HAPPIER

HAPPIER
BAB 22



Bery beberapa kali harus memijat pelipisnya karena rasa sakit kepala akibat 2 malam terus begadang saat berkumpul dengan teman-temannya di acara pernikahan Dian. Acara menginap yang rencananya hanya 1 malam ternyata diperpanjang secara sepihak oleh yang punya hajat.


Seharusnya Bery istirahat, namun ada beberapa meeting dan dokumen yang harus diperiksa olehnya. Jadwalnya juga hari ini adalah kunjungan ke proyek Newmoon Tower, namun ia alihkan 2 hari ke depan. Bery merasa harus mendapatkan tidur minimal 8 jam malam nanti agar bisa lebih fit dan fokus kembali dalam bekerja.


"Tok..tok..tok.." terdengar suara ketukan pintu dr luar yang menginterupsi aktifitas Bery dan Sky yang masing-masing sedang sibuk dengan pekerjaannya.


"Maaf bu, di luar ada tamu ingin bertemu ibu." Ucap bu Kinan setelah membuka pintu selebar tubuhnya.


Kinan memgernyitkan keningnya, pasalnya hari ini tidak ada kunjungan dari klien dalam agendanya. Namun ia tetap mengizinkannya masuk.


"Suruh masuk!"


"Baik, bu!" Ibu Kinan kemudian mempersilahkan tamu yang dimaksud dengan membuka pintu ruangan Bery lebar-lebar. "Silahkan masuk, pak!"


"Selamat pagi ibu Bery!" Ucap tamu tersebut.


"Oh, selamat pagi pak, silahkan duduk!" Bery nampak terkejut kemudian berdiri dari kursinya dan mempersilahkan tamunya untuk duduk di kursi di hadapan meja kerjanya.


"Maaf kalau saya datang mendadak tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Kebetulan saya sedang ada urusan di sekitar sini makanya saya sempatkan singgah di kantor ibu. Semoga kedatangan saya tidak mengganggu." Pak Rangga berusaha menjelaskan alasannya tiba-tiba datang ke kantor Bery dengan mimik wajah tenang.


"Gak masalah pak, tidak mengganggu kok pak. Suatu kehormatan bagi saya karena mendapatkan kunjungan langsung dari salah satu klien saya." Ucap Bery ramah.


"Bu Kinan, tolong ambilkan minum..." Bery menatap pak Rangga, "kopi atau teh?" Tanya Bery memastikan.


"Teh saja."


Bery mengalihkan pandangannya ke bu Kinan yang dianggukinya kemudian segera berjalan ke arah pojok dekat meja kerja Sky.


Di dalam ruang kerja Bery memang dilengkapi dengan kulkas mini, dispenser dan juga coffee maker. Jadi itu tidak perlu membuatnya harus berjalan ke pantry yang letaknya di sisi terjauh dari ruangannya. Meskipun ada OB dan OG, namun Bery lebih suka menyeduh kopi untuk dirinya sendiri.


Pak Rangga nampak tidak nyaman saat matanya kembali menangkap sosok Sky yang ternyata berada di ruangan yang sama dengan Bery. Belum lagi tatapan mata Sky yang nampak tidak bersahabat.


"Mungkin ada yang bisa saya bantu, pak?" Tanya Bery kemudian setelah beberapa saat terjadi keheningan dimana yang terdengar hanya suara aliran air juga dentingan gelas dan sendok karena teh yang dibuat oleh bu Kinan.


"Ah iya... saya saat ini sedang berencana membuat sebuah perumahan yang target marketnya adalah pasangan muda dari golongan menengah ke atas. Tentu dari melihat track record bu Bery dalam membuat konsep dan desainnya pasti tidak diragukan lagi." Ucap pak Rangga sambil menyerahkan sebuah flashdisk kepada Bery. "Mungkin bisa dipelajari dulu data-datanya di sini." Ucapnya lagi menambahkan.


Bery sudah mulai merasa gerah dan tidak bersemangat setelah hampir 2 jam pak Rangga masih setia berada di ruangannya dengan berbagai bahan pembicaraan yang membosankan.


Begitupun dengan Sky yang sejak awal sudah tidak senang dengan kedatangan pak Rangga. Terhitung sudah 3 kali Sky menginterupsi mereka dengan sengaja bertanya tentang pekerjaan yang sebenarnya dia mengerti namun pura-pura ia tanyakan ke Bery. Berharap pak Rangga mengerti dan segera meninggalkan ruangan Bery.


Namun hingga memasuki waktu jam istirahat, pak Rangga masih berada di sana.


"Oh yah, sudah waktunya istirahat. Bagaimana kalau ibu Bery saya ajak makan siang?" Bery yang sejak tadi tidak begitu menyimak pembicaraan pak Rangga seketika terkesiap mendengar ajakan tersebut.


"Oh.. sorry!" Bery menangkupkan kedua tangannya di dada meminta maaf penuh penyesalan. "Saya sudah terlanjur pesan makanan untuk makan di kantor, pak!"


