Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 88 - Cuti 3 Bulan



Hari berlalu, lama kelamaan kabar tentang pembatalan pengangkatan Anna pun mulai mereda. Kini Anna juga sudah mengambil cuti hamil dan melahirkan.


Selama 3 bulan ini Anna tidak akan mendatangi rumah sakit Medistra. Hal itu tentu menyenangkan bagi Maura juga jadi ketakutan tersendiri baginya.


Terlebih selama ini orang-orang suruhan Maura masih belum bisa mengulik hubungan yang sebenarnya diantara Alam dan Anna. Itu seperti sebuah misteri yang sulit untuk dia pecahkan.


Selama Anna cuti, Maura tahu jika wanita itu tinggal di rumah kediaman keluarga Dude. Sesuatu hal yang selalu berhasil membuat dadanya sesak.


Untuk membuatnya tenang, Maura coba melupakan Anna, kini dia kembali fokus pada rumah sakit Medistra dan memperkuat orang-orang yang mendukung dia. Meski Maura sudah tidak memiliki saham di rumah sakit, namun Maura masih memiliki perjanjian dengan Daniel, bahwa Daniel akan selalu mendukungnya dengan saham 25 persen itu.


Di rumah kediaman keluarga Dude.


Ada keramaian tersendiri di lantai 2, Alam tengah mengisi beberapa perabot untuk diletakkan di kamar anaknya nanti.


Setelah melakukan USG, mereka semua tahu jika bayi yang dikandung Anna berjenis kelamin perempuan.


Dan saatAlam tengah sibuk seperti itu, Anna menghampiri. Menatap heran pada tampilan kamar sang anak yang diatur oleh suaminya.


"Astaga Dad, kenapa semua warnanya merah muda?" tanya Anna dengan kedua mata yang terus menelisik tiap sudut ruangan. Mentang-mentang anaknya perempuan, semua warnanya jadi merah muda.


"Tidak apa-apa Mom, lagipula ini warna lembut, bukan merah muda yang mencolok."


"Harusnya kan ada warna lain juga Dad, jadi penglihatan dia bervariasi."


"Iya juga ya Mom, daddy Tidak berpikir sejauh itu." Alam cengir kuda, dia memeluk istrinya dengan manja, tidak ingin di marah.


"Aduh Dad, perut mommy sakit lagi, sepertinya sudah mulai pembukaan," ucap Anna, dia sedikit meringis dan menyentuh perutnya sendiri yang terasa sakit. Sakit yang datangnya sudah semakin teratur.


Anna mengangguk.


Mereka sudah berencana untuk melahirkan di rumah sakit Royal Dude. Yang membantu Anna bukan dokter asing, melainkan Bella.


Mereka berdua keluar dengan Alam yang membantu memapah Anna untuk berjalan.


Semuanya berjalan dengan baik, terlebih anna masih mampu menahan rasa sakit yang mendenranya.


Pagi itu hanya ada Rachel di rumah, jadi mereka pergi ke rumah sakit bertiga. Sementara Firman, Bella, Luna dan Ardi sudah berada di rumah sakit untuk bekerja.


"Mama hubungi Bella ya?"


"Iya Ma," sahut Alam, dia terus mengelus perut Anna, membawa Anna untuk bersandar di dadanya.


"Masih sakit sayang?" tanya Alam dan Anna mengangguk. Anna tidak lagi bisa berucap, mulutnya tertutup rapat menahan sakit.


Hingga 20 menit kemudian mereka semua sampai di rumah sakit Royal Dude, Bella dan beberapa perawat sudah menunggu, takut keadaan Anna sudah parah. Tapi untunglah Anna masih bisa jalan sendiri.


"Sabar An, dia juga sedang berusaha untuk bertemu kita semua," ucap Bella, biasanya dia adalah yang paling santai, namun dalam keadaan seperti ini Bella berubah jadi begitu serius, aura seorang dokter mulai terlihat pada dirinya.


Anna masuk ke ruang pemeriksaan, dan saat itu masih bukaan ketiga. Bella memberinya sebuah obat dan kembali meminta Anna untuk berjalan-jalan santai.


"Bella ini bagaimana sih, kamu mau melahirkan malah disuruh jalan-jalan," keluh Alam, dia adalah yang paling cemas diantara semua orang. Tapi Anna tidak sanggup menjawab dan menjelaskan, dia hanya tersenyum diantara bibirnya yang meringis menahan sakit.