
Panggilan Anna dan Alam terus terhubung, sehingga Anna bisa mendengar semua pembicaraan suaminya dengan Anton dan Maura.
Di ujung sana, Alam menunjukkan rekaman cctv saat Anton dan Maura menghentikan troli makanan untuk dibawa ke ruang VIP. Meski hanya punggung mereka yang terlihat, namun saat kembali berjalan nampak jelas jika itu adalah mereka berdua.
Tak lama setelahnya di ruang Pricilla, Tissa mengalami mual. Lalu terlihat Anna yang bergegas keluar dengan tergesa.
Melihat itu Anton dan Maura sama terkejutnya. Mereka menelan ludah dengan kasar, juga jantung yang mendadak bergemuruh hebat.
"Apa kalian mencampurkan sesuatu di makanan Pricilla?" tanya Alam langsung setelah mereka semua selesai melihat rekaman cctv itu. Alam bertanya dengan suaranya yang begitu dingin, juga tatapan yang sangat tajam.
Seketika keringat dingin mulai membasahi kedua tangan Anton dan Maura.
Saat itu Maura dengan segera menjawab, sebelum Anton buka suara ...
"Itu bukan aku Dokter Alam, semua itu dokter Anton yang lakukan!" bela Maura dengan nada bicaranya yang menggebu.
"Dokter Anton meminta obat mual padaku, aku tidak tahu jika itu untuk Pricilla, terakhir dia mengancam ku untuk tutup mulut!" timpal Maura lagi, kini dia pun menatap Anton tajam. Seolah dari tatapannya itu dia mengancam Anton andai berani menyanggah ucapannya.
Alam masih diam, dia pun menatap Anton untuk mendengar pembelaan.
Tapi Anton yang sudah sangat lelah dengan ini semua memilih diam. Sejak awal ini memang salahnya, membela diri pun hanya akan terus membuatnya terlihat berbohong. Akhirnya Anton bisa pasrah, bahkan menerima semua tuduhan yang Maura berikan.
Anton bangkit dari duduknya dan menundukkan kepalanya dalam.
"Maafkan saya dokter Alam, saya salah," jawab Anton. Kini saatnya dia menebus semua kesalahan yanh dia lakukan.
Anna diujung sana yang mendengar itu semua pun hanya diam. Tapi di sudut hatinya yang paling dalam, dia malah merasa Anton tidak bersalah. Malah semakin yakin dengan ucapan Anton dulu, jika ini semua adalah ulah Maura.
Sementara Alam mulai mengambil keputusan.
"Dokter Anton, anda harus keluar dari rumah sakit ini. Sebagai gantinya, mengabdikan di rumah sakit cabang, rumah sakit Medistra di pinggiran kota selama 1 tahun. Sebelum itu lebih baik temui keluarga Pricilla dan ucapkan maaf sekali lagi."
Anton terdiam, dia masih menundukkan kepalanya dengan begitu dalam. Masih bersyukur dia tidak dipecat dari rumah sakit ini. Andai dipecat, pasti dia akan dipecat secara tidak terhormat dan itu akan menghancurkan karirnya pula.
"Terima kasih dokter Alam," jawab Anton.
"Pergilah besok pagi, selesai kan semua pekerjaan Anda hari ini. Dan semua pasien yang Anda tangani di rumah sakit ini akan dialihkan pada dokter Maura."
Ha? Maura terperangah, itu juga hukuman yang sulit untuknya. Pasti akan sangat menyita waktu.
Tapi Maura tidak bisa membantah, terlebih saat melihat wajah Alam yang masih saja nampak dingin.
Selesai itu Maura dan Anton keluar.
Di luar ruangan, Maura menghentikan langkah Anton.
"Dokter Anton, jangan menyalahkan aku atas ini semua. Pasti ini Anna yang mengadu," jelas Maura, masih ingin membuat Anton terus menyalahkan Anna atas apa yang terjadi.
Tapi saat itu Anton tidak langusng menjawab, dia malah tersenyum menyeringai ...
"Apa anda tidak bosan terus menyalahkan dokter Anna? tiap kali Anda menjelekkan dokter Anna, yang terlihat buruk bukan dokter Anna, tapi Anda," balas Anton. setelah mengatakan itu dia terkekeh, menatap hina pada Maura dan pergi dari sana.
Meninggalkan Maura yang kemarahannya sudah sampai di ubun-ubun.