Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 90 - Link Mama Banyak



Bella dan Luna mencebik, namun saat itu mereka semua melihat Ardi tersenyum lebar untuk pertama kali.


Namun senyum Ardi itu malah terlihat aneh bagi semua orang, tampan sih, tapi tetap saja aneh.


"Ar, jangan senyum-senyum, senyum mu itu mengerikan," ucap Luna, membuat Ardi langsung memasang wajahnya datar seperti biasa.


Rachel dan Firman hanya geleng-geleng melihat anaknya itu.


Waktu terus berjalan, saat malam tiba Bella dan Luna diminta pulang oleh Rachel. Keberadaan kedua wanita itu bukannya membantu malah membuat rusuh.


Baby Sha juga sudah memiliki nanny nya sendiri yaitu Lily, masih muda dan sering bekerja di keluarga konglomerat lainnya. Biasanya Lily hanya bekerja selama 3 tahun, ketika si jabang bayi mulai bisa mandiri dia akan bekerja ditempat lainnya.


Saat Bella dan Luna sudah pergi, Firman mengajak Ardi untuk duduk berdua di sofa ruangan itu. Sementara Alam sedang menyuapi Anna makan malam dan Rachel tengah duduk sambil memangku cucunya di sebelah ranjang Anna.


"Ar, kamu belum mau menikah?" tanya Firman pada anak keduanya ini, usia Ardi sudah matang 36 tahun, namun hingga kini Ardi belum pernah sekalipun membawa wanita pulang untuk dikenakannya sebagai kekasih.


Dan Ardi tidak langsung menjawab, masih menyusun kata untuk menjawab pertanyaan ayahnya itu. Namun belum sempat berucap, Firman sudah kembali buka suara ...


"Kamu normal kan?"


"Astaga Papa," sahut Ardi cepat, dia bahkan sedikit melebarkan mata ketika mendengar tuduhan tidak berdasar itu.


"Kamu membuat Papa berpikir seperti itu."


"Belum saja Pa, suatu saat aku paati akan menikah."


"Kapan? tiap ditanya kamu jawabnya seperti itu terus. Mama mu sampai bosan, karena itu sekarang papa yang bicara."


Ardi terdiam.


Ardi masih diam.


"Lihatlah Anna dan Alam, mereka dulu di jodohkan, bahkan awal mula pernikahan mereka bukan dalam keadaan yang baik. Tapi lihatlah, sekarang mereka bisa menerima satu sama lain."


Ardi membuang nafasnya pelan, tapi dia masih betah diam.


"Yang penting itu penerimaan, buka hatimu untuk menerima. Maka siapapun wanita yang dipilihkan mama mu, kamu akan menerimanya." Kali ini Firman bukan lagi bertanya, namun memberi tahu Ardi bahwa dia dan Rachel lah yang akan mencarikan jodoh untuk sang anak.


Usia Firman dan Rachel sudah tidak muda lagi, tentu mereka ingin segera melihat anak-anaknya hidup berumah tangga dengan bahagia. Jika sudah seperti itu mereka baru bisa bernafas lega, baru bisa merasa berhasil membesarkan anak-anaknya.


"Dad, papa dan Ardi sedang membicarakan apa sih? serius sekali," tanya Anna pada sang suami, sambil mulutnya terus mengunyah.


"Apalagi kalau bukan papa meminta Ardi untuk menikah," tebak Alam.


Namun Rachel yang juga mendengar ucapan Alam itupun sedikit melirik, dan berniat meluruskan..


"Bukan meminta menikah, tapi papa dan mama akan menjodohkan Ardi."


"Ha? dengan siapa?" tanya Anna antusias, ini bisa jadi bahan gosipnya dengan Bella dan Luna nanti ketika pulang.


"Kalian belum kenal, orang biasa bukan dokter."


"Mama kenal dimana?"


"Ada lah, link mama kan banyak," jawab Rachel dengan sombongnya. Namun Anna sungguh tidak puas dengan jawaban itu. Dia mencebik sebentar dan kembali fokus makan.