Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 53 - 5 Kali Siang dan Malam



Kabar tentang kedatangan Alam dan Anna di rumah sakit Royal Dude langsung di dengar oleh Bella dan Luna.


Kedua wanita cantik ini langsung bergegas ke ruangan sang ayah setelah menyelesaikan pekerjaannya.


Tadi pagi Bella mengatakan kepada Luna jika Anna dan Alam sudah melakukan hubungan itu. Luna sangat terkejut dan ingin tahu lebih.


Jadi kini mereka berdua akan mulai menginterogasi sang saudara ipar.


Luna mengetuk pintu ruangan Firman dan Anna langsung membukanya, saat itu pertemuan sudah dimulai di ruang rapat. Firman dan Alam sudah pergi dan menyisahkan Anna seorang diri di dalam ruangan ini. Buat hari ingin tidur di sofa dan beristirahat, tapi malah kedatangan Bella dan Luna.


"Iss, kalian mengganggu waktu waktu istirahat ku saja," keluh Anna, mereka bertiga memang selalu berdebat, tapi anehnya malah semakin akur. Bahkan diantara mereka selalu memanggil nama meski umur tidak ada yang sama.


"Apa semalam sangat melelahkan? kamu terlihat lelah sekali," tanya Luna dengan bibirnya yang tersenyum lebar.


Luna dan Bella menarik Anna untuk kembali duduk di sofa.


"Coba aku liat dada mu." Bella berucap dan langsung menurunkan gaun Anna, melihat banyak tanda merah dan membuat dia serta Luna langsung menjerit.


"Ya ampun ganas sekali!!" pekik Luna dengan bergidik ngeri.


"Iiisshh! kalian ini! kenapa sih buka-buka baju ku! aku seperti tidak punya privasi."


"Memang sudah tidak punya, saat kamu sakit yang memandikanmu adalah kami, tubuhmu sudah kami lihat semua."


Setelah Luna menjawab itu, dia dan Bella langsung tertawa keras. Sementara Anna hanya mendengus, membenarkan.


"Sekarang katakan, apa Alam sangat kasar?" Bella.


"Astaga, masalah ranjang mana boleh diceritakan pada orang lain."


"Kami hanya penasaran, benar Alam sehebat itu? dia kan pria yang paling dingin yang pernah kami tahu." Bella lagi dan Luna mengangguk setuju.


"Jangan bicara itu, yang lain saja. Ada Luna yang belum menikah!" elak Anna.


"Aku kan mau belajar An."


"Belajar apanya? yang ada nanti Otak mu mesyum!"


Bella dan Luna terperangah, tidak menyangka sang kakak semesyum itu.


"Siang juga?" tanya Luna dengan matanya yang mau copot.


Dan Anna hanya menjawabnya dengan singkat, "Hem."


"Apa rasanya enak?"


"Astaga Lunaaa!!" kesal Anna.


Saat itu juga dia menarik Luna dan Bella keluar dari ruangan ini. Anna mengusir kedua wanita itu sebelum semakin jauh mengorek masalah ranjang nya.


"Dasar adik ipar durhaka."


"Aku tidak peduli," balas Anna pada ucapan Bella.


"Apa punya Alam sangat besar An?"


"Luna!!!" pekik Anna dan langsung mendorong keduanya keluar, untunglah dia punya banyak tenaga.


Setelah Bella dan Luna keluar barulah Anna bisa bernafas lega.


"Astaga, bagaimana bisa aku punya ipar semesyum itu. Ya ampun, aku sampai lupa, kakaknya saja semesyum itu, apalagi adik-adiknya," keluh Anna.


Dia kembali mendatangi sofa dan menjatuhkan dirinya diatas sana. Membaringkan tubuhnya lurus dan langsung memejamkan mata.


Dia benar-benar butuh waktu tidur, sebelum nanti jam 2 bangun dan mulai bekerja.


harus terus membuka mata meski saat malam tiba, hingga keesokan harinya jam 9 pagi.


Hanya membayangkannya saja sudah membuat Anna lelah.


Lambat laun akhirnya Anna terlelap juga.