Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 75 - Orang Pertama



Rapat masih berlangsung, tapi saat itu Sabrina meminta Anna untuk kembali ke ruangannya saja. Dari toilet tempat anak memuntahkan semua isi perutnya Sabrina mengantarkan Anna.


"Apa Anda tidak sarapan dokter An?" tanya Sabrina di antara langkah kaki mereka yang beriringan, sesekali Sabrina pun menyentuh lengan Ana saat melihat rekannya ini berjalan sedikit goyah, menahan tubuh Anna agar tidak tumbang.


"Sarapan kok, tapi tadi keluar semua."


"Coba nanti di ruangan Anda saya periksa, jangan-jangan asam lambung."


"Bukan, aku sudah tahu penyebabnya kenapa muntah seperti ini?"


"Kenapa? masuk angin?"


"Bukan."


"Lalu?"


"Aku hamil."


"Ha?!" Sabrina langsung menghentikan langkah membuat Anna pun ikut mengikuti pergerakannya. Mereka berhenti tepat di depan pintu lift yang akan membawa mereka turun ke lantai 1.


"Apa dokter An?" tanya Sabrina, takut takut jika dia salah dengar. Hamil? itu adalah sesuatu hal yang tidak mungkin, karena semua orang di rumah sakit ini tahu jika status anak adalah single belum menikah. Terlebih Anna dikenal sebagai sosok yang baik, memiliki ruang lingkup pergaulan yang bagus sehingga tidak mungkin Jika Anna terjebak dalam pergaulan bebas.


"Aku Hamil."


"Dengan siapa? bukankah Anda belum menikah? apa seseorang melecehkan Anda dokter An? katakan pada saya!" balas Sabrina dengan menggebu, seketika emosinya terpancing entah karena apa, mungkin karena dia terlalu peduli.


Dan Anna langsung membuat gerakan menutup mulut menggunakan 1 jari telunjuknya, Sst!


Dia menekan tombol lift itu dan menarik Sabrina untuk segera masuk.


"Sebenarnya aku sudah menikah, tapi tidak ada yang tahu."


"Tidak, bukan seperti itu dokter Brina. Aku memang sudah menikah."


"Siapa suami Anda?"


"Dokter Alam."


"Ha?!!" Sabrina sangat terkejut. saat Anna mengatakan itu sungguh dia tidak percaya. dan pelan-pelan Anna menjelaskan semuanya tentang dia dan alam 10 tahun yang lalu.


Tentu saja Sabrina sangat terkejut, terlebih saat Anna mengatakan Jika dia adalah orang pertama yang mengetahui tentang kebenaran ini.


Anna juga meminta kepada Sabrina untuk tetap merahasiakan ini hingga tiba waktunya nanti mereka yang akan mengumumkannya secara langsung.


Dan Sabrina tidak bisa menjawab apa-apa, Dia hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Di dalam benaknya masih gamang, masih bingung untuk menerima kenyataan ini.


Masih sulit percaya jika ternyata istri Alamsyah Dude yang selama ini menjadi duga-duga seluruh jajaran rumah sakit Medistra adalah Anna.


Keluar dari lift Sabrina mengantarkan Anna sampai di ruangannya. Sebelum pergi meninggalkan Anna di sana, Sabrina mengucapkan sesuatu...


"Percayalah pada saya Dokter Anna, saya akan merahasiakan ini," ucap Sabrina dan Anna tersenyum seraya mengangguk kecil.


Selama ini Anna sudah mengamati semua dokter di rumah sakit Medistra, bukan hanya dokter bedah tapi juga ke semua Departemen rumah sakit dan Sabrina adalah salah satu dokter yang terbaik baginya.


Saat kepemimpinannya nanti tiba Anna memang hanya ingin menyisahkan dokter-dokter yang berpotensi untuk tetap berada di rumah sakit Medistra, bukan hanya dokter yang statusnya hanya untuk mencari nama.


Anna Bahkan mulai berencana untuk mencari dokter baru yang bisa bergabung di rumah sakitnya.


Dan setelah mengatakan itu Sabrina pun pamit untuk undur diri, dia kembali lagi ke ruang rapat.