Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 82 - Kesepakatan Daniel dan Maura



"Maaf Nona Maura, aku tidak bisa membantu Anda," jawab Daniel setelah Maura bercerita panjang lebar dan meminta dukungan.


"Kenapa Tuan Daniel? kita bisa menghentikan pengangkatan itu dengan hak yang kita punya, harusnya dokter Anna menyelesaikan pendidikan secara normal, bukan dengan cara seperti Ini? ini akan membuatnya tidak menghargai gelar yang dia dapat nanti, karena dia mendapatkannya dengan mudah."


"Aku percaya pada dokter Alam, dia pasti sudah mempertimbangkan ini dengan baik. Lagi pula saham ku di rumah sakit Medistra tidak terlalu banyak, aku tidak ingin pusing akan hal itu," jelas Daniel lagi.


"Jangan begitu Tuan Daniel, 10 persen itu sangat besar."


"Tapi bagiku masih kecil, andai aku punya saham 25 persen baru aku mau ikut campur di dalamnya." jelas Daniel lagi, sebagai seorang pengusaha dia pun menginginkan keuntungan yang besar.


Dan mendengar ucapan Daniel itu Maura nampak berpikir.


Aku punya 15 persen, aku bisa saja memberikan saham itu pada Daniel dengan surat perjanjian. Yang penting Daniel mau membantuku lebih dulu, batin Maura.


"Saya akan menjual 15 persen saham saya pada Anda, tapi dengan syarat," tawar Maura. Tanpa pikir panjang dia menawarkan itu pada Daniel. Yang terpenting baginya kini adalah menggagalkan pengangkatan Anna dan memuat Anna dikeluarkan dari rumah sakit Medistra.


Setelah itu semua terjadi, dia akan kembali menjadi Ratu nya rumah sakit Medistra. Kembali menjadi satu-satunya wanita yang akan dilihat oleh Alam.


"Syarat apa?" tanya Daniel, dia melihat sebuah peluang keuntungan yang sangat besar disini, karena itulah dia coba bernegosiasi.


"Anda harus mendukung saya untuk menggagalkan pengangkatan Anna, juga membuat Anna dikeluarkan dari rumah sakit Medistra."


Daniel terdiam sejenak, dia memang menginginkan keuntungan ini namun tidak ingin terlibat dalam masalah pribadi Maura dan Anna.


"Maaf Nona Maura, jika ini masalah rumah sakit Medistra aku masih mau membantu Anda, tapi jika masalah pribadi aku tidak ingin ikut campur."


"Tidak, bukan begitu Tuan, ini tetaplah masalah rumah sakit Medistra, yang saya harapkan adalah Anda selalu mendukung apapun keputusan saya."


Saat itu juga Daniel meminta Zhack untuk segera mengurus semua surat-suratnya. Jual beli saham dan surat perjanjian antara dia dan Maura.


Saking semangatnya, Maura sampai tidak membaca lagi surat perjanjian itu. Dia sudah terlanjur bahagia.


Yang awalnya pertemuan hanya untuk 15 menit, nyatanya mereka bersama hingga makan siang tiba.


Dan saat jam istirahat itu datang selesai pula urusan diantara keduanya.


Maura kembali ke rumah sakit Medistra dengan Membawa sebuah berkas ditangan. Bibirnya tersenyum dan dia melangkah lebar menuju ruangan Alam. Tapi sayang saat itu Alam tidak ada disana.


"Ah sial! pasti dia sedang menjemput wanita sialan itu!" kesal Maura.


Tapi kekesalannya tidak lama, setelah dia kembali melihat berkas yang dia bawa. Itu adalah surat kuasa dari 40 persen pemegang saham yang mendukung dia untuk menggagalkan pengangkatan Anna. Sementara yang lain memilih untuk diam dan mengikuti apapun keputusan bersama nanti.


"Aku akan kembali Nanti," gumam Maura pula, setelahnya dia pergi dari sana dan menuju ruangannya sendiri.


Dan benar seperti tebakan Maura, kini Alam sedang bersama dengan Anna. Mereka makan siang bersama di dalam kamar.


Entah kenapa Anna jadi semakin manja di kehamilannya yang semakin tua.


"Dad, Aa."


Anna membuka mulut dan Alam menyuapinya.