Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 66 - Memberi Sedikit Terapi



"Kamu menggoda ku?" tanya Alam seraya mengikis jarak, membuat Anna terhimpit diantara tubuh Alam dan dinding.


Anna terkekeh pelan, bisa saja dia menendang atau pun mendorong tubuh Alam kuat, tapi dia memilih pasrah. Membiarkan tangan suaminya yang mulai masuk ke dalam jas putih itu dan memeluk pinggangnya secara langsung, menyentuh kulit. Terasa hangat dan kokoh.


"Aku tidak menggoda, kamu saja yang gampang tergoda," bisik Anna, dia sedikit berjinjit. Deru nafas Anna yang lembut di telinga membuat Alam meremang.


"Jadi dimana kamu akan memberikan pelayanan untukku? di rumah atau di ruangan?"


Anna tertawa cukup keras, dia bahkan sampai harus menutup tangannya menggunakan punggung tangan kanan.


"Bagaimana kalau di rumah?"


"Apa menariknya?" tantang Alam.


"Sambil mandi mungkin."


"Oke!" sahut Alam cepat. Dan Anna yang terlalu gemas pada suaminya langsung saha memukul dada suaminya itu.


Mereka berdua terkekeh, lalu mendadak diam saat pintu lift terbuka.


Mengambil jarak aman dan segera menuju ruangan masing-masing, bersiap pulang karena jam jaga Anna akhirnya selesai.


Disaat Anna dan Alam sudah pulang, Maura baru sempat mencari keberadaan kedua orang itu. Tapi Sayang, baik anna ataupun Alam tidak ada yang bisa dia temui.


Langkah Maura akhirnya terhenti di salah satu meja kasir ruang perawatan umum. Disana dia mendengar pembicaraan beberapa perawat.


"Kalian perhatikan tidak? semenjak dokter Anna dihukum jaga malam, dokter Alam juga tidak pernah pulang saat malam hari, dia jadi lembur terus, seolah sedang menemani dokter Anna."


"Benar, aku juga memperhatikan itu, apa mereka memiliki hubungan y?"


Brak! Maura menggebrak meja hingga membuat pembicaraan itu putus.


"Jangan sembarangan bicara, kalian bisa menyebarkan gosip yang tidak benar!" kesal Maura.


"Sejauh ini dokter Alam hanya dekat dengan ku, jadi jangan coba-coba membicarakan dokter Alam dengan dokter Anna!" Maura menatap tajam keempat perawat itu. Dia sungguh geram mendengar pembicaraan tadi.


Tidak ingin harga dirinya hancur, Maura memutuskan untuk merahasiakan hubungan Anna dan Alam.


Dan setelah memberi ancaman itu, Maura pergi dari sana. Tapi para perawat itu bukannya diam, malah semakin membicarakan Alam, Anna dan Maura.


Di tempat lain. Alam dan Anna sampai di rumah.


Alam langsung menggendong istrinya seperti pengantin baru ketika baru selangkah mereka masuk. Anna menjerit kecil, lalu mengalungkan kedua tangannya di leher Alam.


Anna pun berulang kali menciumi bibir suaminya menggoda. Membuat Alam menerima ciuman itu dengan bibir yang tersenyum. Suka sekali ketika Anna mulai nakal seperti ini.


"Aku sudah membeli Bath Bomb berwarna merah, seperti darah. Kita akan berendam menggunakan air itu," ucap Alam dan membuat Anna bergidik ngeri.


"Hii," jawab Anna, tapi Alam malah terkekeh merasa gemas.


Saat Anna melepas semua bajunya, Alam menyiapkan air mandi mereka. Memberikan banyak bath boom berwarna merah hingga air di dalam bathtub itu seperti darah.


Alam ingin memberi sedikit terapi, membuat warna merah ini menjadi menyenangkan untuk sang istri.


Perhatian Alam teralihkan saat mendengar pintu kamar mandi itu terbuka, dia menoleh dan melihat Anna yang masuk.


Seketika Alam terpana, karena sepertinya hari ini Anna sedang ingin menyenangkan dia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rekomendasi Author


Mantan Simpanan karya kim.nana


Kalau gk ketemu judulnya, cari aja nama penanya, kim.nana