Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 80 - Sensasi Yang Berbeda



Saran. Baca saat malam hari.


Hawa persaingannya dengan Maura membuat Anna jadi semakin ingin menguasai suaminya itu. Saat jam pulang pun dia lebih dulu menghampiri Alam di ruangannya.


Membuat Alam heran sampai mengerutkan dahi, tumben-tumbenan Anna datang sendiri tanpa dia minta.


"Daddy," rengek Anna, dia segera menghambur ke arah sang suami dan duduk diatas pangkuan Alam yang sedang duduk di kursi kerja.


Tingkah Anna sangat manja, membuat Alam heran dan bahagia sekaligus. Kapan lagi Anna akan bermanja seperti ini.


"Kenapa Mom? apa ada masalah? tumben mommy datang kesini tanpa daddy minta," ucap Alam sekaligus bertanya.


"Apa Aku tidak boleh datang kalau tidak daddy suruh?"


"Bukan begitu mom."


"Apa ada sesuatu yang daddy sembunyikan?"


Astaga! kenapa Anna jadi marah. batin Alam. Dia jadi ketar-ketir takut sendiri. Harusnya dia lebih hati-hati dalam bertanya.


Dan Alam tidak langsung menjawab, dia benar-benar memikirkan kalimat yang akan diucapkan agar tidak menambah kekesalan Anna.


"Iya, daddy menyembunyikan sesuatu," jawab Alam Akhirnya, membuat Anna langsung mendelik.


"Apa?" tanya Anna dengan suaranya yang mulai tinggi.


Alam lalu menyentuh salah satu tangan istrinya, dan membawa tangan itu ke arah senjatanya di balik celana.


Deg! Anna sangat terkejut, tiba-tiba merona dengan darahnya yang mendidih.


Anna datang ke ruangan ini memang untuk menggoda suaminya, ingin melayani Alam meski dengan perut yang membuncit. Sesaat dia lupa dengan niat awalnya itu, sampai akhirnya kembali ingat saat dia menyentuh senjata sang suami.


Senjata yang sepertinya sudah mulai membesar namun belum maksimal.


"Dadd," panggil Anna dengan suaranya yang pelan, lebih mirip mendesah. Bahkan Alam sampai meremang ketika mendengar suara lembut itu.


Anna tidak menjawab, dia malah menanggalkan jas putihnya da meletakkannya diatas meja. Lalu membuka satu per satu kancing kemejanya hingga sampai dibawah dada.


Melihatnya itu Alam menelan ludahnya kasar, melihat sebuah adegan dalam fantasinya secara langsung.


"Kita lakukan disini saja Dad, mommy akan melayani Daddy."


"Really?"


Anna mengangguk dan menyuguhkan hidangan pembuka di hadapan sang suami. Alam menerima itu, mengulumnya salah satu dan meremat yang lainnya.


Anna mendesaah, tadi dia sudah mengunci pintu dan mereka aman melakukan apapun.


Anna menyerahkan seluruh tubuhnya kepada Alam, disaat Alam masih menggunakan baju lengkap dia sudah terlihat polos.


Bahkan kini Anna mengizinkan saat sang suami ingin melahap bagian intinya, padahal selama ini Anna selalu menolak, malu sekali rasanya jika sampai Alam menjilati bagian sensitif itu.


Tapi malam ini Anna pasrah, semuanya akan dia berikan. Agar Alam tidak mencari ditempat lain.


Dan penyatuan yang sesungguhnya mereka lakukan diatas sofa, Alam menghentak istrinya lembut sampai akhirnya mereka dapatkan pelepasan bersama.


Nafas keduanya memburu, Anna coba membuka mata meski dadanya masih naik turun.


"Dad, apa Daddy puas?" tanya Anna, seketika dia ingin tahu isi hati Alam setelah mereka melakukan percintaan.


"Tentu saja Mom, mommy lebih panas malam ini."


Mendengar itu Anna mengulum senyum, ternyata dia pun menyukai menjadi agresif saat bercinta. Dia bisa merasakan sensasi yang berbeda.


Entah kenapa rasanya bahagia sekali saat Alam terus menatap tubuhnya penuh damba.


Membayangkannya saja membuat Anna kembali ingin bercinta.


"Dad, mommy mau satu kali lagi."