Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 64 - Bisa Melalukan Apapun



"Arghh!!" kesal Maura, dia menghentakan satu kakinya kuat sekali, sangat marah dengan apa yang diucapkan oleh Anton.


Seolah kini di hadapan Anton, dia sudah tidak punya harga diri.


"Anna Anna Anna, semuanya Anna!" kesal Maura.


Tadi pagi Alam mengatakan tentang hubungannya dengan Anna, belum habis kekesalannya itu kini Anton kembali membuatnya marah.


Belum lagi tugas tambahan yang sudah menanti dia.


Maura mengacak rambutnya frustasi, sangat membenci keadaan ini.


Sementara di dalam ruangan Alam, sambungan telepon diantara Alam dan Anna masih terhubung.


"Sayang," panggil Alam, dia kembali mengangkat telepon itu setelah Maura dan Anton keluar.


Anna tidak langsung menyahuti, masih bingung. Bagaimana Alam bisa tahu tentang kasus ini, tentang Anton dan Maura yang menggunakan Pricilla sebagai Alat untuk menjatuhkan dia.


"Sayang, kamu masih disana?" tanya Alam sekali lagi, membuat Anna merasa tidak enak hati dan akhirnya buka suara...


"Iya, aku masih disini Sayang," balas Anna.


Dan mendengar Anna yang memanggilnya Sayang, Alam langsung mengulum senyum. Dia bahkan langsung bangkit dari duduknya dan berniat pulang. Menemui sang istri sekaligus menjemput.


"Tunggu aku di rumah," ucap Alam.


"Kamu sudah mau pulang?"


"Hem."


"Urusannya sudah selesai?"


"Sudah, apa ada yang ingin kamu tanyakan tentang urusanku tadi?"


Anna diam.


"Kita bicarakan di rumah ya?"


"Iya," jawab Anna singkat. Dan saat panggilan itu terputus, Alam sudah berada di dalam mobil. Dengan segera dia melaju dan pulang.


Sementara Anna belum bergerak masih berada di posisi yang sama, berbaring di atas ranjang menunggu suaminya pulang.


Ya, Anna memang tidur lagi.


Alam mendekat, duduk ditepi ranjang dan mendengar dengkuran halus sang istri.


Dia membangunkan Anna dengan sebuah kecupan singkat di bibir. Anna langsung menggeliat dan membuka mata.


"Sayang?" panggil Anna.


Dan Alam perlahan ikut berbaring, menggunakan satu siku tangan untuk menyanggah tubuhnya dan sedikit menindih tubuh Anna.


"Malah tidur lagi."


"Ngantuk."


Alam mencium bibir Anna lagi, lagi dan lagi, menggoda istrinya itu untuk bangun dan membalas.


"Sayang, tadi pagi kan sudah," rengek Anna, dia mendorong dada suaminya untuk menjauh dan Alam malah terkekeh.


Alam menarik tubuh Anna dan dipeluknya.


"Kenapa kamu merahasiakan ini dariku?" tanya Alam. Anna yang wajahnya tersembunyi di dada Alam pun terdiam, kedua matanya sudah terbuka sempurna.


"Kenapa tidak mengatakan padaku tentang dokter Anton dan dokter Maura, tentang Pricilla?"


Anna masih diam, dia merasakan Alam yang semakin memeluknya erat.


"Apa kamu tidak mempercayai aku An? tidak percayakah kamu jika aku akan selalu melindungi kamu?"


"Dulu kita belum sedekat ini," balas Anna cepat, sebelum Alam berpikir semakin jauh. Dia juga memeluk Alam semakin erat.


"Baiklah, lain kali jika ada masalah apapun katakan padaku, bersandarlah padaku, aku akan selalu melindungi kamu An."


Anna mengangguk, dia juga mencium dada suaminya. Anna sadar satu hal, bahwa Alam bisa melakukan apapun. Bahkan hal yang tidak pernah dia ucapkan pun Alam bisa tahu dengan sendirinya.


Anna merasakan Alam yang mencium puncak kepalanya, saat itu hanya ada ketenangan yang dia rasa. Anna pun mendongak dan lebih dulu mencium bibir.


Alam membalas itu, hingga akhirnya mereka berpaut mesra.