
Deg! Anna sangat terkejut, dia sungguh tidak menyangka jika sekaranglah saatnya dia kembali. Orang-orang akan kembali mengingat tentang Ayahnya yang legendaris, Ronald Walker. Dokter bedah ternama 11 tahun silam, sebelum nyawanya terenggut dalam kecelakaan naas itu.
Anna masih terpaku, kedua matanya berkaca-kaca saat melihat Alam memperkenalkan dirinya dengan rinci.
Tentang dia yang selama ini bersembunyi dari ketakutan dan mencoba bangkit. Juga tentang semua pencapaiannya dalam dunia medis. Sebenarnya Anna memilih menjadi dokter umum bukan karena ketidakmampuan. Melainkan karena dia yang begitu spesial, Anna mewarisi keahlian sang ayah yang ahli dalam 3 ilmu bedah sekaligus, mulai dari bedah saraf, bedah Orthopaedi, bedah Digestif.
Karena itulah saat masuk ke rumah sakit ini, Anna merupakan satu-satunya dokter yang direkomendasikan oleh guru besar.
Semua orang terperangah, mulai menatap Anna dengan kagum, terlebih semua dokumen dan arsip Anna terpampang jelas dalam monitor lebar di depan sana.
Disaat Alam selesai menjelaskan semuanya, dia meminta Anna untuk naik ke atas panggung.
Namun Anna yang terlanjur haru tak mampu untuk berdiri, dia terpaku dengan tatapan dalam sang suami dari dari depan sana.
Sampai akhirnya Anton bangkit dan membawa Anna untuk maju ke depan.
"Dia adalah Anna Walker, Direktur utama rumah sakit Medistra yang baru sekaligus istriku," jelas Alam saat Anna mulai naik.
Alam pun mengulurkan tangannya, meminta Anna untuk menyambut itu. Dan setelah suami istri ini bersama, Anton turun.
"Sampaikan kata sambutanmu," bisik Alam. Dan Anna menangis dengan bibirnya yang tersenyum.
Anna lantas menghapus air mata itu lalu berjalan menuju tengah podium dan Alam sedikit menyingkir memberi waktu untuk istrinya.
Dan dengan suaranya yang terdengar lugas, Anna memperkenalkan dirinya sebagai nona muda keluarga Walker. Sebagai pemimpin baru di rumah sakit Medistra.
Aura kepemimpinan Anna begitu terlihat jelas, pesonanya bahkan bisa menghipnotis semua orang.
Melihat Anna berdiri di depan sana membuat nafasnya seperti putus-putus, tenggorokkannya tercekat dan tangannya terkepal kuat.
Tidak! apa-apaan ini semua! bukan seperti ini yang aku mau.
Tidak! aku tidak akan membiarkannya.
"STOP!!" pekik Maura, dengan lancang dia menghentikan ucapan Anna di depan sana. Maura bahkan langsung bangkit dari duduknya dan menatap nyalang pada Anna.
"Pergantian pemimpin tidak bisa dilakukan semudah ini! setidaknya 51 persen pemegang saham menyetujui keputusan itu!" terang Maura dengan suaranya yang lantang, kini semua mata tertuju padanya.
Dan mendapati pertanyaan itu, kini giliran Alam yang maju.
"100 persen pemegang saham menyetujui pergantian pemimpin, lalu apa masalahnya dokter Maura?" tanya Alam. Mendapatkan dukungan dari Adam Malik membuat Alam dengan mudah mendapatkan suara para pemegang sahamnya. Siapa yang tak kenal Adam Malik, dia adalah sang penguasa pemilik Malik Kingdom.
Dan mendengar itu Maura menggelengkan kepalanya kuat, dia lantas menatap Daniel. Namun pria yang ditatapnya hanya memberikan senyuman kecil, tanpa ada niat untuk membela.
Lantas asisten Daniel mendekati Maura dan menunjukkan surat perjanjian diantara mereka. Dalam surat itu, Daniel hanya akan mendukung Maura selama 2 bulan penuh. Selepasnya diantara mereka tidak ada urusan apapun.
Maura tidak tahu, jika sebelumnya Alam sudah lebih dulu menghubungi Daniel untuk ini.
Alam sudah merencanakan ini semua dengan sangat matang.
"Tidak! TIDAK!!" Pekik Maura, dia berteriak kencang sampai tak sadar jika semua orang memperhatikan.