Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 51 - Menyelidiki Anna



Di luar ruangan Alam, Maura menghentakkan kakinya kuat. Rahangnya mengeras hingga wajahnya me merah menahan amarah.


Melihat Anna di dalam ruangan itu sungguh membuatnya geram. Terlebih otaknya terus membayangkan yang tidak-tidak. Tentang tanda merah di leher Anna yang semakin terlihat jelas.


"Sebenarnya ada hubungan apa diantara mereka berdua? apa Anna wanita simpanan Alam?"


"Issh Sial!"


Dengan langkah cepat dia segera pergi dari sana. Status Alam memang sudah menikah dan Maura tahu itu, tapi berulang kali Maura mencari tahu siapa istrinya tapi tetap tidak ketemu juga. Terlebih selama ini Alam tidak pernah terlihat dekat dengan wanita manapun.


Andai Alam ingin memiliki wanita simpanan, kenapa bukan Dia?


Maura masuk ke dalam ruangannya dan membanting pintu. Dengan gusar dia segera mencari ponsel di dalam tas dan menghubungi sang ayah.


"Dad, aku butuh bantuan mu."


"Katakan sayang," sahut Ben, ayah Maura.


"Bantu aku untuk menyelidiki seseorang."


"Apakah Alam? jika iya daddy tidak akan membantu mu. Andai Firman tahu daddy menyelidiki anaknya, itu akan membuat hubungan kami tidak baik Maura."


"Aku tahu itu Dad dan bukan Alam yang aku maksud. Dia adalah orang lain, namanya Anna. Dokter baru di Medistra."


"Siapa nama keluarga nya?"


"Tidak ada, dia hanya masuk ke rumah sakit ini dengan nama Anna. Aku akan mengirimkan semua data yang aku tahu, setelahnya tolong daddy urus."


"Baiklah sayang."


Panggilan itu terputus dan Maura mulai bisa tersenyum kecil. Tentang Anna, Maura akan mencari tahu kelemahan wanita itu. Lalu setelahnya dia akan membuat Anna benar-benar menjauh dari Alam.


Saat itu juga Maura segera mendatangi bagian HRD. Menemui petugas disana dan meminta salinan data diri Anna.


"Berikan padaku! lama sekali!" kesal Maura, dia menarik paksa sebuah berkas dari tangan sang petugas.


Maura hendak berlalu, namun langkahnya terhenti saat petugas wanita itu memanggilnya..


"Dokter Maura, kenapa berkas itu dibawa? bukan kah anda hanya akan membaca nya disini?" tanya petugas itu dengan raut wajahnya yang mulai cemas. Berdebat dengan Maura bukanlah hal yang baik.


Dan benar saja, pertanyaan itu mampu membuat Maura semakin geram. Tidak penting dan membuang-buang waktunya.


"Terserah ku mau apa, memangnya apa yang mau kamu lakukan jika berkas ini ku bawa?" tanya Maura dengan suaranya yang dingin, seketika petugas tidak mampu untuk menjawab. Dia hanya bisa menelan ludahnya dengan susah payah.


Lalu membiarkan begitu saja Maura membawa data diri Anna.


Tidak sabar untuk melihat isinya, Maura pun membuka berkas itu diantara langkahnya yang tergesa. Dia terus membaca dengan kaki yang berjalan menuju ke ruangannya.


Semua informasi disana hanya ada tentang Anna yang selama ini belajar di LN, tentang semua prestasi dan pencapaian yang pernah di raih dalam dunia medis. Tapi tentang keluarganya tidak ada sedikitpun.


Kini Maura bahkan ragu, benarkah keluarga Alam dan keluarga Anna saling mengenal.


Bukankah ini sangat janggal?


Brug! Maura terjatuh, bersama itu pula berkas tentang Anna berserak di lantai. Tanpa sengaja Maura menabrak Anton.


Dan bukannya langsung menolong Maura, Anton malah memperhatikan berkas Itu, sebuah data diri dengan foto Anna disana.


Tapi belum sempat bertanya lebih, Maura lebih dulu bergerak cepat untuk membereskan berkas itu.


Lalu meninggalkan Anton, yang di kepalanya mulai banyak pertanyaan.


"Apa yang akan kamu lakukan dokter Maura?" gumam Anton, dia terus melihat Maura yang sedikit berlari menjauhi dia.