Kenyataannya memang Bery sejak pagi sudah menitip pesan makanan kepada bu Kinan. Pantang baginya membuang-buang makanan, meskipun bisa ia berikan ke karyawan lain yang belum punya makanan untuk makan siang, namun kondisi badannya juga sedang tidak fit saat ini. Bery juga merasa risih menerima ajakan makan siang dari orang yang baru dikenalnya.


"Sayang sekali... mungkin lain kali saja kita makan siang di luar bersama." Tampak raut kecewa di wajah pak Rangga namun ia juga tidak ingin memaksakan keinginannya, berharap lain kali ada waktu yang pas untuk mereka.


"Iya pak, maaf. Mungkin bisa diagendakan lain waktu pak, InsyaaAllah saya dan team siap menghadiri undangan bapak." Ucap Bery  diplomatis.


Sepertinya ia gadis yang susah didekati. Rangga


Malas banget nih orang. Bery


"Oke, kalau begitu saya permisi dulu. Terima kasih banyak atas waktunya." Ucap pak Rangga kemudian berdiri dan menjulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan dengan Bery.


"Sama-sama, pak!" Jawab Bery juga ikut berdiri dari kursinya. "Sky, tolong antar pak Rangga dulu turun ke sampai ke Lobby."


"Tidak usah, mas Sky tidak usah repot-repot. Saya akan ke bawah sendiri. Terima kasih, saya pamit dulu."


Bery dan Sky menjatuhkan bokongnya di kursi masing-masing setelah pak Rangga menghilang di balik pintu. Keduanya merasa lega setelah hampir 2 jam mendengar pak Rangga yang tak henti-hentinya terus berceloteh tentang proyek A- Z.


"Kenapa Sky? Kamu kok dari tadi tampangnya aneh gitu? Seperti cacing kurang perhatian." Tanya Bery kepada Sky yang sejak tadi diperhatikannya seperti orang gerah dan gelisah.


"Aku?" Tunjuk Sky ke arah dadanya sendiri.


"Iya Sky, memangnya di ruangan ini ada orang lain selain kita berdua?" Bery memutar bola matanya jengah kemudian memilih fokus menatap layar komputer yang ada di hadapannya.


Sky pun memilih diam karena merasa Bery sudah tidak berniat lagi mendengar jawabannya.


"Waktunya makan siang...." tiba-tiba pintu terbuka lebar dengan bu Kinan membawa beberapa kantong plastik di kedua tangannya. Ia kemudian menuju meja bundar yang ada di dekat jendela tempat mereka biasanya bersantap makan siang atau sarapan di ruangan Bery.


"Ayo Sky, makan yuk. Bu bos yang traktir ini.." ucapnya lagi sekalian mengajak Sky ikut bergabung dengan mereka.


"Mmm... aromanya segar banget," Bery menghampiri bu Kinan dan langsung mengambil posisi duduk untuknya.


Bu kinan masih sibuk menata makanan di atas meja kemudian memindahkan sop iga pesanan Bery ke dalam mangkok milik Bery.


"Iya ini seger banget, baru aromanya, apalagi kalau udah seruput kuahnya." Komentar bu Kinan membenarkan Bery.


"Sky, ayok. Makan!" Panggil Bery.


Mau tidak mau akhirnya Sky ikut bergabung, ia sendiri tipe pemakan segala makanan selama halal, jadi apapun menu pesanan yang dipilih bu Kinan atau Bery, dia santai saja.


"Kok tamunya tadi gak sekalian diajak tinggal makan bareng?" Tanya bu Kinan penasaran.


"Malah aku yang diajak makan siang diluar tadinya, tapi aku tolak. Masih ngantuk banget, habis meeting jam 2 nanti aku mau langsung pulang. Udah gak sabar ketemu kasur di rumah. Jadi tolong kosongkan jadwalku setelah itu."


"Yah.. rezeki duren kok malah ditolak sih bu?"


"Duren.." Bery mengerutkan keningnya tidak mengerti, "duren apaan? Kayaknya belum musim deh."


"Ha ha ha.." Bu Kinan tertawa berbahak-bahak demi melihat reaksi Bery.


"Duren... duda keren, bu Bery!" Ucapnya memperjelas masih dengan gelak tawanya.


"Uhukkkk!" Sky tersedak makanannya.


"Air..air.. ini airnya Sky, minum dulu!" Refleks Bery menepuk-nepuk punggung Sky yang memang duduk di sisi kanannya kemudian memberinya segelas air mineral miliknya.


Bu Kinan hanya menatap cengo dua orang yang ada di hadapannya. Mereka tampak sangat serasi jika disandingkan seperti ini. Terkadang bu Kinan merasa aneh sendiri melihat bagaimana Bery memandang Sky, caranya bicara kepada Sky dan perhatiannya kepada Sky. Tidak pernah sekalipun bu Kinan melihat Bery melakukan sesuatu dengan tulus sepenuh hati diluar sikap profesionalitasnya selama ini kepada karyawan maupun klien laki-laki yang biasa berinteraksi dengannya.


Sky berbeda!


Oooo☆~~☆oooO


Jangan lupa berikan like, comment dan vote kalian yah untuk mendukung Novel ini. Klick tombol Favorit agar kalian bisa mendapatkan notifikasi tiap kali ada update terbaru. okay.. Thanks 😍🤗