M Sorry My Baby
Menjadi Pacar Bohongan



"Dia itu nggak bener-bener cinta sama Lo," lanjut Juna.


"Lo malah bikin tambah pusing," keluh Reno.


"Nggak pa pa Lo pusing, asal jangan Bundir aja," ucap Juna terkekeh.


"Enak aja, gue masih waras Bro," ucap Reno.


"Tolongin gue dong," pinta Reno.


"Apa? mau nyantet Tasya?" ucap Juna terbahak.


"Pikiran Lo kotor banget dari tadi. Cariin gue cewek," jawab Reno.


Seketika Juna terbelalak mendengar permintaan temanya, sebelumya Reno adalah pria baik-baik yang tak pernah mengenal One night stand. ternyata patah hati. Isa merubah semuanya.


"Mau yang model yang gimana?" jawab Juna semangat.


"Model?" Reno kebingungan.


"Tinggi, putih, sexy, bohay, rambut panjang, pendek ..." jawab Juna semakin bersemangat.


"Stop, Lo itu udah kaya' orang jualan aja, heran gue. Tapi ada untungnya juga punya temen gesrek kaya' Lo," ucap Reno.


Terdengar kekehan lantang dari ujung sambungan.


"Terserah deh apa aja kirim ke gue, tapi wajib tulen ya, gue nggak mau bangsa lelembut," ucap Reno.


"Gila Lo, udah tunggu aja. bentar lagi sampai. Share Lok tempat Lo," ucap Juna mematikan sambungan.


Reno menggeleng kepala, sempat ada rasa amarah kepada temannya. karena tidak memberi tahukan hal penting seperti ini sebelumya.


Tapi, meskipun temannya memberitahu pun mungkin Reno juga tak menggubris,karena Reno sudah terlanjur percaya kepada Tasya.


Setidaknya Reno bisa bernafas lega karena satu masalah sudah teratasi, kini tinggal memikirkan bagaimana cara menjelaskan semuanya kepada ibunya.


Sebelum ini Ibunya sudah bersemangat untuk menikahkan dirinya bukan depan, karena di bulan depan bertepatan dengan bulan yang cukup baik.


Ini merupakan PR penting baginya, semoga saja sebelum bulan baik datang. dirinya sudah memiliki seorang calon.


Akan tetapi, setelah dipikir-pikir. siapa juga yang mau menikah dengannya. pria tampang pas-pasan, miskin di tambah lagi kelak harus tinggal di desa dengan segala kekurangan.


Bukankah hidup di desa sangat extreme, mulai dari kamera CCTV di manapun berada, sampai kicauan tetangga yang menyayat hati.


Sebenarnya ingin sekali Reno membawa orang tuanya ke kota, tapi dirinya belum sebegitu sukses. Bahkan dia saja masih kost, tak tega dirinya bila harus memboyong kedua orangtuanya.


"Mas Reno?" tanya seorang gadis dari belakang.


Reno membalikkan tubuhnya, di hadapannya sudah berdiri seorang wanita cantik dengan pakaian yang cukup kurang bahan,


Semua serba terbuka di tambah lekukan tubuhnya yang terlihat menonjol. Reno sangat malu untuk menatap pemandangan di hadapannya.


Reno menundukkan pandangan kemudian berbalik badan,


"Sebelumnya maaf ya mbak, nggak ada baju lainnya ya?" tanya Reno.


"Ada dong Mas, tapi nanti kalau udah di hotel," ucap wanita itu tanpa dosa.


Reflek Reno membalikkan tubuhnya, nafasnya naik turun. Dadanya bergemuruh ketika mendengar ucapan wanita tersebut.


Tanpa pikir panjang Reno segera meraih benda pipih yang ada di sakunya dan menghubungi Juna. ini sudah kelewat batas.


"Juna Lo gila hah!" ucap Reno dengan nada tinggi, Juna sampai menjauhkan ponselnya di ujung sambungan.


"Maksudnya apa, kurang puas. Nanti gue order yang Laen." ucap Juna entengnya.


Seketika Reno mengucap kalimat umpatan yang cukup panjang, dan baru kali ini Juna mendengar temannya marah seperti ini.


Juna marah? tidak. Sebaliknya di tertawa terpingkal di ujung sambungan, seolah menemukan keunikan di sisi temannya yang sudah seperti ustad tersebut.


Mendengar tawa cekikikan dari ujung sambungan membuat Reno semakin emosi, dia segera memutus sambungan dan menaruh ponselnya kembali di celana.


Reno mengacak kasar rambutnya, sesekali dia melempar pandang ke arah wanita tersebut, tubuh Reno seketika merinding ngeri melihat wanita tersebut.


"Maaf mbak, temen saya salah paham," ucap Reno lirih.


"Saya cuma mau minta bantuan mbak buat jadi pacar bohongan," lanjut Reno.


"Oke saya juga bisa kok mas, santai aja," ucap anita itu enteng.


