
Hampir jam makan siang, Alam dan Firman menyudahi pertemuan mereka. Ayah dan anak ini kembali ke ruangan Dirut RS Royal Dude.
Awal masuk mereka berdua tidak melihat Anna dimana pun, membuat keduanya mulai merasa khawatir. Namun kekhawatiran mereka menghilang ketika melihat tangan seorang gadis terulur dari sofa.
Alam dan Firman sangat yakin jika itu adalah Anna. Dan benar saja, ketika keduanya mendekat Mereka melihat anak yang tertidur di atas sofa.
"Al, papa akan pulang lebih dulu. Mama sudah menunggu di rumah, kamu bangunkan saja Anna dulu," ucap Firman, padahal Rachel tidak menunggunya pulang. Itu hanya alasan agar Anna dan Alam memiliki banyak waktu berdua.
Dan Alam hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan kepala kecil. Begitulah Alam, meski dengan ayah dan ibunya sendiri dia tetap saja bersikap dingin.
Hanya dengan Anna dia jadi seperti orang lain, Lebih hangat, banyak bicara dan mesyum.
Selepas Firman pergi dan menutup pintu, Alam mulai berjongkok tepat di depan wajah sang istri. Alam menatap lekat-lekat wajah Anna yang terlihat sangat cantik, meski dia tengah terlelap.
Pelan-pelan Alam mengelus pundak Anna.
Berucap dengan lembut, membangunkan ...
"An, bangun sayang."
Anna menggeliat, mulai terdengar suara Alam di telinganya.
"Sayang," panggil Alam lagi dan Anna mulai mengerjab. Perlahan membuka mata dan melihat Alam di hadapannya.
"Al_"
"Panggil sayang."
"Issh," keluh Anna, dia kembali memejamkan mata dan menarik leher Alam untuk dipeluknya erat.
"Jam berapa sekarang?" tanya Anna, dia mulai menghirup aroma tubuh sang suami.
"Hampir jam 12, ayo bangun. Kita makan siang dulu baru pulang ke rumah sakit."
"Makan siang disini saja ya?"
"Boleh," jawab Alam. Dia pun melerai pelukan Anna, lalu mencium bibir istrinya begitu dalam. Ciuman yang selalu membuat Alam candu, belum lagi saat Anna membuka mulutnya dan ikut memainkan lidah. Alam bahkan tanpa sadar ikut berbaring diatas sofa itu dan mulai menindih setengah tubuh sang istri.
Semakin lama ciuman itu semakin panas, terlebih saat Alam mulai menelusupkan tangannya masuk ke dalam baju sang istri, bahkan menyelinap masuk di dalam bra dan meremaas isinya.
Anna mendesah diantara ciuman yang terus berpaut.
"Astagaaa Anna! Abang!" teriak Luna dan Bella, sontak membuat Anna dan Alam terkejut, saling melepaskan diri lalu menatap kedatangan kedua wanita itu, tapi masih saling menindih diatas sofa.
"Issh ini kan kantor papa! kalian malah berbuat mesyum!" kesal Luna, padahal dia sangat menikmati adegan panas tadi.
Alam tidak peduli pada kedatangan kedua adiknya, meski wajah Anna sudah merah padam merasa malu tapi dia belum melepaskan istrinya itu. Sebelum bangkit dan duduk Alam bahkan masih sempatnya mengecup bibir sang istri, membuat Luna dan Bella langsung menutup mata dengan kedua tangan.
Tidak berselang lama mereka semua duduk bersama, Bella dan Luna susah membawa makan siang untuk mereka, tak lama kemudian Ardi juga ikut bergabung.
Siang itu akhirnya mereka makan siang bersama. Saling bertukar cerita. Paling banyak cerita tentang Bella, tentang mantan suaminya yang kembali menghubungi. Anna dan Luna tertawa keras, sementara Ardi dan Alam tidak peduli dan tetap fokus pada makan siangnya.
Selepas makan siang itu, mereka berpisah dan kembali sibuk dengan urusan masing-masing. Anna dan Alam pun kembali ke RS Medistra.