Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 49 - Menginap Bersama?



Alam membuka pintu namun tetap menahannya hingga hanya terbuka sedikit, namun siapa sangka tamu itu malah mendorong kuat pintu hingga terbuka lebar.


Alam yang terkejut sampai kehilangan tenaga. Lebih terkejut lagi saat melihat siapa yang datang.


"Bella."


Yang ditanya malah senyum-senyum sambil memperhatikan ruangan yang berantakan ini.


Alam dengan segera mengunci pintu dan menahan lengan Bella agar tidak sampai melihat Anna yang tertidur di sofa sana. Sofa itu membelakangi pintu masuk, hingga Anna belum terlihat oleh Bella.


"Dimana Anna?"


"Dia di kamar mandi."


"Sini, berikan baju ganti itu dan pergilah!" titah Alam, dia masih menahan lengan kanansang adik, sementara tangannya yang lain coba mengambil paper bag di tangan kiri Bella. Tadi pagi Alam sempat menghubungi Bella dan meminta sang adik membawakan baju ganti untuk Anna.


"Enak saja langsung mengusirnya pergi, aku ingin bertemu dengan Anna!"


"Kecilkan suaramu, pergilah sebelum dia keluar dari dalam kamar mandi."


"Kenapa memangnya? apa yang kalian lakukan semalam? hah?" cerca Bella dengan wajahnya yang meledek.


Dan perdebatan keduanya tanpa sadar membuat Anna menggeliat. Anna yang belum sadar ada dimana pun mulai membuka mata, tanpa peduli tubuh polosnya dia langsung bangun dan melihat kearah sumber keributan.


"Siapa sih Al? berisik sekali," tanya Anna dengan suaranya yang serak. Rambut acak-acakan dan pandangan yang masih belum jelas.


Bella terkejut! dia bahkan sampai menganga dan menutupinya menggunakan satu tangan.


Anna tidak pakai baju! oh my god! pemandangan apa ini? apa yang mereka lakukan semalam! oh otakku!


"Anna!!" pekik Bella, hingga membuat Anna langsung sadar, sadar tubuhnya polos dan langsung mencari selimut untuk penutup.


Sedangkan Bella segera menepis tangan sang kakak dan berlari menghampiri Anna.


"Ya ampun Anna, lihat tubuhmu itu, merah semua. Apa Alam melakukannya dengan kasar?"


Alam menyentuh kepalanya yang berdenyut, sementara Anna kehabisan kata-kata untuk bicara.


Dan setelah Anna masuk ke dalam kamar mandi, Alam segera menarik tangan Bella untuk keluar dari ruangan.


"Jangan diungkit lagi, jangan membuat Anna malu." kesal Alam sambil menarik sang adik.


"Kenapa malu? kita kan sama-sama dewasa, aku juga pernah melakukannya bersama mantan suamiku."


"Astaga Bella! hih! kenapa aku sampai punya adik Seperti mu!" Alam menjitak kepala adiknya dan mendorong Bella keluar.


"Abang jahat!"ketus Bella tapi Alam tidak peduli. Alam bahkan langsung menutup pintunya kuat.


Meninggalkan Bella yang menggerutu. Terus menggerutu sepanjang jalannya keluar.


Bella sampai tidak sadar jika gerutuannya itu sampai terdengar hingga ke telinga Maura saat mereka berpapasan.


Maura cukup mengetahui semua keluarga Alam meski mereka tidak dekat.


"Semalam Alam menginap disini?" tanya Maura dengan suara yang sangat pelan. Di pendengarannya, Bella datang untuk mengantarkan baju ganti.


"Apa Alam lembur?" tanya Maura lagi, terus bertanya-tanya meski tidak ada yang menjawab.


Cemas pada keadaan Alam, Maura pun coba mendatangi ruangan sang Dirut.


Mengetuk pintu itu cukup lama hingga akhirnya terbuka.


Maura sangat terkejut saat melihat yang membuka ruangan itu adalah Anna. Nampak segar seperti habis mandi, rambutnya basah dan belum benar-benar kering. Sudah rapi dengan bajunya yang baru, berbeda dengan yang kemarin.


"Dokter Maura, silahkan masuk," ucap Anna. Dia dan ruangan sudah rapi.


Maura masuk dan melihat sekeliling, ada pula Alam disana. Alam sepertinya baru mandi, tapi bajunya tidak ganti.


Maura melirik Anna, kembali mengamati baju itu.


Apa semalam mereka menginap bersama? Tapi bagaimana bisa?!