Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 77 - Menyampaikam Keberatan



Di keluarga Dude semua orang sudah tahu perihal kehamilan Anna.


Sementara di rumah sakit Medistra sudah ada 2 orang yang tahu pasti tentang kehanilan Anna dan hubungan diantara Anna dan Alam. Sementara Anton hingga kini masih saja salah persepsi, masih mengira jika Anna adalah istri kedua sang direktur utama.


Sedangkan Maura tetap berpikir jika Anna hanyalah wanita simpanan Alam.


Kesalah pahaman itu terus berlanjut karena tidak ada pula yang menjelaskan kebenarannya.


Dan waktu bergulir, kehamilan Anna semakin hari semakin membesar. Desas desus pun mulai berhembus kencang, membicarakan tabiat Anna yang ternyata tidak baik.


Tapi jadi bahan pembicaraan seperti itu Anna malah merasa senang, dia jadi tahu mana yang benar-benar tulus berhubungan dengannya.


Semenjak hamil pun Anna jadi tidak takut darah sedikitpun, dia bahkan berada di barisan paling depan saat kejadian beberapa bulan lalu terulang, ketika ada kecelakaan beruntun dan memakan banyak korban.


Dan tentang kehamilan Anna itu menjadi ranah pribadi dia sebagai seorang individu, tidak ada hubungannya dengan dia yang bekerja di rumah sakit Medistra. Apalagi selama ini Anna selalu menangani pasiennya dengan baik. Semua operasi yang dia lakukan pun berjalan sempurna.


Sampai akhirnya keahlian Anna itu mencuri perhatian semua pihak. Bukan hanya jajaran petinggi rumah sakit, namun juga hingga ke seluruh penjuru kota.


Namanya bahkan tak asing lagi bagi semua orang.


Kini usia kehamilan Anna sudah memasuki usia 8 bulan dan Anna akan diangkat untuk menjadi dokter spesialis bedah.


Pengangkatan Anna itu tentu tidak disetujui oleh Maura, karena seharusnya Anna melaksanakan pendidikan nya lagi, bukan dengan jalur khusus seperti ini.


Maura sangat geram, karena Anna selalu saja diperlakukan istimewa. Padahal sudah jelas baginya jika dengan kehamilan itu Anna mempermalukan nama baik rumah sakit Medistra.


Dan pagi ini Maura mendatangi ruangan Alam untuk mengajukan keberatan itu.


"Sebelum dokter Anna diangkat menjadi dokter spesialis, akan ada beberapa tes oleh tim ahli. Nanti baru ditentukan lulus atau tidak, baru dipastikan dokter Anna ahli dalam bidanh bedah apa." Jelas Alam, dia bicara seperti biasa, suara dingin dan wajahnya yang terlihat datar tanpa ekspresi.


"Tetap saja saya tidak setuju Dok."


"Tapi keputusan bukan hanya ada ditangan Anda dokter Maura, semua orang sudah menyetujuinya."


Maura mengepalkan tangannya kuat. Dalam benaknya dia bertekad akan menggagalkan pengangkatan Anna itu, bahkan Anna tidak akan diabiarkan untuk mengikuti ujian yang akan dilaksanakan.


"Tapi itu belum keputusan final kan? saya akan mencari suara untuk menggagalkan pengangkatan itu," putus Maura, membuat Alam akhirnya menatap Maura lurus seperti sebuah garis.


Dilihatnya Maura yang nampak sungguh-sungguh. Tapi Alam tidak bisa mencegah Maura, karena itu memang haknya sebagai pemegang saham untuk menuntut jika ada kebijakan yang tidak ia setujui di rumah sakit Medistra.


"Saya permisi," ucap Maura dan Alam mengangguk kecil.


Pagi itu juga, Maura langsung menemui para petinggi rumah sakit di departemen bedah. Menyampaikan keberatannya ini. Dia menemui Rudi yang menjabat sebagai pemimpin departemen bedah, tapi saat itu jawaban Rudi sangat mengecewakan bagi Maura, karena Rudi bersedia memberikan kesempatan untuk Anna.


"Sial, aku tidak akan bisa mendapatkan pendukung dari sini, karena mereka semua sudah diracuni oleh Anna. Aku harus menemui para pemegang saham yang lain," kesal Maura setelah keluar dari ruangan Rudi.


Kini tujuan Maura adalah menemui para pemegang saham. Lebih dulu menemui yang paling banyak memiliki saham di rumah sakit Medistra.


Yaitu Daniel Lincoln.