Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 76 - Perlahan Terkuak



Saran. Baca malam hari lebih bagus.


Jam 11 siang menjelang waktu istirahat rapat pun usai. saat itu juga Alam langsung mendatangi ruangan Anna untuk memeriksa kondisi sang istri saat ini.


Dia sangat merasa bersalah karena tadi tidak bisa langsung mengajar Anna saat istrinya itu tengah mual.


Bukan hanya merasa bersalah, tapi saat ini Alam juga jadi takut, takut jika istrinya marah dan membuat suasana hati Anna jadi tak tenang.


Dengan langkah kakinya yang lebar Alam menghampiri ruangan Anna dan langsung membuka pintu dengan tergesa. Alam masuk begitu saja melihat istrinya yang sedang duduk di kursi kerja sambil memainkan ponsel.


"Sayang," Panggil Ana dengan suaranya yang lembut, seketika itu juga kecemasan Alam langsung hilang, hatinya pun langsung berubah jadi tenang.


"Sayang, maafkan aku. Aku tadi tidak menghampiri kamu."


Anna tersenyum, "Tidak apa-apa sayang, aku baik-baik saja kok. Lagi pula ini bukan pertama kalinya aku mual," jawab Anna, pengertian sekali. Tidak seperti kemarin yang marah-marah.


Alam mendekati istrinya dan Anna bangkit menyambut. Mereka langsung berpelukan erat dengan tubuh Alam yang bersandar di meja kerja Anna.


"Perutnya lapar? mau makan apa? biar aku carikan?" tanya Alam bertubi, biasanya setelah muntah Anna akan selalu merasa lapar. Apalagi sekarang sudah mendekati waktu makan siang.


"Tidak mau apa-apa, cuma mau dipeluk," jawab Anna jujur, itulah yang kini dia rasa. Perutnya tidak lapar sedikitpun, dia hanya ingin memeluk suaminya erat, menghirup dalam-dalam Aroma tubuh suaminya.


Anna bisa hanya memeluk seperti itu saja, tapi Alam tidak. Satu tangannya sudah masuk ke dalam baju sang istri dan berkelana di dalam sana, mengelus dan meremaat apapun yang dia mau.


"Sayang, ini masih siang."


"Tapi jam istirahat, tidak akan ada yang peduli."


"Tapi jangan gitu-gitu, aku tetap saja takut."


"Masih siang Sayang, bagaimana kalau tiba-tiba ada pasien atau keadaan darurat."


"Baiklah, aku hanya ingin menyentuhmu."


Setelah mengatakan itu Alam pun berhasil melepas pengait bra di balik punggung Anna hanya dengan satu tangan. Membuat Ana langsung menganga saat merasakan dadanya yang bebas.


"Sayang," ucap Anna dengan mengigit bibir bawahnya, jika terus dilumati seperti ini mana bisa dia tahan. Lama-lama pun pasti dia ingin disentak kuat.


Dan saat Alam tengah asik menikmati kedua dada istrinya, tiba-tiba pintu itu dibuka oleh seseorang dengan tergesa, dia bahkan dengan cepat masuk dan kembali menutup pintu itu tanpa melihat ada adegan apa di dalam ruangan ini.


"Aa!!" pekik Tissa saat melihat adegan tak senonoh itu, dia bahkan langsung menutup mata dengan kedua tangan dan menjatuhkan bekal makan siangnya.


Sementara Anna dan Alam pun sama terkejutnya, buru-buru Anna membenahi baju. Dan Alam baru ingat jika dia tadi tidak mengunci pintu.


"Tissa, aku bisa jelaskan semuanya," jelas Anna langsung.


Siang itu sebelum makan siang, Anna dan Alam duduk dihadapan Tissa dan menjelaskan hubungan yang ada diantara mereka.


Tentang 10 tahun lalu dan pernikahan Mereka, juga tentang Anna yang kini tengah berbadan 2.


Tissa menganga, dia tidak bisa berkata apa-apa.


Ini semua rasanya seperti mimpi dan Anna terus menjelaskan.


Hubungan yang Anna dan Alam coba sembunyikan, perlahan-lahan mulai terkuak juga.