"Sebentar, " ucap wanita tersebut membuka tasnya dan mengambil sebuah rok panjang yang sudah tersiap di dalam tas.


Tanpa malu dia memakai rok panjang tersebut di hadapan Reno, dan membalut singlet ketatnya dengan jaket jeans yang dari tadi dia tenteng.


"Maksudnya seperti ini?" ucap Wanita itu berputar.


Reno menggeleng kepala, dia tidak menyangka kalau wanita ini sangat multifungsi. dengan cepat dia bisa berubah wujud, dari wanita bar-bar menjadi wanita lugu.


Melihat pakaian wanita tersebut sudah tertutup, Reno segera memutuskan untuk pergi kerumahnya. Di dalam hatinya menyimpan rasa bersalah yang mendalam.


Akan tetapi, tak ada cara lain. Dia tak mau kedua orangtuanya menelan pil kecewa,


Dia membonceng wanita tersebut ke rumahnya, tak butuh waktu lama. Reno sampai di rumahnya, kedua orangtuanya sudah menantikan kedatangan Reno.


Dia sangat bersyukur dengan pertolongan Juna, dia tak tau harus berucap bagaimana kepada kedua orangtuanya. Kalau sampai dia tidak membawa pulang seorang gadis.


Singkat cerita mereka makan bersama, Ibu Reno tampak bahagia ketika mengobrol dengan wanita yang Reno bawa. Entah mengapa wa minta tersebut bisa membawa suasana menjadi lebih riang dan berwarna.


Setelah acara makan selesai, Reno berpamitan untuk membawa wanita tersebut pulang, Sebenarnya ibunya sangat tidak rela berpisah dengan wanita tersebut.


Tapi akhirnya ibunya membiarkan dia pergi, dan membawakan wanita tersebut beberapa bingkisan, tampak mata wanita itu berkaca.


Reno dan wanita tersebut, menaiki motor dan melaju meninggalkan rumah Reno. Beberapa menit kemudian sampailah mereka kembali ke danau


Wanita tersebut duduk di tepi danau sambil membuka jaketnya, dia mengeluarkan botol dengan cairan bening dan berbau tajam.


"Orang tua Lo baik banget, ternyata Lo lebih jahat dari gue," ucap wanita tersebut.


Reno duduk di samping wanita tersebut, dan menatapnya lekat. Wanita ini memang cantik, dia juga baik, hanya saja entah mengapa dia bisa terjerumus ke lubang hitam seperti ini.


"Gue di tinggal nikah, jadi terpaksa. Nyokap udah berharap banyak." ucap Reno membuang pandangannya.


Mendengar ucapan Reno, seketika wanita itu tertawa terbahak-bahak. Baru kali ini dia mendapatkan client yang amat polos.


"Kejar dong, rebut, cemen banget jadi cowok," ucap wanita tersebut sambil meneguk minumannya.


"Biarin aja, dia udah bahagia," ucap Reno pasrah.


"Nih," ucap wanita tersebut menyodorkan botolnya.


Reno menolaknya dan memalingkan wajahnya, melihat tingkah Reno, wanita tersebut hanya tersenyum manis.


Sesaat Reno mulai terpikat dengan wanita tersebut, hingga wanita tersebut mendekati Reno. Bau alkohol mulai menyengat hidungnya.


"Jadi, kita mau kemana lagi?" tanya wanita tersebut dengan tatapan menggoda.


"Gue anterin pulang, selebihnya udah itu aja," ucap Reno memalingkan wajahnya.


"Nggak mau coba, gue tambahin jamnya," ucap wanita itu semakin mendekat.


Reno mundur teratur, wajahnya sudah berkeringat. Semakin Reno mundur, wanita itu semakin maju. Hingga saat ini, wanita tersebut berada di atas Reno.


"Gue nggak mau makan gaji buta, jadi kita bisa main 1 ronde aja gimana?" tawar wanita tersebut.


"Te-terimakasih, gue nggak minat." ucap Reno terbata.


Sampai Akhirnya ...


"Yaudah, gue mau balik" ucap wanita itu bangkit dari tubuh Reno.


"Lain kali kalau butuh lagi langsung hubungi gue, makasih Mas Reno," ucap wanita itu tersenyum manis dan melangkah menjauh.


"Eh, uang Lo" ucap Reno berteriak dan bangkit,


"Free, makasih yaa ..." ucap wanita tersebut.


Reno segera naik ke motor nya dan mencoba mengejar wanita tersebut.


"Gue bisa pulang sendiri," ucap wanita itu kepada Reno yang menyusulnya.


"Gue anterin," ucap Reno tak tega.


Seketika langkah wanita itu terhenti.


"Sebagai gantinya, Lo jaga orang tua Lo ya. Mereka baik banget, sampaikan salam gue," ucap Wanita itu melambaikan tangannya.


BERSAMBUNG....