Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 60 - Terlanjur Hancur



"Cuci muka mu lalu turun lebih dulu, tunggu aku di mobil. Aku ada urusan sebentar," ucap Alam dan Anna menganggukkan kepalanya patuh.


3 menit di ruangan Alam dan mereka berdua keluar bersama. Anna berjalan lebih dulu sementara Alam mengikuti di belakang, di salah satu persimpangan Anna tetap berjalan lurus menuju arah luar rumah sakit. Sementara Alam belok ke kanan menuju ruangan Maura.


Alam melepaskan jas yang dia kenakan, juga membuka kancing atas kemejanya. Dengan tampilan sensual itu Alam menemui Maura.


Saat itu Maura sedang mencatat beberapa hal dengan perawat pendampingnya.


Sontak Maura dan perawat itu terkejut saat melihat Alam datang, lebih terkejut lagi saat melihat Alam yang sangat mempesona. Kedua mata Maura bahkan langsung berbinar sangat terpesona.


Saat itu juga Maura meminta perawat itu untuk keluar dan meninggalkan dia bersama Alam berdua.


"Ada perlu apa Al?" tanya Maura ddngan suaranya yang begitu lembut.


"Duduklah," pinta Maura lagi.


Tapi Alam tetap berdiri, membuat Maura pun ikut berdiri pula.


Deg! seketika jantung Maura seperti teremat. Dia menelan ludahnya kasar saat melihat tanda merah di leher Alam. Seketika dadanya sangat sesak. Apa lagi ketika di dalam benaknya mulai terbayang yang tidak-tidak, mulai menghubungkan dengan Anna.


Seketika itu juga Maura membeku, bahkan tidak ada lagi binar kebahagiaan di raut wajahnya. Kini wajah itu terlihat begitu masam.


"Dokter Maura, saya melihat saat Anda mengikuti dokter Anna tadi pagi dan saya rasa Anda juga melihat apa yang kami lakukan, benar kan?" tanya Alam, sebuah pertanyaan yang membuat Maura ingin menangis saat itu juga. Karena nyatanya apa yang dia lihat adalah benar.


Maura begitu sesak, membuatnya kesulitan untuk bicara.


"Kami memiliki hubungan yang sangat spesial, tapi ini masih menjadi rahasia. Jadi saya mohon, cukup Anda simpan sendiri tentang apa yang Anda lihat tadi pagi dan tidak perlu terlalu ingin tahu tentang hubungan kami." Jelas Alam, saat mengatakan itu raut wajahnya terlihat begitu dingin. Ini seperti sebuah perintah dan bukan sebuah permohonan.


"Hanya itu yang ingin saya sampaikan, permisi," ucap Alam, setelahnya dia segera keluar.


Dan saat pintu tertutup, jatuh pula Maura diatas kursinya. Kakinya begitu lemah, sampai rasanya tidak kuat untuk menyangga tubuhnya sendiri.


"Dasar wanita murahan, wanita licik, wanita menjijikan!" ucap Maura, kedua matanya merah dan terasa begitu panas. Air mata itu bisa jatuh kapan saja.


Dia sangat yakin jika Anna lah yang menjatuhkan dirinya di atas ranjang Alam, menyerahkan tubuh kotornya itu hingga tetap bisa bertahan di rumah sakit ini.


Tangan Maura semakin terkepal kuat, dia bahkan memukul meja kerjanya sendiri dengan kuat.


Mendadak kepalanya kosong, tidak tahu harus mulai dari mana untuk bisa segera menghancurkan Anna.


"Aku tidak akan tinggal diam. Aku akan kuak perselingkuhan mereka," geram Maura.


Saat ini dia tidak peduli lagi pada phobia Anna, kini Maura malah ingin segera menemukan istri sah Alam. Membuat Anna malu dengan perbuatan hina yang dia lakukan itu.


"Arghh!" Maura akhirnya menangis juga. Meski sudah punya rencana baru, namun tetap tidak bisa mengobati hatinya yang sudah terlanjur hancur.


Penantiannya selama ini seolah tidak berarti apa-apa, karena tiba-tiba Anna datang dan merusak semuanya.


Alam memang sengaja mengatakan ini, untuk membuat Maura melupakan tentang phobia Anna.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...