
Sedari tadi Alam tidak berada di rumah sakit, dia ada pertemuan di luar.
Saat kembali ke rumah sakit Medistra, Alam langsung mendengar berita tentang Anna. Bahkan mulai ramai tersebar video di ruang IGD di grup whatsapp rumah sakit.
Langkah kaki Alam yang menuju ruangannya terhenti, saat itu juga dia ingin menemui Anna. Alam sangat tahu, phobia Anna kembali kambuh.
Sebelum mereka memulai hubungan, phobia Anna sudah sembuh 90 persen. Tidak lagi membenci dia, membuat pertahanan diri Anna melemah, itulah yang di yakini Alam.
Bukan lagi melangkah, kini Alam bahkan berlari menuju ruangan sang istri.
Tapi lagi-lagi langkah kakinya langsung terhenti saat mendengar Maura memanggil dengan begitu keras.
"Al! astaga akhirnya kamu kembali!" ucap Muara, tidak hanya memanggil, dia bahkan menahan lengan Alam. Tapi Alam segera menepisnya.
"Kamu tahu kabar tentang dokter Anna? pihak keluarga Pasien akan mengajukan tuntutan, apalagi video saat kejadian tersebar luas, video itu pasti akan menyudutkan dokter Anna dan rumah sakit." terang Maura.
"Bahkan para direksi pun sudah tahu." timpal Maura lagi.
Dan mendengar itu, makin cemaslah Alam dengan keadaan sang istri.
Tanpa memberikan tanggapan apapun, Alam meninggalkan Maura. Saat ini juga dia harus bertemu Anna.
Tapi di ruangan Anna tidak ada, di ruang IGD pun tidak nampak batang hidungnya. Alam sampai melihat semua daftar pasien dibawah pengawasan Anna, lalu mendatangi ruang rawatnya satu per satu, tapi Anna tetap tidak dia temukan.
Nafas Alam terengah, tapi dia belum menemukan Anna. Dan saat kembali ke ruangannya, ternyata disana sudah banyak orang yang menunggu.
Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan, Manajer Pelayanan Medis, Kepala Instalasi Gawat Darurat, dan juga Kepala Departemen Bedah.
Semuanya menunggu kedatangan Alam untuk membahas kasus ini.
Alam pun ikut duduk bersama mereka. Tinggal menunggu Anna yang sedang di panggil oleh Maura. Anton pun juga akan datang, karena dialah dokter yang menangani pasien.
5 menit kemudian Anna dan Anton tiba, Maura pun ikut masuk. Tatapan Anna dan Alam langsung bertemu, Alam menatap mata sayu sang istri, membuat hatinya begitu teriris. Namun tubuhnya seolah terikat rantai besi, dia tidak bisa bergerak untuk menghampiri dan memeluk.
Mereka berdua sama-sama sadar, ingat jelas tentang status pernikahan mereka yang harus disembunyikan.
Pertemuan itu dimulai, pertanyaan pertama langsung ditujukan untuk Anna.
"Kenapa kamu diam saja saat pasien itu tiba? bahkan sampai keluarga Pasien memaki mu kamu masih tidak bergerak?"
"Saat itu dokter Anna kelelahan, kepalanya pusing dan pandangannya memudar, karena itulah dia tidak langsung menyentuh pasien." Anton yang menjawab, memberi pembelaan bohong. Hingga kini dia belum tahu apa yang terjadi pada Anna, namun untuk diam saja dia tidak bisa.
"Sebelumnya dokter Anna banyak membantu ku, setelahnya dia sibuk di IGD. Dia tidak berhenti sampai tugas jaganya habis. Kita tidak ada yang tahu akan ada kecelakaan itu." terang Anton lagi, dia terus berargumen membela Anna, sementara Anna hanya diam. Pandangannya bahkan turun menatap lantai.
Alam terus menatap Anna lekat, membenci keadaan ini. Saat dia tidak kuasa untuk membela sang istri, sementara pria lain melakukannya.