Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 97 - Nona Muda Keluarga Walker



Maaf ya lama up nya, abis jalan-jalan.



Anna, Maura dan Anton datang bersamaan menuju ruang rapat utama rumah sakit Medistra. Membuka pintu itu lebar-lebar dan Maura masuk lebih dulu, dia tersenyum lebar dan menundukkan kepalanya hormat menyapa semua orang penting di dalam sana.


Kemudian Maura melangkah mengambil posisi duduk dibagian paling depan, sejajar dengan orang-orang penting, Alam juga ada di deretan itu.


Sementara Anna dan Anton duduk di kursi kosong bagian belakang, bersama dengan dokter umum dan dokter spesialis lainnya.


"Sebenarnya ini pertemuan apa?" tanya Anna, dia berbisik pada Anton. Sementara yang dibisiki malah mengukir senyum tipis. Anton sudah tahu semua tentang pertemuan ini, nanti dia bahkan akan bicara pula.


"Aku juga tidak tahu, kita dengar saja," jawab Anton, setelah mengatakan itu dia langsung menghadap kedepan, melihat pembawa acara yang mulai membuka rapat umum ini.


Tak lama kemudian Alam maju kedepan menyampaikan kata sambutan dan juga mengatakan kenapa rapat umum ini diadakan.


Tentang daftar baru pemegang saham di rumah sakit Medistra, Alam mengucapkan terima kasih dan berharap pihak rumah sakit dan para pemegang saham dapat bekerja sama dengan baik.


Dan saat Alam mengutarakan tentang itu, Maura mulai sedikit merasa cemas, dia menelan ludahnya dengan susah payah. Karena tidak melihat namanya di layar besar di depan sana. Yang dia baca adalah Daniel Lincoln.


Maura lantas melirik Daniel yang duduk cukup jauh darinya, dia tersenyum ke arah pria itu tapi Daniel tidak melihatnya.


Tenanglah Maura, dia akan selalu mendukungmu dengan saham 25 persen itu. Batin Maura, berpikir seperti itu membuatnya bisa bernafas lega.


Setelah bicara tentang saham, Alam kemudian mengatakan poin kedua.


Sebuah ucapan yang membuat semua orang tercengang, bukan hanya Maura, namun Anna juga.


Kenapa jadi seperti ini? sebenarnya apa tujuan rapat ini? Anna terus bertanya di dalam hati, tatapannya terus mengunci sang suami yang bicara di depan sana.


Sementara Maura merasa keputusan Alam itu tidak masuk akal, dia ingin menginterupsi namun dicegah oleh Deril.


Sesaat ruang rapat memang terdengar bising, namun kembali kondusif saat beberapa orang panitia rapat menenangkan.


"Sejak awal, posisi ini bukanlah milik ku. Melainkan milik keturunan keluarga Walker." terang Alam, dia lantas menceritakan sejarah tentang 10 tahun silam. Tentang pernikahan yang dia lakukan untuk memiliki hak menduduki posisi Direktur Utama rumah sakit Medistra.


Kabar yang selama ini simpang siur kini Alam jabarkan dengan sangat rinci.


Entah kenapa Anna merasa terharu, ketika cerita tentang keluarganya kembali dikenang, air matanya jatuh dengan sendirinya. Namun Anna coba tegar, sebelum orang lain menyadari jika dia menangis, Anna buru-buru menghapus air mata itu.


"Dan sekarang, Nona Muda keluarga Walker telah kembali. Dialah yang akan menduduki kursi Direktur Utama di rumah sakit Medistra." jelas Alam.


Seketika ruang rapat kembali riuh, mulai bertanya siapakah keturunan terakhir keluarga Walker itu. Disaat keadaan riuh, Maura pun mulai merasakan kecemasan yang luar biasa. Untuk pertama kalinya dia akan tahu siapa istri sesungguhnya Alam, pria yang dia cintai sejak lama. Ada perasaan cemas yang tiba-tiba masuk ke dalam hati Maura.


Suasana riuh itu pun kembali hening, saat akhirnya Alam kembali buka suara.


"Dan dia adalah ... Anna Walker."