
Mereka saling menatap dengan intens, saling menautkan tangan, hati dan fikiran seolah takut kehilangan jika saja harus mengedipkan mata. Sama-sama masih menikmati sensasi dari pelepasan hormon oksitosin atau hormon cinta diantara keduanya. Juga masih dengan deru nafas dan detak jantung yang belum sepenuhnya normal.
"I love you..." Entah sudah bilangan keberapa kalinya tiga kata tersebut diucapkan oleh Sky.
"Me too!" Gumam Bery pelan namun tentu saja bisa didengar dengan jelas di telinga Sky.
Sontak membuat mulut dan mata Sky terbuka lebar, sejenak ia melongo dan mencoba mencerna dua kata sebagai balasan dari pernyataan cintanya lewat bibir manis istrinya.
"Are you serious?" Sky masih butuh meyakinkan diri, takut sudah terbang ke langit tapi jatuh seketika ke dasar bumi.
"Aku tidak salah dengar, bukan? Oh God, please Ber, jangan bercandain aku!"
Bery tersenyum melihat reaksi Sky yang seperti orang sedang linglung. Satu kecupan singkat di bibir Sky sebagai jawaban keseriusannya.
"Aku gak bercanda." Jawab Bery mantap.
Sky langsung menarik tubuh Bery ke atas tubuhnya. "Katakan dengan jelas kalau kamu juga cinta sama aku." Ucap Sky seperti perintah, tegas dan mendominasi, membuat Bery seperti terhipnotis untuk menjadi gadis penurut.
"I love you till jannah, hubby!" Ada desir halus yang seketika mengalir deras di sekujur tubuhnya setelah ikrarnya itu.
Ah, sungguh ungkapan cinta wanitanya itu membuatnya benar-benar terbang menembus batas dari semua perasaan bahagia yang pernah dirasakannya. Sky mempererat pelukannya kemudian mengubah posisi mereka membuatnya menindih tubuh istrinya.
"Cintaku lebih besar dan akan selalu lebih besar dari kamu."
Mereka saling menatap penuh cinta dengan senyum terkembang di bibir keduanya.
"Terima kasih sudah mencintaiku!" Imbuhnya lagi kemudian memberikan banyak kecupan di setiap inchi wajah Bery.
Bery menahan Sky ketika ia merasakan ciuman Sky mulai dalam dan menuntut.
"Aku masih lelah, Sky. Kamu kok mesum banget? Kita sudah tiga kali melakukannya tanpa jeda." Protes Bery mengerucutkan bibirnya.
Terpaksa Sky menjatuhkan tubuhnya di sisi Bery. Sejujurnya dia juga sudah lelah, tapi mendengar pengakuan istrinya membuat hasratnya kembali bergelora.
"Aku mesumnya cuman sama kamu loh." Sky melirik wajah Bery yang menatapnya seolah tidak percaya dengan jawabannya.
"Aku ini laki-laki normal, sama seperti laki-laki di luar sana yang isi otaknya hanya urusan ranjang saja kalau di sisinya ada perempuan cantik seperti kamu. Apalagi halal! Kemesuman kaum kami itu merata, apalagi buat laki-laki yang sudah mencicipi sari patinya perempuan, tidak kenal usia, tidak kenal gelar pendidikan, mau ustadz mau bajingan, otaknya sama saja. Yang membedakan hanya malu. Kalau malunya kurang, maka dia akan menunjukkan kemesumannya kepada siapa saja, tapi kalau punya malu, tentu akan dia simpan rapat-rapat dan hanya akan ditunjukkan kepada orang yang tepat."
"Kalau poligami?"
Sejenak kening Sky berkerut mendengar pertanyaan spontan dari Bery.
"Poligami itu optional, sayang. Kalau merasa mampu, silahkan. Gak yah jangan. Naik Haji saja yang merupakan rukun Islam yang hukumnya wajib dilaksanakan ada syaratnya loh, hanya diperuntukkan buat yang mampu ekonomi dan fisiknya, itupun yang terlibat di sini hanya satu orang dan Tuhannya. Apalagi poligami yang hukumnya hanya sunnah. Tapi syaratnya rumit karena ini melibatkan banyak pihak. Lagian, sama kamu aja gak ada habis-habisnya ini, malah sampe bikin lutut aku gemetaran. Bagaimana kalau nambah satu atau dua lagi? Itu baru urusan kemampuan aku secara fisik, belum lagi kemampuan aku tentang ilmu dan finansial yang bisa menjamin aku bisa membawa kamu dan anak-anak kita kelak ke jannah-Nya. Berat! Menurut aku, poligami itu berat, lebih berat dari menahan rindu ke kamu.
"Tapi jujur yah sayang, jangan tersinggung atau berkecil hati... saat kita terlalu sering berhubungan suami istri, sampe tiap hari bahkan berkali-kali dalam sehari, ada kalanya aku merasa ennegghh, maka benarlah bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Makanya terkadang aku bertanya sendiri di dalam hati, bagaimana menjaga stamina mereka-mereka yang melakukan poligami? Yakin nafkah batin istri-istrinya terpuaskan? Jangan sampai malah jadinya dzalim karena gagal memenuhi nafkah batin sang istri. Berkaca kepada hubungan ranjang kita. Aku tau, ada kalanya kamu masih pengen tapi aku terlalu cepat keluar dan karena merasa sudah lelah akhirnya aku tertidur tanpa peduli dengan kebutuhan kamu itu. Bukankah itu dzalim namanya? Tapi ini hanya pendapat pribadi aku saja, correct me if i am wrong.
