
Di saat Horison sedang asyik menimang baby Marcello, Anastasya diam-diam memperhatikan Horison yang begitu tulus menjaga baby Marcello saat dirinya sedang sibuk menangani klien yang ingin bekerja sama dengan resto miliknya.
Padahal semua orang tau, kalau Horison itu pria Arogan, dingin dan juga angkuh. Dia tidak pernah merendahkan dirinya seperti yang ia lakukan saat ini.
Bahkan jika dia membutuhkan sesuatu, ia selalu mengandalkan anak buahnya. Memiliki harta yang berlimpah dan kekuasaan, tidak sepatutnya dia merendah dirinya seperti yang ia lakukan saat ini. Tapi kalau sudah cinta apapun bisa dilakukan seseorang. Sama seperti Horison, ia mampu melakukan apapun, demi menaklukkan hati Anastasia.
"Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan ke depannya, sepertinya Horison tidak ingin meninggalkan kami di sini setelah mengetahui kehadiran baby Marcello." gumamnya dalam hati.
Anastasia dan yang lainnya sama sekali tidak mengetahui kedatangan Tuan Geraldine dan nyonya Tapasya. Sore harinya restoran milik Anastasia sudah mulai tampak sepi. Apalagi menu makanan yang tersedia sudah hampir habis kebetulan siang tadi, para pecinta kuliner tampaknya ramai memenuhi restoran milik Anastasia. Apalagi restoran milik Anastasia bekerjasama dengan perusahaan pengantar jasa makanan, membuat menu makanan yang tersedia di restoran milik sudah hampir habis, dan rencana mereka juga akan tutup lebih awal hari ini.
Tiba-tiba suara klakson mobil terdengar jelas di telinga mereka. Tampak para pegawai restoran milik Anastasia sudah bersiap-siap tutup karena menu makanannya sudah habis terjual. Anastasia menyipitkan matanya ia mengira kalau yang datang dalam mobil pengunjung yang ingin menikmati menu makanan yang ada di restoran miliknya.
Tetapi Setelah nyonya Tapasya dan Tuan Geraldine turun dari mobil itu, membuat Anastasia benar-benar Terhenyak. Ia sampai melongok bingung harus melakukan apa antara senang atau tidak.
Di satu sisi Anastasia sangat merindukan kedua orang tuanya, di satu sisi lain rahasia yang ia simpan rapat-rapat. Pasti akan diketahui kedua orang tuanya tidak menutup kemungkinan kedua orang tuanya akan marah besar kepadanya. Entahlah Apa yang akan terjadi nantinya.
Nyonya tapasya langsung berlari menghampiri Anastasia.
"Anastasia...." teriaknya. Ia memeluk putrinya yang sangat ia rindukan. Anastasia juga memeluk nyonya Tapasya. Ia melepaskan rindu kepada ibu yang sangat ia sayangi dan rindukan.
Tampak Tuan Geraldine juga tidak mau ketinggalan. Ia juga langsung meraih tubuh Anastasia Setelah nyonya Tapasya melepaskan pelukannya.
"Ah Biarkan saja lah, toh suatu waktu nanti pasti kedua orang tua Nona Anastasia pasti akan mengetahui kehadiran baby Marcello lebih cepat rahasia ini terbongkar lebih baik." gumam Bibi Narsih dalam hati, sembari terus memperhatikan gerak-gerik Anastasia. Siapa tahu ia memberikan kode kepadanya, tapi sepertinya Anastasia tidak melakukan apapun.
Horison dengan Telaten memberikan susu formula untuk putranya, setelah Bibi Narsih selesai memandikan baby Marcello, sebelum Tuan Geraldine dan nyonya Tapasya tiba di restoran milik Anastasia.
"Papa dan mama sudah sangat lelah. menempuh perjalanan yang sangat jauh dari Jakarta menuju Pematangsiantar. Apa kamu tahu pengorbanan yang kami lakukan ini,
karena kami sangat merindukan putri kami yang sangat cantik jelita ini." ucap Tuan Geraldine sambil mencolek dagu Anastasia. Membuat Anastasia pun tersenyum menatap kedua orang tuanya.
"Kami sudah lelah, Apakah kamu tidak akan mempersilahkan kami masuk ke rumahmu?" tanya nyonya Tapasya membuat Anastasia kikuk.
"Maaf Ma, Pa, habis Anastasia sangat rindu sama papa dan mama hingga sampai lupa mengajak mama masuk karna keasikan melepas rindu." ucap Anastasia sambil terkekeh. Lalu mengajak kedua orangtuanya kedalam rumah.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN