CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 4.CEO I LOVE YOU



Jam 11.00 siang, Charles keluar dari ruang kelas, tak berselang lama Marcello juga keluar dan langsung menghampiri Charles.


"Bro, langsung pulang?"tanya Charles kepada Marcello.


"Memangnya kenapa?"


"Temani aku ke perpus yuk, Ada tugas kuliah yang belum kelar aku kerjakan. Kamu Sudah kelar belum?"


"Sama, Aku juga belum siap. Kalau begitu kita langsung ke perpustakaan saja yuk."ajak Marcello ke pada Charles. Tanpa mereka sadari dua orang wanita Sherly dan Khansa mengikuti mereka.


"Di ruangan perpus, Di sana juga ada Jasmine dan Resti. "Marcello?" ucap Jasmine Tak Hanya Aku melihat kehadiran Marcello di ruang perpus.


"Eh kak Jasmine, di sini juga?


"Iya, sebentar lagi ada mata kuliah. Sebelum masuk, daripada nongkrong gak jelas lebih baik baca-baca di sini."Jasmine sambil mengembangkan senyumnya.


"Kalian berdua ngapain ke sini?


"Kami mau mengerjakan tugas kuliah, sepertinya kami membutuhkan buku untuk dapat mengerjakan tugas kuliah ini. Jadi kami mencoba mencarinya di perpus."sahut Marcello.


"Eh, ada Ma Baby handsome di perpus."celetuk Sarah dan Khansa muncul tiba-tiba.


Jasmine menggelengkan kepala melihat tingkah kedua wanita itu. "Bisa nggak, kalian nggak ganggu orang?"kesal Jasmine yang tiba-tiba melihat sharly dan Khansa mendekati Marcello dan Charles.


" Memangnya siapa lo? ngelarang ngelarang gue datang ke perpus ini?" sahut Sherly nyolot.


"Jasmine yang tidak ingin berdebat di perpustakaan, dia memilih untuk mengalah dan pergi meninggalkan Marcello dan Charles. Tetapi Sebelumnya dia berpamitan bersama dengan Resti.


"Hai handsome,..... perlu bantuan nggak?"


"Maaf, sepertinya tidak perlu karena kami sudah menemukan buku yang kami butuhkan."sahut Charles dengan tegas, lalu meninggalkan kedua wanita itu keluar dari perpus.


"Aneh ya itu cewek, SKSD!" kesal Marcello.


"Apa itu SKSD?"


"Idih nggak gaul banget, SKSD itu sok kenal sok dekat."sahut Marcello sambil terkekeh. kemudian mereka Langsung berjalan menuju parkiran mobil. Di mana mobil keduanya terparkir cantik di parkiran khusus untuk mahasiswa.


Mereka memutuskan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah mereka di rumah Marcello. Anastasia yang mendengar suara klakson mobil putranya, beranjak dari tempat duduknya. Berniat untuk membuka pintu utama. Tetapi salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah keluarga Horison, menghentikan langkah Anastasia.


"Biar saya saja nyonya."ucap wanita paruh baya itu sambil langsung berjalan membuka pintu utama.


"Tuan muda Marcello, Tuan Charles, silakan masuk."sang asisten rumah tangga mempersilahkan Marcello dan Charles masuk ke rumah.


"Waalaikumsalam."sahut Anastasia lalu menerima uluran tangan kedua pria tampan yang ada di hadapannya.


"loh tumben siang begini kamu datang ke rumah tante Charles?"


"Iya tante, kebetulan ada tugas mata kuliah yang harus kami kerjakan hari ini. Karena besok akan segera dikumpul."


"Ya sudah, nanti kalau butuh sesuatu tinggal panggilkan Bibi ya,nak,"Mama mau istirahat dulu ucap Anastasia meninggalkan kedua pria tampan itu duduk di ruang tengah.


Kini giliran mobil yang ditumpangi oleh Lia tiba di rumah."Assalamualaikum! sapa Lia ketika dirinya baru turun dari mobil dan langsung berjalan menuju ruang tengah karena ia melihat pintu ruang utama terbuka.


"Waalaikumsalam!"sahut Marcello dan Charles secara bersamaan. Charles menatap wanita cantik yang masih berpakaian putih abu-abu itu dengan tatapan seksama. "cantik sekali adiknya Marcello."gumamnya. Padahal Charles dengan Lia sudah sering bertemu. tetap Entah mengapa Charles begitu terpesona melihat penampilan Lia saat ini.


"Mama mana, Kak?


"Ada, baru naik ke kamar untuk istirahat."sahut Marcello.


"loh ada Kak Charles juga?"


"Iya Lia. kamu sudah berubah sekarang ya."


"Berubah jadi apa? jadi Satria baja Hitam?"kekeh Sisilia.


"Berubah semakin cantik."jawab Charles spontan.


"Cie illeh, sayangnya aku tidak punya uang receh yang bisa aku berikan sama kakak. karena kakak sudah memujiku."


"Memangnya siapa yang? aku beneran kok, kamu makin hari makin cantik."


"Ah sudahlah, ngomong sama kakak Charles nggak pernah ada menangnya. Lebih baik aku naik ke atas dan berganti pakaian."


Lia meninggalkan kedua pria tampan itu di ruang tengah. Dia langsung menuju kamarnya.


****


Pagi ini, langit sedikit mendung dengan embun Pagi yang begitu terasa dingin. Nyanyian burung ikut menyambut pagi Dengan begitu riang. Begitu juga dengan mentari yang masih malu-malu mengintip di balik embun pagi.


Pria tampan bertubuh atletis itu masih setia memejamkan matanya di balik selimut tebal miliknya. Dia enggan beranjak dari tempat tidurnya setelah semalaman hujan turun dengan lebat. Hawa dinding ngin membuatnya kembali memejamkan matanya selepas subuh tadi, padahal pagi ini dirinya ada mata kuliah.


Bersambung..