"Doakan aku selalu, agar Dzat yang Maha membolak-balikkan hati itu menetapkan hati hati kita untuk terus saling berpaut dalam ketaatan kepada-Nya."
"Yaa muqollibal qulub, tsabbit qolbi 'alaa diinik. Aamiin!"
"Aamiin!" Sky ikut meng-aminkan sebait doa indah yang baru saja dipanjatkan oleh istrinya itu.
"Jangan pernah khianati aku, Sky. Sekali kamu memilih jatuh cinta lagi kepada perempuan yang itu bukan hanya aku saja, maka bagiku cintamu sudah kuanggap tidak utuh lagi dan itu adalah akhir dari hubungan kita." Ucap Bery penuh penekanan.
"Jika perempuan diibaratkan huruf hijaiyah,
Maka kamu aku ibaratkan huruf alif,"
"Kenapa?"
"Karena pertama dan satu-satunya." Jawab Sky sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Gombal!!!" Bibir bisa berucap seperti tidak percaya, tapi hati sudah berbunga-bunga mendengar gombal receh sang suami.
"Rem apa?"
"Sayang, suamimu ini hanyalah manusia biasa. Pilihan untuk menjadi baik atau buruk selalu ada di depan mata. Jika manusia tidak punya sesuatu untuk dijadikan rem, maka mungkin semua manusia di bumi ini akan melakukan semua jenis keburukan yang ada di sepanjang waktunya."
"Hmmm... ya ya ya.. i got it. Aku tidak bisa mengikatmu selama 24 jam, akan ada waktunya kita harus berada di tempat yang terpisah dan ketika itu terjadi semua sudah diluar kendaliku. Dan pada akhirnya semua kembali kepada kamu, seberapa kuat kamu memegang komitmen kita dan seberapa besar kesadaranmu bahwa setiap kita senantiasa berada di dalam pengawasan-Nya dimana pun kita berada."
"Jangan dijadikan beban, kita jalani saja dengan baik rumah tangga kita ini. Aku hanya berharap, tetaplah bertahan di sisiku meski banyak masalah yang mungkin akan menguji kita di masa depan."
Sky mengecup lembut kening Bery, cukup lama hingga akhirnya mereka memilih memejamkan mata dan tertidur.
*****
Hari ini kantor dihebohkan dengan gossip terhangat setelah beberapa karyawan menangkap basah Sky yang memeluk pinggang Bery dan memberinya kecupan di bibir saat di parkiran sebelum Sky melesat pergi meninggalkan kantor.
Sky, si anak magang tertampan sepanjang sejarah kantor bermesraan dengan pemilik perusahaan yang selama ini dikenal sebagai high quality jomblo.
Bolehkah hari ini ditetapkan sebagai hari patah hati nasional?
Berita tersebut sudah tersebar dengan cepat ke setiap sudut-sudut ruangan di kantor. Bahkan semut pun tahu.
Banyak yang senang mendengarnya, couple goals banget.
Namun tidak sedikit yang mencibir.
"Berjilbab tapi pacaran..." Ucap yang menganggap perempuan berjilbab itu munafik.
"Katanya tidak mau pacaran, tapi lihat brondong bening tidak tahan juga..." Ucap yang cintanya pernah ditolak.
"Laki-laki sama perempuan kalau sering berduaan maka lama-lama akan tumbuh rasa..." Ucap yang tidak percaya dengan persahabatan antara laki-laki dan perempuan.
Begitulah manusia, mereka lebih suka men-judge seseorang berdasarkan asumsi dari satu sudut pandang.
Angka 6, jika dilihat dari sudut berlawanan, maka akan berubah menjadi angka 9. Begitupun sebaliknya.
Kita tidak bisa mengatur pikiran orang lain, mereka bebas berasumsi sesuai dengan jangkauan dan kapasitas otaknya.
Bagi yang sumbu pendek, gampang meledak.
Bagi yang bijak, ada 1001 alasan yang bisa dicari sebelum men-judge seseorang.
Tidak ingin berspekulasi lebih lama lagi dan membiarkan kabar tentang hubungan mereka menjadi liar yang jatuh-jatuhnya pada fitnah, Bery langsung menyebar undangan resepsi pernikahan mereka melalui email.
Semuanya sudah diatur oleh kedua belah pihak orang tua Sky dan Bery, mengingat kesibukan mereka berdua sehingga urusan resepsi pernikahan mereka diambil alih oleh keluarga besar mereka.
Case closed!
TAMAT
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
++++++++++++++
Assalamu'alaikum readers.
Maaf banget karena sempat hiatus selama beberapa bulan, padahal tinggal beberapa bab lagi menuju tamat. Sekali lagi maaf karena ngegantung rasa penasarannya, padahal endingnya biasa saja😆
Btw, maaf lahir dan batin yah.. sengaja menghilang dr aktifitas pernovelan saat Ramadan kemaren karena pengen fokus ibadahnya, tapi malah kebawa sampai sekarang. hehe..
Terima kasih banyak buat supportnya selama ini. Maaf jika ada salah-salah kata dan salah menyampaikan informasi.
Thanks 😘🤗