Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 93 - Apakah Ini Kode?



Baby Sha tidur di kamarnya sendiri bersama Lily. Kamar yang bersebelahan dengan kamar milik kedua orang tuanya. Tiap Baby Sha bangun di malam hari, Lily akan menekan tombol alarm yang terhubung ke kamar Anna, jadi diapun bisa bangun dan menyusui anaknya.


Seperti malam ini, saat jam 2 dini hari baby Sha bangun dan Anna segera mendatangi kamar sang anak. Mengambil baby Sha dari gendongan Lily dan mulai menyusuinya. Tak lama kemudian terlihat Alam yang juga ikut datang ke kamar ini. Lily sedikit menyingkir dan memberi ruang untuk sang tuan.


"Kenapa ikut bangun, daddy tidur saja, lagipula aku sudah ditemani Lily," ucap Anna, apalagi Anna tahu nanti siang Alam ada pertemuan dengan salah satu kliennya, Adam Malik. Sementara Anna siang nanti dia bisa tidur lagi.


"Mana bisa tidur kalau mommy Dan Resha bangun," jawab Alam, Lily yang juga mendengar jawaban itu pun tersenyum. Merasakan hawa penuh cinta diantara keduanya.


"Ya sudah sana kembali dulu kamar, tunggu mommy di sana saja."


"Baiklah," jawab Alam patuh.


Setelah Alam keluar dan menutup pintu, Lily kembali mendekati sang Nyonya, duduk di bawah karpet tebal.


"Lily, jangan duduk disana, duduk disampingku."


"Tapi Nyonya."


"Tidak ada tapi-tapian."


Dengan tidak enak hati Lily pun menuruti. Disela menyusui itu Anna banyak mengajak Lily untuk bicara. Lily adalah babysitter yang dicari oleh Rachel, jadi dia belum tahu banyak tentang Lily.


Mereka berdua terus saling berbincang, sampai akhirnya Lily merasa nyaman.


"Oh iya Nyonya, kata nyonya Rachel 2 bulan lagi nyonya akan kembali bekerja, bagaimana kalau dari sekarang biasakan baby Sha minum asi dari dot. Sebelumnya nyonya pompa dulu asi nya dan disimpan di lemari pendingin," ucap Lily, hal itu juga sempat terpikir oleh Anna, namun sisi keibuannya masih belum tega, masih ingin menyusui baby Sha secara langsung.


Anna terdiam, mendadak jadi sendu. Seolah dia bukanlah ibu yang baik. Dulu dia memang sangat ingin menguasai rumah sakit Medistra, sangat ingin menjadi dokter bedah yang tersohor ke seluruh negeri, namun semenjak ada baby Sha, semua mimpinya itu seolah berubah. Kini tujuannya hanya 1, anaknya.


"Maafkan saya Nyonya, saya tidak bermaksud ingin menggurui," jelas Lily dengan suaranya yang bergetar, sungguh dia merasa bersalah.


"Tidak Ly, bukan salah mu." Anna mengelus punggung Lily, coba menenangkan. Semakin melihat Lily, dia jadi teringat dengan adik-adiknya, andai mereka masih hidup usianya tidak jauh berbeda dengan Lily.


Dan ingat adik serta kedua orang tuanya, semangat Anna untuk membanggakan mereka kembali bangkit.


"Terima kasih Ly." ucap Anna dengan senyumnya yang mulai kembali.


Sementara Lily tersenyum kikuk, dia bingung ini terima kasih untuk apa. Namun melihat Anna yang kembali tersenyum dia tidak ingin banyak bertanya. Lily hanya mengangguk kecil sebagai tanggapan, juga ikut tersenyum seperti sang Nyonya.


Ketika baby Sha sudah tidur, Anna kembali ke kamarnya sendiri. Masuk ke dalam kamar dan melihat Alam yang masih setia menunggunya. Duduk diatas ranjang sambil membaca sebuah buku.


"Resha sudah tidur?" tanya Alam dan Anna mengangguk.


Anna pun ikut naik ke atas ranjang dan langsung memeluk suaminya erat, membuat Alam mengerutkan dahi.


Apakah ini kode? pikirnya, padahal Anna hanya sedang butuh pelukan🤣


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yang penasaran sama Adam Malik bisa baca novel ku yang lainnya ya, judulnya My Genius Twins Baby And CEO