Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 52 - Jahat



Alam sudah selesai mengganti baju. Setelahnya dia dan Anna sarapan bersama. Makanan yang dibawa oleh Maura pun Anna makan dengan lahap.


"Setelah ini aku ada pertemuan, kamu istirahat disini saja, kunci pintunya," ucap Alam. Sekarang masih jam setengah 9 pagi, Anna masih memiliki banyak waktu untuk beristirahat sebelum jam jaga nya tiba.


"Kamu mau kemana?"


"Ke rumah sakit Papa, disana ada pertemuan dan aku salah satu pesertanya. Apa kamu mau ikut?"


"Memangnya boleh?"


"Kenapa tidak. Eh jangan, lebih baik kamu istirahat saja, setelah hukuman mu selesai baru kita belajar manajemen."


Anna mencebik.


"Jaga malam itu lebih sulit sayang, karena meski mengantuk pun kamu tidak boleh tidur."


Bibir Anna makin mencebik.


"Katanya kamu mau menemani aku, tapi sekarang kamu pergi-pergi juga."


"Aku lain, aku kan pria, lebih kuat."


Anna mendengus dan Alam terkekeh. Dia lalu menarik Anna untuk duduk diatas pangkuannya. Mencium bibir Anna sekilas.


"Aku hanya pergi sebentar, kamu tunggu disini saja, hem?" tawar Alam, dia menyatukan hidung mereka. membuat nafas keduanya saling bersahutan hangat.


"Baiklah, aku akan menunggu disini."


"Itu baru istriku."


Mereka kembali saling mencium dengan mesra. Bahkan kini Anna mulai berani lebih aktif.


"Jangan memancingku sayang. Kamu ingin membuatku tidak jadi pergi ya?" tanya Alam dan Anna terkekeh.


"Aku ingin ikut sayang, nanti kan aku bisa istirahat di ruangan papa. Kalau kamu mengajakku pergi, nanti aku akan memberimu hadiah." tawar Anna dengan mengerlingkan sebelah matanya genit.


Dan Alam nampak berpikir, membenarkan pula ucapan Anna itu. Lagipula akan sangat menyenangkan jika mereka berdua berpergian bersama.


"Baiklah, kamu ikut, tentang hadiahnya pikirkan nanti."


"Yes!" Antusias Anna, ia bahkan kembali mencium bibir suaminya dan menyesapnya dalam.


Saat itu Anna keluar lebih dulu dengan membawa kunci mobil milik Alam. Setelahnya disusul pula oleh Alam selang beberapa menit.


Hingga akhirnya kini mereka berdua sudah sama-sama berada di dalam mobil.


Mereka berdua tersenyum lebar, seolah misi yang dijalankan sudah berhasil.


Sampai akhirnya kini mereka berdua tiba di tempat tujuan.


Alam memarkirkan mobilnya di bagian dalam, basement untuk para dokter dan direksi. Hanya beberapa mobil saja yang ada disini.


Anna hendak langsung tidur, namun urung saat tangannya ditahan oleh Alam. Suaminya ini malah menarik tangan dia hingga Anna duduk diatas pangkuannya.


"Sayang, apa yang mau kamu lakukan? jangan bilang_"


"Aku minta hadiahku." potong Alam.


"Tapi jangan disini."


"Kenapa?"


"Kalau mobil nya gerak-gerak bagaiman?"


"Bukan masalah."


"Sayang!" pekik Anna dengan suaranya yang tertahan. Alam tiba-tiba melepaskan pengait bra yang dia pakai, lalu mengeluarkan isinya dan melahap begitu saja.


Anna pasrah, dia bahkan mulai bergerak. Memaksimalkan rasa yang mulai berdesir di bagian inti.


"Apa kamu menikmatinya sayang?" tanya Alam.


"Kamu jahat."


"Kalau begitu bergerak lah lebih cepat."


Anna menurut, dia bergerak cepat hingga mobil itupun bergerak sesuai irama yang dia buat. Terus seperti itu, hingga akhirnya mobil terhenti saat Anna dan Alam sampai di puncak.


"Jahat," keluh Anna, kini tubuhnya mulai dikeluari peluh.


"Ini nikmat sayang."


"Jahat."


Alam terkekeh.


Setelahnya mereka keluar dari dalam mobil dengan denyut yang masih terasa diantara langkah keduanya. Anna bahkan memegang lengan Suaminya, membuat langkahnya agar terlihat normal.


Jangan sampai dia bertemu dengan Bella dan Luna lalu jadi bahan bulan-bulanan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...