Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 43 - Teringat Kecelakaan 10 Tahun Lalu



Hingga jam jaga Anna tiba, hujan masih juga belum reda. Banyaknya pasien yang dateng ke ruang IGD pun tidak berkurang. Tetap sama seperti hari biasanya.


Dalam keadaan seperti ini, rumah sakit malah memasang keadaan siaga. Hujan kadang membuat adanya bencana dan semua dokter beserta perawat harus selalu siap.


Jam 3 sore saat itu Anna sedang mengantarkan pasien yang dia tangani di ruang IGD untuk mulai masuk ke ruang perawatan. Masih berjalan beriringan dengan beberapa perawat yang mendorong ranjang, tiba-tiba terdengar seseorang berteriak memanggil namanya.


"Dokter ANNA!" pekik orang itu yang ternyata adalah seorang perawat wanita.


Dia berlari menghampiri Anna.


"Maaf Dok, ada keadaan darurat. Tidak jauh dari rumah sakit terjadi kecelakaan beruntun dan semua korban akan dilarikan ke rumah sakit ini."


Tanpa bertanya lagi Anna langsung memahami situasi, dia harus siap siaga di ruang IGD.


Lantas dengan langkah cepat, Anna dan perawat itu segera kembali.


Semua sudah siaga, beberapa pasien yang sudah ditandai langsung dipindah ke ruang perawatan. Kabar yang didapat ada 15 orang korban dalam kecelakaan beruntun itu, mulai dari luka ringan hingga yang membutuhkan penanganan cepat.


Anna dan 3 dokter jaga lainnya mulai siaga, beberapa dokter spesialis yang tidak memiliki pasien pun segera membantu ke ruang IGD.


Tidak berselang lama, iring-iringan ambulance tiba.


Anna dan dokter lainnya berada di barisan paling depan.


Dengan sigap menangani para korban, dalam sekejab saja ruang IGD langsung penuh dengan pasien dan beberapa keluarga korban.


"Dok tolong tangani anak saya dulu!" teriak seorang ibu meminta bantuan pada siapapun, tubuhnya basah terkena air hujan sementara wajahnya basah dengan air mata. Wajahnya pun nampak pias diselimuti ketakutan.


"Saya bisa tangani pasien ini Dok, lebih baik baik anda tangani anak itu," ucap perawat yang berada di dekat Anna.


Anna dengan semua keahliannya mulai bertindak. Dengan tangan kosong dia menyentuh beberapa titik di kaki anak itu, hingga mendapati patah tulang di pergelangan kakinya. Menangani ini membuat Anna teringat saat kecelakan dia dulu, hal yang sama yang pernah dia alami.


Anak laki-laki ini harus segera mendapatkan penanganan operasi, saat itu Maura langsung mengambil alih.


Disaat Anna ingin membantu yang lain, saat itu tiba pula korban yang baru. Sudah berada di atas ranjang dorong dan menuju ke arahnya berdiri.


Deg! Anna membeku, saat melihat jelas korban itu dilumuri oleh banyak darah. Dari kepalanya mengeluarkan darah, lengan dan kakinya terluka akibat jalan aspal. bahkan beberapa tetes darahnya pun jatuh ke lantai.


Jantung Anna bergemuruh hebat, dia mulai merasakan kakinya yang gemetar.


Detik itu juga dia langsung ingat bagaimana kecelakan yang pernah dia alami bersama keluarganya 10 tahun yang lalu. Bahkan kembali teringat dengan jelas ibunya yang saat itu kepalanya nyaris pecah.


"Tis," lirih Anna memanggil Tissa.


"Tissa," panggil Anna sekali lagi, namun sayang saat itu Tissa tidak ada disana. Sementara korban itu semakin dekat menuju ke arahnya.


"Dok tolong selamatkan istri saya! saya mohon!!" ucap seorang pria dengan wajah memohon, namun raut wajahnya berubah marah saat Anna tidak bergerak, hanya diam dengan tatapan yang entah.


"Dokter! tolong istri saya! kenapa Anda diam saja! apa Anda ingin membuat istri saya meninggal!" ucap pria itu dengan suaranya yang membentak.


Seketika semua mata tertuju kearah mereka. Sementara Anna tidak bisa melakukan apa-apa, tangan dan kakinya gemetar. Bahkan telinganya terasa berdengung sangat sakit, dia tidak mampu lagi mendengar semua makian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...