Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 81 - Menemui Daniel



Jam 11 malam Anna dan Alam baru sampai di rumah. Mereka berdua segera membersihkan tubuh dan langsung tidur.


Percintaan panas di ruang kerja Alam membuat tubuh Anna merasa lelah, tidak butuh waktu lama dia langsung terlelap.


Tapi Alam masih terjaga, dia masih memegang ponselnya dan bertukar pesan dengan Deril. Saat Anna menggeliat Alam langsung meletakkan ponselnya dan memeluk sang istri.


Lalu tak berselang lama kemudian Alam pun ikut terlelap juga.


Hari berganti.


Jika Anna dan Alam menikmati harinya, maka tidak dengan Maura. Wanita berusia matang ini tengah dalam keadaan yang paling sibuk. Bukan hanya mengurus semua pasiennya, namun dia juga memiliki pekerjaan yang lain. Membuat Tim sendiri untuk menolak pengangkatan Anna menjadi dokter bedah.


Pagi-pagi sekali dia sudah berada di Five Season Hotel. Menurut orang susunannya, tiap pagi Daniel akan datang ke hotel meski sebentar, baru setelahnya pria tampan itu akan pergi.


Maura pun tahu jika Daniel adalah seorang casanova, karena itulah pagi ini dia berdandan cantik sekali. Rambutnya digerai dan ditata rapi, lengkap pula dengan riasan lengkap dan bibir yang merah merona.


Jangan lupa pula bajunya yang begitu menggoda. Maura bahkan merasa hari ini adalah penampilan terbaiknya selama ini. Dan Daniel adalah pria paling beruntung karena akan melihatnya pertama kali.


Maura datang saat jam 7 tepat, dia menunggu selama 30 menit baru terlihat Daniel dan asistennya masuk ke dalam hotel. Baru masuk di pintu lobby, Maura langsung berlari dan menghampiri Daniel.


"Tuan Daniel!" panggil Maura dengan sedikit meninggikan suaranya, dia tersneyum manis dan berdiri dihadapan Daniel.


Sementara Daniel mengerutkan dahi, menatap lekat wanita cantik dihadapannya ini, melihat dari atas sampai ke bawah, seksi.


Tapi Daniel dengan segera mundur 1 langkah, membuat jarak diantara mereka semakin tercipta. Daniel kini sudah tidak sendiri, dia sudah memiliki seorang kekasih. Tidak ingin ada salah paham dengan siapapun, Daniel lebih memilih menghindari pertemuan dengan para wanita.


Dan disaat Daniel mundur, sang asisten maju.


"Aku dari rumah sakit Medistra, ada beberapa hal yang ingin saya bicarakan, bisakah anda sedikit memberi saya waktu?"


"Maaf, apa Anda sudah membuat janji temu?"


Maura tersenyum kecil, berniat menggoda.


"Maaf aku belum membuatnya." Maura melirik Daniel, berharap Daniel memberikan waktu untuknya. Tapi Maura tidak tahu, jika sekarang saja dia sudah membuang-buang waktu Daniel.


Tidak ingin waktunya semakin lama terbuang, Daniel pun berniat pergi dan menyerahkan urusan wanita ini pada Zhack. Namun langkahnya kembali terhalang saat dengan lancang Maura memegang lengan Daniel.


"Tolong Tuan, dengarkan saya dulu, saya mohon," pinta Maura, kini wajahnya bukan lagi menggoda, namun memasang wajah memelas.


Dan inilah kelemahan Daniel yang belum sepenuhnya sembuh, paling tidak tega melihat wanita memohon.


Dengan pelan Daniel melepaskan tangan Maura.


"Baik, hanya 15 menit." jawab Daniel akhirnya dan Maura langsung tersenyum lebar.


Mereka tidak naik ke ruangan Daniel. Daniel mengajak Maura untuk duduk di ruang tunggu lobby hotel. Tapi disini saja Maura sudah cukup senang.


Zhack pun tetap berdiri di belakang sang tuan.


Dan tidak ingin menunda lebih lama, Maura langsung menyampaikan tujuannya datang kemari, tentang Anna.