Doctor Alamsyah'S Secret Wife

Doctor Alamsyah'S Secret Wife
DASW BAB 78 - Mama Tidak Peduli



Kembali ke dalam ruangannya, Maura langsung menghubungi sekretaris Daniel untuk membuat janji temu. Tapi ternyata Daniel tengah sibuk, dia hanya bisa menemui Daniel 1 minggu kedepan.


Mendengar jawaban seperti itu tentu kemarahan Maura semakin memuncak saja. Karena 1 minggu lagi pun Anna akan mulai mengikuti ujian yang diadakan oleh para dokter bedah senior.


"Saya tidak akan lama, bisakah saya menemui tuan Daniel hari ini. Saat makan malam pun tak apa," desak Maura.


"Maaf Nona, tuan Daniel sudah memiliki jadwalnya sendiri dan Anda tidak bisa mendesak seperti itu. Jika ingin bertemu dengan tuan Daniel saya akan buatkan untuk minggu depan."


"Hei kamu itu hanya sekretaris, jangan sembarangan membuat keputusan! sambungkan telepon ku pada Tuan Daniel, aku akan membuat janji sendiri dengan nya!"


Sang sekretaris di ujung sana membuang nafasnya pelan, bukan pertama kali dia melayani tamu tuannya yang semena-mena seperti ini. Tapi dia sudah lama bekerja dengan Daniel, dan memang beginilah prosedurnya. Tiap jadwal dia yang tentukan, jadi sang tuan bisa bekerja lebih maksimal.


Dan Maura memang tidak memiliki kontak pribadi Daniel, ia hanya bisa menghubungi pihak Five Season Hotel.


"Maaf Nona, saya tidak bisa melakukan itu. Karena kini Tuan Daniel pun tidak sedang berada di kantor."


Saat ini Daniel tengah menemui Karin, bersiap untuk mengajak wanitanya itu makan siang bersama. (Disini Daniel dan Karin belum menikah, di cerita After Divorce alurnya lebih cepat).


"Pergi kemana Tuan Daniel?"


"Maaf Nona, saya tidak bisa mengatakan itu."


"His!!" kesal Maura, dia langsung memutuskan sambungan telepon itu secara sepihak.


Rasanya kesal sekali, karena semua yang dia rencanakan selalu tak sesuai harapan.


Tapi Maura tidak putus asa, saat itu dia memerintahkan orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan Daniel.


Nanti dia akan menemuinya secara pribadi, tanpa harus membuat janji.


Sementara itu di tempat lain.


Anna tengah mempersiapkan dirinya untuk mengikuti ujian nanti. Dia kembali membuka buku catatan milik sang ayah, buku catatan yang selalu dia gunakan untuk belajar tentang ilmu bedah.


Yang dia takutkan malah kehilangan Alam.


Anna juga jadi tidak takut darah lagi, anak dalam kandungannya benar-benar membuat Anna kuat, melepas semua kesedihannya di masa lalu.


"Ann, kamu sedang apa sayang?" tanya Rachel. Dia masuk ke dalam kamar Anna dan melihat menantunya tengah sibuk membaca.


Memasuki usia 7 bulan kemarin, Anna dan Alam sudah pindah ke rumah keluarga Dude.


Rachel sangat mencemaskan Anna, juga ingin menjaga menantunya itu sebaik mungkin, karena itulah dia memaksa Anna dan Alam untuk pindah ke rumah ini.


Dan sudah 1 bulan tinggal disini, tiap pagi setelah Alam pergi ke rumah sakit, Rachel pasti akan menemui Anna, menemani menantu kesayangannya ini dan memastikan Anna baik-baik saja.


"Mama, aku sedang membaca buku catatan daddy," jawab Anna, dia menutup buku catatan itu dan melihat kedatangan Rachel.


"Ujiannya minggu depan?"


Anna mengangguk.


"Kamu yakin bisa melakukannya? maksud mama tentang kondisi mu, apa tidak apa hamil besar begini melakukan ujian?" tanya Rachel bertubi, jujur saja dia tidak tega.


"Apa mama melihatku seperti sakit? lemas dan tidak kuat?"


Rachel menggeleng, Anna terlihat sangat sehat dan bersemangat.


Dan melihat Rachel menggeleng, Anna pun tersenyum. "Aku sangat menantikan hari ini Ma, aku akan baik-baik saja."


"Baiklah, tapi izinkan mama mendampingi mu saat itu?"


"Ha? bagaimana kalau orang-orang bertanya kenapa mama datang. Nanti mereka semua tahu kalau aku istrinya Alam."


"Terserahlah, mama tidak peduli."