Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 70 - Seperti Mau Muntah



Anna menangis hanya gara-gara membahas Bella dan suaminya. Hingga Alam cukup sulit untuk menenangkan.


Tangis Anna reda saat wanita cantik ini akhirnya terlelap di dalam pelukan Alam.


Dan setelah mendengar deru nafas istrinya yang teratur, Akhirnya Alam bisa bernafas lega.


"Kenapa Anna jadi sensitif sekali?" gumam Alam, dalam kepalanya masih saja dipenuhi banyak pertanyaan.


Pelan-pelan, Alam membenahi posisi tidur Anna. Dia pun menatap lekat wajah istrinya yang telah terlelap itu. Sampai lama-lama akhirnya dia pun ikut terlelap juga.


Mereka tidur siang bersama.


Dan terbangun saat sore tiba, tepatnya jam setengah 5 sore.


"Sayang, aku lapar," ucap Anna.


"Kita mandi dulu setelah itu baru makan."


Anna mengangguk dan mereka berdua bangun dari atas ranjang.


"Mau makan dimana?" tanya Anna lagi.


"Mau kamu dimana?"


"Makan di luar."


"Baiklah."


"Yes!" Anna menjerit pelan, wajahnya pun nampak begitu riang. Namun melihat itu Alam mengerutkan dahi, seolah Anna sudah lupa dengan kesedihannya siang tadi.


Tidak ingin ambil pusing, Alam memilih pura-pura tidak tahu atas perubahan istrinya itu.


Mereka berdua mandi bersama dan keluar dengan langkah Anna yang terlihat lebih mengangkang.


Alam tersenyum lebar melihat itu.


Menggunakan baju hangat dan mereka akhirnya keluar dari Villa, berkeliling kota kecil ini dan mencari rumah makan. Sampai akhirnya Anna melihat sebuah rumah makan yang terlihat menarik untuknya.


Anna dengan segera meminta sang suami untuk menghentikan mobil.


Mereka duduk di meja paling belakang, dari sana mereka bisa melihat pemandangan bukit barisan, indah sekali.


"Rumah sakit kita dimana?" tanya Anna setelah dia selesai makan.


"Tidak jauh dari sini, mungkin 5 menit perjalanan kita sampai."


"Ayo kita kesana."


Alam mengangguk. Anna juga membelikan beberapa makanan untuk dia berikan kepada Anton.


Di dalam mobil menuju rumah sakit, Anna menceritakan semua yang dia tahu tentang Anton dan Maura.


Tentang kasus obat mual Pricilla, Anton memang sudah mengakuinya, juga meminta maaf. Saat itu Anton pun mengatakan jika itu semua adalah usul dari Maura.


Tapi saat itu Anna tidak percaya, apapun yang diucapkan Anton terasa seperti omong kosong. Tapi di panggilan telepon saat itu Anna malah merasa jika yang diucapkan Anton dulu adalah benar.


Mendengar Maura yang dengan kukuh mencari pembenaran diri dengan menyalahkan orang lain, malah terasa salah bagi Anna.


"Dokter Anton benar-benar sudah berubah, sebelum dia dipindah ke rumah sakit disini, selama disana pun Dokter Anton melayani pasiennya dengan baik. Karena itulah aku ingin memperbaiki hubungan dengannya," terang Anna dan Alam mengangguk kecil.


Selesai pembicaraan keduanya, tiba pula mobil mereka di rumah sakit Medistra cabang 1.


Mereka masuk dan langsung disambut oleh semua orang, mereka semua sudah sangat mengenal wajah Alam.


"Kita langsung ke ruanganku, kita panggil dokter Anton kesana."


"Disini kamu juga punya ruangan?"


"Tentu saja."


Mereka berjalan beriringan dan masuk ke salah satu ruangan. Alam memerintahkan Anton untuk datang melalui panggilan telepon rumah sakit.


Tidak berselang lama kemudian Anton masuk ke ruangan ini. Mereka bertiga bertemu dan saling sapa.


Sampai akhirnya perhatian Alam dan Anton fokus ke Anna, ketika wanita cantik ini tiba-tiba seperti mau muntah ..


"Huwek!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...