Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 39 - Seperti Kerbau



Anna mengetuk pintu ruangan Maura dan dipersilahkan masuk.


Maura pikir itu adalah pasiennya, namun saat melihat Anna yang membuka pintu, raut wajahnya langsung berubah masam.


Tapi Anna tidak peduli, dia masuk dan langsung duduk di hadapan Maura.


"Berhenti mengambil pasien ku, selagi aku masih bisa menahan amarah," ucap Anna langsung, tanpa basa basi.


Maura berdecih.


"Anna Anna, kamu itu cuma dokter umum dan dokter baru di rumah sakit ini. Harusnya dalam keadaan seperti ini kamu memohon padaku." balas Maura, dia memilih acuh. Tidak menganggap keberadaan Anna dan kembali berkutat dengan pekerjaannya sendiri. Mencatat entah apa di atas mejanya.


"Memohon?" tanya Anna dengan tersenyum kecil.


"Bahkan hormat ku padamu sudah tidak ada lagi," timpal Anna membuat Maura mengangkat wajah dan balas menatap. Semenjak kasus Pricilla, Anna memang tidak lagi me hormati Maura. Bahkan dia begitu enggan memanggil Maura dengan embel-embel dokter.


"Dokter Anton sudah mengatakan semuanya padaku, tentang kamu sebagai dalang dari obat mual di dalam sup Pricilla," balas Anna lagi, lengkap dengan senyumnya yang menyebalkan. Senyum miring yang nampak menghina.


Maura mengepalkan tangannya yang berada di atas meja.


"Kamu tidak punya bukti An, jangan asal bicara jika tidak ingin dianggap pembohong," jawab Maura.


"Kalau aku sendiri mungkin orang lain tidak akan percaya. Tapi bagaimana jika aku mengajak dokter Anton untuk menyudutkan mu?" tantang Anna, selama ini Maura selalu mengajak orang lain untuk memusuhi dia, bagaimana jika kini kondisinya dibalik?


Anna melihat dengan jelas raut wajah Maura yang semakin geram.


"Jadi ayo hidup dengan damai, aku tidak akan mengusik mu selama kamu diam saja," timpal Anna lagi.


Dan setelah mengatakan itu Anna bangkit dari duduknya lalu keluar. Sementara Maura langsung melemparkan pena yang dia pegang ke arah pintu.


Dia sangat membenci Anna, sangat.


"Kamu tidak akan pernah bisa melawan aku An. Sampai kapanpun di rumah sakit ini hanya akulah ratu nya. Jadi jangan coba-coba untuk merebut." geram Maura. Semenjak Anna datang ke rumah sakit ini, semua orang mulai membandingkan antara dia dan Anna. Tapi parahnya, kini banyak orang-orang yang mendukung Anna.


Selesai urusan dengan Maura, kini Anna hendak kembali ke IGD. Namun langkah kakinya terhenti saat dia ingat pesan Alam beberapa saat lalu, mengatakan jika setelah urusannya selesai, dia diminta untuk datang ke ruangan sang Dirut.


Anna mencebik, lantas memutar badan dan melanjutkan langkah ke ruangan Alam.


Dalam hatinya terus menggerutu, sudah dia tebak apa yang kan terjadi di dalam ruangan itu nanti. Pasti suami mesyumnya itu akan meminta jatah, pelayan tambahan.


Hanya membayangkannya saja sudah berhasil membuat Anna berdesir, selama ini mereka memang tidak pernah melakukannya di rumah sakit. Di ruangan Alam mereka hanya saling bermesraan.


Tapi entah hari ini, Anna merasakan hawa yang lain.


Setelah berjalan sekitar 5 menit, akhirnya Anna tiba di ruangan Alam. Dia masuk dan langsung mengunci pintu tanpa disuruh.


Melihat suaminya yang menyambut dia dengan senyum kecil, Alam melambai, meminta Anna untuk mendekat dan duduk diatas pangkuannya.


Sementara Anna seperti anak kerbau yang dicucuk hidungnya, menurut saja pada perintah sang tuan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...