Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 69 - Ada Apa Dengan Ana?



Hari masih panjang setelah Anna, Alam dan Rachel pulang dari pemakaman.


Saat itu Rachel mengatakan pada kedua anaknya untuk pergi saja ke vila keluarga mereka yang berada di pinggiran kota dan besok pagi baru pulang, siangnya mereka kembali bekerja.


Alam menyetujui itu, selama ini dia dan Anna juga tidak pernah bepergian.


"Bagaimana? kamu mau pergi?" tanya Alam pada sang istri, kini dia dan Anna sudah tiba di rumah. Rachel pun sudah kembali ke rumah utama keluarga Dude.


Alam memeluk Anna dari belakang, mereka berdua berjalan beriringan menuju kamar seperti penguin.


"Boleh, apa villa itu juga dekat dengan rumah sakit cabang disana?"


"Kenapa? kamu mau bertemu dengan dokter Anton?"


"Ya bertemu juga tidak apa-apa, kita berdua bisa menemui dia."


"Ah ya benar, jadi biar dia tahu bahwa kamu adalah mikikku."


"Issh!" Anna mencubit tangan Alam yang melingkar di perutnya.


Jam 10 pagi itu mereka mulai bersiap dan pergi ke Villa. Menempuh perjalanan sekitar 4 jam dan akhirnya sampai, suasana pedesaan mulai terasa begitu sejuk. Sejauh mata memandang pun disuguhkan pemandangan hijau.


Di ujung sana juga ada bukit barisan yang begitu indah.


Hawa dingin di desa ini membuat Anna memeluk Alam erat.


"Aku sangat suka suasana disini," ucap Anna, Alam mencium kening istrinya dengan sayang.


Saling memeluk pinggang, mereka berdua masuk ke dalam Villa, di sambut oleh penjaga disana.


Villa itu hanya ada lantai 1, namun cukup luas dan bisa menampung banyak orang. Sementara kini hanya ada mereka berdua dan beberapa penjaga penghuninya.


Sampai di kamar mereka langsung merebahkan tubuh diatas ranjang, beristirahat setelah menempuh perjalanan panjang.


"Sayang?" panggil Anna, dia merubah posisi tidurnya hingga menindih setengah tubuh Alam.


"Apa?" Alam memeluk pinggang Anna.


"Tentang Bella."


"Kenapa dia?"


"Suaminya kembali menghubungi, dia ingin kembali. Bella masih mau tapi sepertinya papa tidak setuju."


"Tapi bagaimana jika mereka ingin kembali bersama."


"Sudah pernah gagal kenapa masih ingin kembali, lebih baik memulai hidup baru."


Anna mencebik, malah memposisikan ia dan Alam. Jika mereka berpisah mereka tidak akan bisa bersama lagi.


"Kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Alam, heran.


"Jadi kalau kita pisah, kita tidak akan kembali lagi?"


"Kenapa jadi bahas kita yang pisah, kita kan tidak akan pernah pisah."


Anna masih mencebik, mendadak berpikir jika Alam tidak akan sekuat tenaga memperjuangkan dia. Mungkin saat Anna pergi Alam hanya akan diam, tidak berusaha.


Mendadak suasana hati Anna memburuk, merasa tidak nyaman, sangat sedih.


"Hei, kamu kenapa? kan sedang bahas Bella dan suaminya, kenapa jadi aku yang salah?" tanya Alam bertubi, dia bahkan memeluk pinggang istrinya erat.


Anna benar-benar aneh, dalam sekejab saja suasana hatinya berubah jadi murung seperti itu.


"Kamu jahat."


"Loh kenapa jadi aku yang jahat?"


"Kamu pasti tidak akan memperjuangkan aku kalau kita berpisah."


"Kita tidak akan berpisah."


"Tidak akan ada yang tahu tentang masa depan."


"Tapi kita bisa berusaha untuk menciptakan masa depan yang kita mau."


"Bohong."


"Astaga, sayang kamu Kenapa? kita kesini untuk berlibur, bukan bertengkar."


"Tapi kamu tidak setuju Bella dan suaminya kembali."


Anna menangis dan sumpah Alam jadi bingung sendiri.


Ada apa dengan Anna wanita yang super kuat ini? Kenapa mendadak jadi lemah? ini masalah Bella kenapa malah dia yang menangis?